Menanti Terangnya Lampu dan Mengalirnya Air, Harapan Warga PKJ Menggema di DPRD Batam

BATAM – Bagi sebagian besar masyarakat perkotaan, menyalakan lampu atau membuka keran air merupakan hal yang sederhana. Namun bagi sejumlah warga di Kavling Putra Keamoring Jaya (PKJ), Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Sagulung, akses terhadap dua kebutuhan dasar tersebut masih menjadi harapan yang terus diperjuangkan.
Harapan itu kembali disuarakan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang digelar Komisi III DPRD Kota Batam. Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat DPRD Kota Batam tersebut menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi terkait pemasangan aliran listrik dan layanan air bersih Air Batam Hilir (ABH).
Suasana diskusi berlangsung serius namun penuh harapan. Di satu sisi, masyarakat menginginkan kepastian atas kebutuhan dasar yang selama ini mereka nantikan.
Di sisi lain, berbagai instansi terkait berupaya menjelaskan kondisi dan mekanisme yang harus ditempuh untuk merealisasikan layanan tersebut.
RDPU dipimpin Ketua Komisi III DPRD Kota Batam, Muhammad Rudi, ST, bersama anggota komisi lainnya. Hadir pula perwakilan Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertamanan (Perkimtan) Kota Batam, Direktorat Pengelolaan Lahan BP Batam, PLN, Air Batam Hilir (ABH), Camat Sagulung, Lurah Sei Lekop, serta perwakilan masyarakat.
Bagi Muhammad Rudi, persoalan ini bukan sekadar urusan teknis. Listrik dan air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang menentukan kualitas hidup masyarakat.
Di era modern saat ini, listrik menjadi penopang berbagai aktivitas, mulai dari belajar, bekerja, hingga menjalankan usaha kecil di rumah.
Sementara air bersih merupakan kebutuhan utama yang berkaitan langsung dengan kesehatan dan kehidupan sehari-hari.
Karena itu, Komisi III berupaya mempertemukan seluruh pihak yang berkepentingan agar solusi dapat dicari bersama dan tidak berlarut-larut.
“Kami berharap RDPU ini menjadi wadah untuk menemukan jalan keluar terbaik. Hak masyarakat untuk mendapatkan akses air bersih dan penerangan listrik harus menjadi perhatian bersama,” ujar Muhammad Rudi.
Dalam forum tersebut, warga menyampaikan berbagai kendala yang mereka alami. Mulai dari proses administrasi, keterbatasan jaringan layanan, hingga berbagai persoalan teknis yang menghambat pemasangan fasilitas dasar di lingkungan mereka.
Meski demikian, pertemuan tersebut juga menghadirkan optimisme. Setiap instansi diberikan kesempatan untuk menjelaskan kondisi di lapangan serta langkah-langkah yang dapat dilakukan guna mempercepat penyelesaian persoalan.
Bagi warga PKJ, kehadiran DPRD sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah menjadi angin segar.
Mereka berharap hasil RDPU tidak berhenti pada pembahasan semata, melainkan berlanjut menjadi tindakan nyata yang mampu menghadirkan perubahan.
Lebih dari sekadar rapat, RDPU ini menjadi cerminan bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang gedung megah, jalan lebar, atau investasi besar. Pembangunan juga tentang memastikan setiap warga mendapatkan hak dasar yang layak, termasuk akses terhadap listrik dan air bersih.
Melalui koordinasi yang lebih kuat antara DPRD, pemerintah daerah, BP Batam, PLN, dan Air Batam Hilir, masyarakat berharap penantian panjang tersebut segera berakhir.
Sebab bagi mereka, lampu yang menyala dan air yang mengalir bukan hanya fasilitas, melainkan simbol hadirnya pelayanan dan perhatian negara kepada rakyatnya.
Kini, harapan itu telah disampaikan. Tinggal menunggu langkah nyata agar kebutuhan dasar masyarakat di Kavling Putra Keamoring Jaya benar-benar dapat terpenuhi, sehingga warga dapat menjalani kehidupan yang lebih nyaman, sehat, dan sejahtera. (bs)


