BATAM

Kalam Batam, Menjaga Persaudaraan Para Perintis untuk Masa Depan Kota

Kalam Batam, Menjaga Persaudaraan Para Perintis untuk Masa Depan Kota.f-ist

BATAM – Ada satu hal yang tak lekang dimakan waktu: persahabatan yang dibangun dari perjalanan panjang bersama.

Nilai itulah yang terus dijaga Perkumpulan Kawan Lama (Kalam) Batam, sebuah organisasi yang menjadi tempat berhimpunnya para tokoh lintas profesi yang pernah menjadi bagian penting dalam pembangunan Kota Batam.

Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, Kalam memilih tetap berpijak pada semangat kebersamaan.

Organisasi ini bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan ruang untuk merawat silaturahmi, bertukar gagasan, dan melanjutkan pengabdian bagi daerah yang telah menjadi rumah bersama.

Bagi salah seorang pendiri Kalam, Prof. Dr. Soerya Respationo, kekuatan organisasi tidak hanya terletak pada struktur kepengurusan, tetapi juga pada ikatan kekeluargaan yang telah terjalin selama puluhan tahun.

Menurutnya, Kalam lahir dari rasa saling mengenal, saling menghormati, dan saling mendukung. Karena itu, perbedaan pandangan maupun dinamika organisasi tidak boleh menjadi alasan renggangnya hubungan antarsesama anggota.

Semangat tersebut tercermin dari keberagaman yang ada di dalam Kalam. Para anggotanya berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pengusaha, akademisi, politisi, mantan pejabat BP Batam dan Pemerintah Kota Batam, birokrat, hingga tokoh masyarakat.

Perbedaan pengalaman justru menjadi kekuatan yang memperkaya perspektif dalam memberikan kontribusi bagi pembangunan Batam.

Kesadaran untuk terus menjaga eksistensi organisasi menjadi salah satu agenda penting dalam rapat pengurus yang dipimpin Ketua Umum Hermanto M. Noor bersama Sekretaris Jenderal Irsafwin Chaniago.

Pertemuan yang juga dihadiri sejumlah pengurus dan anggota, seperti Drs. Buralimar, M.Si., Edi R. Surbakti, Ir. Manjit Singh, Sarbini, SH, Junaidi, ST, Bambang W., dan Socrates itu menghasilkan keputusan strategis berupa restrukturisasi kepengurusan.

Langkah tersebut diambil sebagai upaya memperkuat organisasi setelah beberapa tahun terakhir menghadapi berbagai tantangan, terutama dampak pandemi Covid-19 yang membatasi aktivitas organisasi serta berkurangnya keaktifan sebagian pengurus.

Restrukturisasi juga menjadi tindak lanjut dari hasil rapat Dewan Pendiri yang sebelumnya telah membahas arah pembinaan organisasi.

Sebagai bagian dari proses tersebut, para anggota menyepakati perpanjangan masa bakti Ketua Umum dengan mandat menyusun kepengurusan baru untuk periode 2026–2030.

Susunan kepengurusan hasil restrukturisasi nantinya akan disahkan melalui Surat Keputusan Dewan Pendiri sebagai landasan resmi menjalankan roda organisasi.

Lebih dari sekadar melakukan pembenahan internal, Kalam menyadari bahwa organisasi ini memiliki modal sosial yang sangat besar.

Anggotanya adalah orang-orang yang ikut menyaksikan bahkan terlibat langsung dalam perjalanan Batam, dari kota industri yang terus bertumbuh hingga menjadi salah satu kawasan strategis nasional.

Pengalaman panjang tersebut menjadi aset berharga untuk terus menyumbangkan pemikiran, menjaga nilai-nilai sejarah, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Ketua Umum Kalam, Hermanto M. Noor, menegaskan bahwa amanah memimpin organisasi akan dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan semangat kebersamaan.

Ia berharap seluruh pengurus dan anggota terus menjaga kekompakan agar Kalam semakin produktif serta memberi manfaat nyata, tidak hanya bagi anggotanya tetapi juga bagi masyarakat Batam.

Pandangan ke depan pun mulai disiapkan. Kalam berencana memperluas keanggotaan dengan membuka ruang bagi warga Batam yang telah menetap sejak tahun 1995 dan 2000.

Bersamaan dengan itu, organisasi juga mulai membangun regenerasi melalui pelibatan generasi muda agar semangat persaudaraan, pengabdian, dan kecintaan terhadap Batam terus hidup dari generasi ke generasi.

Di tengah berbagai dinamika pembangunan, Kalam ingin tetap menjadi rumah besar bagi mereka yang percaya bahwa kemajuan sebuah kota bukan hanya dibangun oleh infrastruktur, tetapi juga oleh persaudaraan yang kokoh, pengalaman yang dibagikan, serta kepedulian yang terus diwariskan.

Dengan semangat itulah, Kalam Batam berharap dapat terus merajut kebersamaan, menguatkan silaturahmi, dan mengabdi bagi masa depan Kota Batam. (bs)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *