TANJUNGPINANG

Gurindam 12 Bersolek, Sinergi Pemprov Kepri dan Kemenpar RI Menata Wajah Baru Pariwisata Tanjungpinang

Gurindam 12 Bersolek, Sinergi Pemprov Kepri dan Kemenpar RI Menata Wajah Baru Pariwisata Tanjungpinang.f-batamtv

TANJUNGPINANG- Di tepian laut yang menjadi saksi perjalanan panjang peradaban Melayu, Kawasan Gurindam 12 terus tumbuh sebagai wajah baru Kota Tanjungpinang.

Ruang publik yang ramai dikunjungi masyarakat ini kini memasuki babak baru melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Langkah itu ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pinjam pakai lahan seluas 6.643 meter persegi di Kawasan Gurindam 12.

Penandatanganan dilakukan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Misni, bersama Sekretaris Kementerian Pariwisata RI, Bayu Aji, di Gedung Dekranasda Provinsi Kepulauan Riau, Jumat (19/6).

Lebih dari sekadar kerja sama administrasi, kesepakatan tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk membangun kawasan yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi, budaya, dan pariwisata yang berkelanjutan.

Bagi masyarakat Tanjungpinang, Gurindam 12 bukan sekadar ruang terbuka di tepi pantai.

Kawasan ini telah menjadi tempat berkumpul keluarga, lokasi berbagai kegiatan seni dan budaya, hingga destinasi favorit wisatawan yang ingin menikmati panorama laut dengan nuansa khas Melayu.

Karena itu, penataan kawasan menjadi kebutuhan penting agar ikon ibu kota Provinsi Kepulauan Riau tersebut semakin nyaman, tertata, dan memiliki daya saing sebagai destinasi wisata perkotaan.

Sekdaprov Kepri Misni menegaskan bahwa posisi strategis Kepulauan Riau yang berada di jalur perdagangan internasional dan berbatasan langsung dengan sejumlah negara ASEAN merupakan modal besar untuk mengembangkan sektor pariwisata.

Potensi kemaritiman, sejarah, budaya Melayu, dan ekonomi kreatif menjadi kekuatan yang harus terus diperkuat melalui pembangunan kawasan yang berkualitas dan ramah bagi masyarakat maupun wisatawan.

Menurutnya, pengembangan pariwisata tidak hanya berbicara tentang destinasi, tetapi juga menyangkut kualitas amenitas, aksesibilitas, penataan ruang publik, hingga pemberdayaan pelaku ekonomi kreatif yang tumbuh di sekitarnya.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terus menempatkan sektor pariwisata sebagai salah satu motor penggerak ekonomi daerah melalui pembangunan infrastruktur, pengembangan destinasi prioritas, penyelenggaraan berbagai event nasional dan internasional, serta promosi digital yang semakin masif.

Kolaborasi dengan pemerintah pusat, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat juga terus diperluas agar pembangunan pariwisata berjalan secara inklusif dan memberikan manfaat yang merata.

Optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Data menunjukkan sektor pariwisata Kepri terus mengalami pertumbuhan positif.

Pada April 2026, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 147.053 orang atau meningkat hampir 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara secara kumulatif sepanjang Januari hingga April 2026, jumlah kunjungan wisatawan asing mencapai lebih dari 626 ribu orang, meningkat hampir 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Angka-angka itu menjadi bukti bahwa Kepulauan Riau semakin dipercaya sebagai salah satu pintu masuk wisata Indonesia yang memiliki daya tarik internasional.

Di sisi lain, Kementerian Pariwisata RI melihat potensi tersebut sebagai peluang besar yang harus terus didukung melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah.

Sekretaris Kementerian Pariwisata RI, Bayu Aji, menilai Kepulauan Riau memiliki posisi strategis untuk berkembang menjadi destinasi unggulan nasional maupun internasional.

Karena itu, pembangunan kawasan seperti Gurindam 12 harus dilakukan secara terencana agar mampu meningkatkan kualitas destinasi sekaligus memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.

Harapan besar pun disematkan pada wajah baru Gurindam 12. Kawasan ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang publik yang tertib, aman, nyaman, bersih, dan estetis, tetapi juga menjadi pusat interaksi sosial yang inklusif, penggerak ekonomi masyarakat, serta etalase budaya Melayu yang membanggakan.

Di tengah geliat pembangunan pariwisata Kepulauan Riau, penataan Gurindam 12 menjadi pengingat bahwa sebuah kota tidak hanya dibangun dengan beton dan infrastruktur, tetapi juga dengan identitas, kolaborasi, dan visi jangka panjang.

Ketika pemerintah pusat dan daerah berjalan beriringan, kawasan yang dahulu hanya menjadi ruang publik dapat bertransformasi menjadi simbol kemajuan daerah tempat di mana budaya, ekonomi, dan pariwisata bertemu dalam harmoni, menyambut masa depan Kepulauan Riau yang semakin berdaya saing di kancah nasional maupun internasional.(bs)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *