TANJUNGPINANG

Kepri Bersiap Sambut SERUNI KMP, Hari Anak Nasional 2026 Jadi Momentum

TANJUNGPINANG – Kepedulian bagi Generasi Emas
Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) bukan sekadar seremoni tahunan. Di balik perayaan itu, tersimpan komitmen untuk memastikan setiap anak Indonesia tumbuh sehat, terlindungi, dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan terbaik.

Komitmen itulah yang tengah dipersiapkan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menjelang kunjungan Solidaritas Perempuan untuk Indonesia Kabinet Merah Putih (SERUNI KMP) pada 23–24 Juli 2026.

Kehadiran Ketua Umum SERUNI KMP, Selvi Ananda, bersama rombongan diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan perhatian terhadap hak-hak anak.

Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Misni, memastikan seluruh perangkat daerah telah bergerak melakukan koordinasi agar setiap agenda kunjungan dapat berlangsung aman, tertib, dan sukses.

“Kami siap mendukung dan menyukseskan kunjungan Ibu Selvi Ananda beserta rombongan SERUNI KMP di Provinsi Kepulauan Riau. Seluruh perangkat daerah terkait telah berkoordinasi agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik,” ujar Misni.

Kesiapan tersebut menunjukkan bahwa Pemerintah Provinsi Kepri tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga ingin menjadikan Hari Anak Nasional sebagai ruang edukasi, pelayanan, dan kebahagiaan bagi anak-anak.
Pusat kemeriahan akan berlangsung di kawasan Tugu Sirih, Gurindam 12, Tanjungpinang.

Lokasi yang selama ini menjadi ikon ruang publik ibu kota provinsi akan disulap menjadi arena bermain sekaligus belajar bagi anak-anak melalui kegiatan Main Raya Hari Anak Nasional 2026.

Berbagai permainan edukatif disiapkan agar anak-anak dapat menikmati suasana yang menyenangkan. Namun lebih dari itu, pemerintah juga menghadirkan berbagai layanan publik yang menyentuh kebutuhan dasar anak.

Di lokasi kegiatan akan tersedia Pojok Posyandu, yang memberikan edukasi mengenai kesehatan dan tumbuh kembang anak, serta layanan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA) dan berbagai administrasi kependudukan lainnya.

Melalui pendekatan tersebut, Hari Anak Nasional tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Misni berharap para orang tua memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperoleh berbagai layanan sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya kesehatan dan perlindungan anak sejak usia dini.
Rangkaian kunjungan SERUNI KMP tidak berhenti di Tanjungpinang.

Usai menghadiri Main Raya HAN, rombongan dijadwalkan mengunjungi Gedung Dekranasda Provinsi Kepulauan Riau sebelum melanjutkan perjalanan ke Pantai Dugong, Trikora, Kabupaten Bintan.

Di lokasi tersebut akan dilaksanakan kegiatan transplantasi terumbu karang, pelepasan tukik, dan Deklarasi Laut Bebas Sampah. Kegiatan ini menjadi simbol bahwa membangun masa depan anak juga berarti menjaga lingkungan yang akan mereka warisi.

Pesan yang dibangun sangat jelas. Anak-anak berhak tumbuh di lingkungan yang sehat, laut yang lestari, dan alam yang tetap terjaga.

Agenda kunjungan kemudian berlanjut pada hari berikutnya dengan mengunjungi Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Batam yang berada di Kabupaten Bintan.

Kunjungan ini menjadi bentuk perhatian terhadap anak-anak yang sedang menjalani pembinaan agar tetap memperoleh hak untuk berkembang dan mendapatkan masa depan yang lebih baik.

Selanjutnya, rombongan akan mengunjungi Pulau Penyengat, pulau bersejarah yang menjadi salah satu ikon kebudayaan Melayu di Kepulauan Riau.

Kehadiran SERUNI KMP di pulau tersebut sekaligus memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya Kepri kepada para tamu dari tingkat nasional.

Bagi Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, kunjungan ini memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar agenda seremonial.

Momentum tersebut menjadi kesempatan untuk menunjukkan kesiapan daerah dalam memberikan pelayanan terbaik sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan generasi emas Indonesia.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi perempuan, dan masyarakat, peringatan Hari Anak Nasional 2026 diharapkan mampu menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak memperoleh perlindungan, pendidikan, kesehatan, serta lingkungan yang aman untuk tumbuh dan berkembang.

Sebab, membangun masa depan bangsa sejatinya dimulai dari memastikan setiap anak hari ini mendapatkan perhatian, kasih sayang, dan kesempatan yang sama untuk menggapai cita-citanya. (bs)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *