FIBA 3×3 Challenger Sukses Digelar, Batam Kian Mantap Menuju Pusat Sport Tourism Dunia

BATAM – Sorak sorai penonton yang memenuhi Dataran Engku Putri, Batam Centre, menjadi penutup manis penyelenggaraan FIBA 3×3 Challenger 2026.
Bukan sekadar menyaksikan pertandingan basket kelas dunia, masyarakat Batam turut menjadi saksi semakin kokohnya posisi kota ini sebagai destinasi olahraga internasional yang diperhitungkan.
Keberhasilan menjadi tuan rumah turnamen bergengsi tersebut menjadi bukti bahwa Batam tidak hanya unggul sebagai kawasan industri dan investasi, tetapi juga memiliki kapasitas untuk menggelar ajang olahraga berstandar internasional.
Prosesi penutupan berlangsung meriah dengan pemukulan alat musik tradisional kompang oleh Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam Amsakar Achmad, bersama Sekretaris Jenderal DPP Perbasi Nirmala Dewi, serta jajaran FIBA dan Perbasi. Sentuhan budaya Melayu dalam seremoni penutupan menghadirkan kesan khas Batam di hadapan komunitas basket dunia.
FIBA 3×3 Challenger merupakan salah satu kompetisi penting dalam kalender basket internasional.
Turnamen ini menjadi jalur bagi tim-tim profesional untuk meraih tiket menuju FIBA 3×3 World Tour Masters, level tertinggi dalam kompetisi basket 3×3 dunia. Kehadiran ajang tersebut di Batam menjadi pengakuan atas kesiapan kota ini memenuhi standar penyelenggaraan internasional.
Dalam sambutannya, Amsakar Achmad menyampaikan apresiasi kepada FIBA, Perbasi, panitia, dan seluruh atlet yang telah menyukseskan turnamen.
Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada Batam merupakan momentum strategis untuk memperkuat citra kota sebagai destinasi sport tourism di kawasan regional maupun internasional.
“Atas nama Pemerintah Kota Batam dan BP Batam, saya mengucapkan terima kasih kepada FIBA dan Perbasi yang telah mempercayai Batam sebagai tuan rumah penyelenggaraan kejuaraan internasional ini,” ujarnya.
Bagi Amsakar, penyelenggaraan event olahraga internasional bukan hanya menghadirkan pertandingan berkualitas, tetapi juga memberi dampak ekonomi yang luas. Hotel, restoran, transportasi, pelaku UMKM, hingga sektor pariwisata ikut merasakan manfaat dari kedatangan atlet, ofisial, dan wisatawan dari berbagai negara.
Karena itu, Pemerintah Kota Batam berkomitmen menjadikan olahraga sebagai salah satu motor penggerak pariwisata.
Berbagai event internasional akan terus diupayakan hadir di Batam guna memperkuat daya saing kota di tingkat global.
Optimisme tersebut mendapat dukungan dari Sekretaris Jenderal DPP Perbasi, Nirmala Dewi. Ia mengaku terkesan dengan kesiapan Batam yang untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah FIBA 3×3 Challenger maupun Women’s Series.
Menurutnya, kualitas venue, penyelenggaraan, serta dukungan masyarakat mampu memenuhi standar internasional.
Bahkan, ia menilai Batam tidak kalah dibandingkan kota-kota penyelenggara di negara lain.
Antusiasme masyarakat yang tinggi selama turnamen berlangsung menjadi modal penting agar Batam kembali dipercaya menggelar kompetisi serupa pada tahun-tahun mendatang.
Keberhasilan FIBA 3×3 Challenger 2026 pun menjadi lebih dari sekadar sukses sebuah turnamen. Ajang ini menjadi etalase yang menunjukkan kesiapan Batam sebagai kota internasional yang mampu memadukan olahraga, pariwisata, budaya, dan ekonomi dalam satu panggung.
Dengan dukungan infrastruktur yang terus berkembang serta pengalaman menggelar berbagai event dunia, langkah Batam menuju pusat sport tourism Indonesia dan Asia Tenggara semakin nyata. (bs)


