PNBP Meningkat, Infrastruktur Bergerak: Fondasi Baru Pertumbuhan Ekonomi Batam

BATAM – Di balik angka-angka dalam laporan keuangan, tersimpan gambaran tentang bagaimana sebuah kawasan terus bergerak menuju pertumbuhan. Bagi Batam, meningkatnya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) bukan sekadar capaian fiskal, melainkan sinyal bahwa aktivitas investasi dan ekonomi semakin hidup.
Hingga 15 Juni 2026, BP Batam membukukan realisasi PNBP sebesar Rp899,23 miliar atau 36,73 persen dari target tahunan.
Angka tersebut tumbuh hampir 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menunjukkan kepercayaan dunia usaha terhadap Batam terus menguat.
Peningkatan itu berjalan seiring dengan percepatan belanja pemerintah. Realisasi belanja BP Batam mencapai Rp546,75 miliar atau meningkat 19,64 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Artinya, dana yang dihimpun tidak hanya tersimpan di kas, tetapi mulai diterjemahkan menjadi program pembangunan dan pelayanan yang manfaatnya dirasakan masyarakat.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menilai pertumbuhan PNBP menjadi indikator bahwa iklim investasi di Batam semakin kondusif. Kepercayaan investor yang terus meningkat menjadi modal penting untuk memperkuat posisi Batam sebagai salah satu kawasan ekonomi strategis nasional.
Namun, tantangan pembangunan tidak berhenti pada kemampuan menghimpun pendapatan.
. Yang lebih penting adalah bagaimana anggaran tersebut digunakan secara efektif agar mampu menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas.
Karena itu, bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, Amsakar mengusulkan rekomposisi anggaran tahun 2027 dengan mengalihkan sebagian belanja dukungan manajemen menuju program pengembangan kawasan strategis.
Langkah ini mencerminkan perubahan orientasi kebijakan, dari belanja administratif menuju belanja yang lebih produktif dan berdampak langsung bagi masyarakat serta dunia usaha.
Dana yang dialihkan akan difokuskan untuk pembangunan infrastruktur dasar yang selama ini menjadi kebutuhan utama kawasan.
Mulai dari pengembangan sumber daya air dan jaringan distribusi air minum, pembangunan instalasi pengolahan air limbah dan pengelolaan limbah B3, hingga peningkatan konektivitas melalui pembangunan jalan dan sistem drainase.
Infrastruktur tersebut merupakan fondasi utama bagi pertumbuhan investasi. Investor tidak hanya mempertimbangkan insentif fiskal, tetapi juga kepastian layanan dasar yang mampu menunjang keberlangsungan aktivitas industri dan bisnis.
Di tengah persaingan kawasan ekonomi di Asia Tenggara, Batam membutuhkan infrastruktur yang modern dan andal agar tetap menjadi pilihan utama bagi investor.
Ketersediaan air bersih, jalan yang memadai, sistem lingkungan yang baik, serta pelayanan publik yang efisien menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing kawasan.
Dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI, BP Batam juga memaparkan pagu indikatif tahun 2027 sebesar Rp2,437 triliun yang seluruhnya berasal dari skema pembiayaan PNBP.
Kondisi ini menunjukkan semakin besarnya kemampuan Batam membiayai pembangunan melalui pendapatan yang dihasilkan sendiri.
Konsep tersebut sekaligus menggambarkan kemandirian fiskal yang semakin kuat, di mana pertumbuhan ekonomi menghasilkan penerimaan negara, dan penerimaan tersebut kembali diinvestasikan untuk mempercepat pembangunan kawasan.
.
Bagi masyarakat, dampaknya akan terasa dalam bentuk infrastruktur yang lebih baik, pelayanan publik yang semakin berkualitas, serta terbukanya peluang kerja baru seiring masuknya investasi.
Sementara bagi pelaku usaha, percepatan pembangunan akan menekan biaya logistik, meningkatkan efisiensi operasional, dan menciptakan kepastian berusaha yang menjadi salah satu faktor utama dalam pengambilan keputusan investasi..
Pada akhirnya, keberhasilan BP Batam tidak hanya diukur dari besarnya PNBP yang berhasil dikumpulkan, tetapi juga dari sejauh mana setiap rupiah yang dikelola mampu mendorong pembangunan, memperkuat daya saing kawasan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ketika penerimaan meningkat dan anggaran diarahkan untuk pembangunan yang produktif, Batam sedang membangun fondasi ekonomi yang lebih kokoh bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk masa depan sebagai kawasan investasi berkelas dunia. (adv)


