BATAM

Menjaga Setetes Harapan untuk Masa Depan Batam

BATAM – Di tengah laju pertumbuhan investasi dan industri yang terus meningkat, Batam menghadapi tantangan yang tidak dimiliki banyak daerah lain di Indonesia: keterbatasan sumber daya air.

Tidak memiliki sungai besar maupun kawasan hutan yang luas, kebutuhan air bersih Batam sepenuhnya bergantung pada curah hujan yang ditampung di delapan waduk yang tersebar di berbagai wilayah..

Kondisi tersebut menjadi alasan kuat bagi BP Batam untuk terus mencari solusi jangka panjang yang mampu menjamin ketahanan air sekaligus menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi..

Langkah itu diwujudkan melalui kerja sama strategis antara Badan Pengusahaan Batam dan Badan Riset dan Inovasi Nasional dalam pemanfaatan riset dan inovasi serta pengkajian pembangunan Batam Science and Technology Park.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama yang berlangsung di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, menjadi simbol bahwa pembangunan Batam ke depan tidak hanya bertumpu pada investasi dan infrastruktur fisik, tetapi juga pada kekuatan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan BP Batam, Sudirman Saad, menegaskan bahwa ketahanan air merupakan isu yang sangat vital bagi keberlangsungan Batam sebagai kawasan industri dan investasi unggulan nasional.

Menurutnya, dengan ketergantungan penuh pada air hujan, pengelolaan sumber daya air tidak bisa lagi dilakukan dengan cara konvensional. Inovasi, digitalisasi, serta penguatan pengelolaan daerah tangkapan air menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda..

Kerja sama dengan BRIN diharapkan mampu menghadirkan pendekatan ilmiah dan teknologi yang lebih modern dalam menjaga ketersediaan air bagi masyarakat dan dunia usaha.

Lebih dari sekadar urusan air, kolaborasi ini juga membuka ruang pengembangan berbagai sektor strategis lainnya. Mulai dari energi berkelanjutan, teknologi sirkular, industri maritim ramah lingkungan, hingga pengembangan industri hijau yang kini menjadi arah pembangunan global.

Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, R. Hendrian, menilai bahwa potensi Batam sangat besar untuk menjadi laboratorium pembangunan berbasis inovasi.

Berbagai hasil penelitian yang selama ini dikembangkan BRIN diharapkan dapat diterapkan secara nyata dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat maupun sektor industri.

Kolaborasi tersebut juga disusun secara terukur. Direktur Kemitraan Riset dan Inovasi BRIN, Asep Riswoko, menjelaskan bahwa kerja sama ini melibatkan tujuh riset dari lima pusat riset BRIN serta tiga unit teknis BP Batam.

Sebanyak sepuluh aktivitas dari enam topik utama telah dirancang untuk dilaksanakan selama tiga tahun mendatang melalui peta jalan yang disusun secara bertahap.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa riset tidak lagi berhenti pada tataran akademik, melainkan diarahkan untuk menghasilkan solusi yang dapat diterapkan langsung guna mendukung pembangunan kawasan.

Sementara itu, Kepala BRIN, Arif Satria, melihat kerja sama ini sebagai upaya penting untuk menjembatani kesenjangan antara hasil penelitian dan kebutuhan industri.

Selama ini banyak inovasi yang berhenti di laboratorium tanpa sempat dimanfaatkan secara luas. Melalui kemitraan dengan BP Batam, hasil-hasil riset diharapkan dapat bertransformasi menjadi teknologi dan kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus menarik investasi baru.

Bagi Batam, kolaborasi ini menjadi langkah strategis menuju masa depan yang lebih berkelanjutan. Di tengah tantangan perubahan iklim, meningkatnya kebutuhan air, serta tuntutan industri yang semakin kompetitif, riset dan inovasi menjadi fondasi penting dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Dari waduk-waduk yang menampung air hujan hingga kawasan industri yang terus berkembang, Batam kini menegaskan bahwa masa depan tidak hanya dibangun dengan beton dan baja, tetapi juga dengan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang memberi solusi bagi generasi mendatang. (adv,)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *