FKIP UMRAH Kenalkan Prodi Sejarah ke Siswa SMAN 1 Teluk Bintan, Peluang Karier Terbuka Lebar
Bintan – Tim peneliti hibah internal Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) menyambangi SMAN 1 Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, Rabu (13/8).
Di sela kegiatan penelitian, Koordinator Program Studi (Prodi) Sejarah FKIP UMRAH, Robby Patria, menyempatkan diri memperkenalkan prodi tersebut kepada siswa kelas 11.
Robby menjelaskan bahwa UMRAH saat ini memiliki Prodi Sejarah dengan prospek karier yang luas bagi lulusannya. Menurutnya, lulusan sejarah tidak hanya berpeluang menjadi guru atau dosen sejarah, tetapi juga dapat berkarier di museum, dunia jurnalistik sebagai wartawan, hingga bekerja di instansi pemerintahan.
“Jika ingin jadi guru sejarah, jadi dosen sejarah, kerja di museum, maupun jadi wartawan hingga kerja di pemerintahan, bisa kuliah di Prodi Sejarah UMRAH,” ujar Robby di hadapan para siswa.
Robby menambahkan, peluang kerja bagi lulusan sejarah sangat terbuka lebar. Mahasiswa Prodi Sejarah UMRAH akan diajak memahami sejarah dunia, sejarah Kepulauan Riau, hingga berbagai kisah sejarah lainnya. Proses perkuliahan pun dirancang dengan sistem pembelajaran yang menyenangkan agar materi lebih mudah dipahami mahasiswa.
Kepala SMAN 1 Teluk Bintan, Iman Sabarullah MPd menyambut baik kunjungan tim penelitian FKIP UMRAH ke sekolahnya. Ia mengungkapkan bahwa selama ini sudah banyak alumni SMAN 1 Teluk Bintan yang melanjutkan studi di UMRAH. Bahkan, sejumlah guru di sekolah tersebut juga menempuh pendidikan magister (S2) di kampus yang sama.
“Semoga kerja sama ini terus terjalin dengan UMRAH,” kata Iman.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FKIP UMRAH memperkenalkan program studi sekaligus mempererat hubungan dengan sekolah-sekolah di wilayah Kepulauan Riau, khususnya dalam mendukung minat siswa melanjutkan pendidikan tinggi.
Ketua Tim Penelitian Hibah Internal Dr Zaitun menyampaikan materi penelitian soal Air Dohot yang dulunya disajikan untuk tamu tamu di kalangan istana raja. “Sekarang kita bisa menikmati kapan saja karena air dohot sudah banyak dibuat diproduksi di Tanjungpinang, “ujar Zaitun.
Selain Zaitun ada Dr Mulia Wiwin, Dr Dody Irawan, Maulida, Dr Tety Kurmalasari dan Musliha MPd terlibat dalam penelitian tersebut.*




