Prestasi yang Tepat Sasaran, Panahan Junior Kepri Ukir Kebanggaan

BATAM – Di tengah dominasi provinsi-provinsi besar yang selama ini menjadi langganan juara nasional, kontingen panahan junior Kepulauan Riau (Kepri) hadir sebagai kejutan yang membanggakan.
Dengan semangat juang, disiplin latihan, dan pembinaan yang terus berkembang, para pemanah muda Kepri berhasil mengukir prestasi membanggakan pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panahan Junior 2026.
Hingga 26 Juli 2026, Kepri kokoh bertengger di peringkat enam besar nasional dari 30 provinsi peserta.














Sebuah pencapaian yang bukan sekadar angka di klasemen, tetapi juga menjadi bukti bahwa olahraga panahan di Bumi Segantang Lada terus tumbuh menjadi kekuatan baru yang patut diperhitungkan.
Sebanyak 24 medali berhasil dibawa pulang sementara, terdiri atas tujuh medali emas, delapan perak, dan sembilan perunggu.
Raihan itu terasa semakin istimewa karena mampu menempatkan Kepri di atas sejumlah provinsi yang selama ini dikenal memiliki tradisi kuat dalam olahraga panahan, seperti Jawa Timur, Kalimantan Timur, dan Banten.
Prestasi tersebut menjadi buah dari proses panjang pembinaan atlet usia muda yang dilakukan secara berkesinambungan.
Di balik setiap anak panah yang melesat tepat ke sasaran, terdapat latihan yang melelahkan, pengorbanan waktu, serta kerja sama erat antara atlet, pelatih, orang tua, dan pengurus cabang olahraga.
Ketua Umum Pengprov Perpani Kepri, Abdul Razak, menyampaikan apresiasi atas perjuangan seluruh atlet dan tim pelatih yang mampu membawa nama Kepri bersaing di papan atas nasional.
Menurutnya, posisi enam besar merupakan hasil dari kerja keras yang harus terus dipertahankan hingga seluruh pertandingan berakhir. Bahkan perolehan medali meningkatkan dibandingkan kejurnas 2025, lalu.
Ia berharap para atlet tetap menjaga fokus, kondisi fisik, dan mental bertanding agar mampu menambah koleksi medali sekaligus mempertahankan posisi yang telah diraih.
Sambungan, ada beberapa atlet Junior, kini akan dipersiapkan untuk mengikuti kejurnas tingkat senior. Perolehan ini tidak luput karena Training centre berjalan dengan baik. TC sendiri berjalan selama dua bulan.
Sementara itu, Jawa Tengah masih memimpin klasemen sementara dengan koleksi 14 emas, 11 perak, dan 20 perunggu. Jawa Barat berada di posisi kedua, disusul DKI Jakarta di peringkat ketiga, kemudian Daerah Istimewa Yogyakarta di posisi keempat. Tepat di belakang mereka berdiri Kepri sebagai salah satu kekuatan baru panahan nasional.
“Atlet panahan Kepri yang paling banyak mengirimkan jumlah atlet di luar pulau Jawa,” bebernya.
Sementara itu, i Ketua Umum KONI Kepri, Usep RS. Ia menilai capaian para atlet muda tersebut menunjukkan bahwa pembinaan olahraga di Kepulauan Riau berjalan ke arah yang tepat dan mulai menghasilkan prestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Baginya, Kejurnas bukanlah garis akhir, melainkan bagian dari perjalanan panjang menuju target yang lebih besar. Atlet-atlet muda yang kini bersinar di tingkat junior diharapkan terus dipoles agar mampu tampil pada level yang lebih tinggi, termasuk menjadi tulang punggung Kepri menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) NTB–NTT 2028.
Keberhasilan ini sekaligus memberikan harapan baru bagi dunia olahraga Kepulauan Riau. Di tengah keterbatasan sebagai provinsi kepulauan, Kepri mampu membuktikan bahwa prestasi tidak hanya ditentukan oleh besarnya daerah atau banyaknya fasilitas, tetapi juga oleh kesungguhan dalam membina talenta muda.
Kini, setiap medali yang diraih bukan hanya menjadi kebanggaan atlet dan keluarga mereka, tetapi juga menjadi simbol bahwa Kepri terus melahirkan generasi olahraga yang siap mengharumkan nama daerah di pentas nasional, bahkan membuka jalan menuju arena internasional.
Panahan Kepri telah menunjukkan arah yang jelas. Tinggal bagaimana semangat, pembinaan, dan dukungan terus dijaga agar anak-anak panah dari Bumi Segantang Lada dapat melesat semakin jauh, menembus sasaran prestasi yang lebih tinggi di masa depan. (bs)


