Uncategorized

Dari Ruang Rapat ke Lapangan: Saat Penanganan Banjir Batam Dijawab dengan Aksi Nyata

Dari Ruang Rapat ke Lapangan: Saat Penanganan Banjir Batam Dijawab dengan Aksi Nyata.f-ist

BATAM – Banjir tidak pernah datang dengan undangan. Ketika hujan deras mengguyur Kota Batam, genangan air dalam hitungan menit dapat menghambat aktivitas warga, melumpuhkan arus lalu lintas, hingga mengganggu roda perekonomian.

Karena itu, penanganan banjir tidak cukup hanya dibahas di balik meja rapat. Ia membutuhkan kehadiran langsung di lapangan, melihat persoalan dari dekat, dan mencari solusi berdasarkan kondisi nyata..

Semangat itulah yang ditunjukkan Badan Pengusahaan (BP) Batam. Hanya sehari setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, tim BP Batam langsung bergerak menyisir 11 titik rawan banjir di berbagai wilayah Kota Batam.

Langkah cepat tersebut menjadi gambaran bahwa setiap masukan yang disampaikan dalam forum resmi tidak berhenti sebagai catatan administrasi, tetapi diterjemahkan menjadi aksi konkret.

Dipimpin Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, bersama Direktur Pembangunan Infrastruktur Wulung Wardhana, peninjauan dilakukan dengan menggandeng Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air serta para camat di wilayah terdampak.

Kolaborasi ini menjadi penting karena persoalan banjir bukan hanya soal saluran air yang tersumbat, tetapi berkaitan dengan tata ruang, pertumbuhan kawasan, perubahan aliran air, hingga pembangunan yang terus berkembang pesat.

Sebelas titik yang disisir tersebar di sejumlah kawasan strategis, mulai dari Orchard Park Batam Kota, Kampung Jabi, SDN 010 Nongsa, Sekupang, Batu Aji, Sagulung, hingga kawasan depan Panbil Industrial Estate yang kerap mengalami genangan saat hujan dengan intensitas tinggi.

Setiap lokasi memiliki karakteristik yang berbeda. Ada yang membutuhkan normalisasi drainase, ada yang memerlukan pelebaran saluran, sementara beberapa kawasan membutuhkan evaluasi menyeluruh terhadap sistem aliran air yang sudah tidak lagi mampu menampung debit hujan.

Pendekatan berbasis fakta lapangan inilah yang dinilai menjadi langkah awal untuk menghadirkan solusi yang tepat sasaran.

Batam saat ini tumbuh sebagai salah satu pusat industri dan investasi terbesar di Indonesia.

Kawasan permukiman baru terus berkembang, pusat ekonomi semakin meluas, dan aktivitas masyarakat meningkat dari tahun ke tahun.

Namun di balik pertumbuhan tersebut, tantangan pembangunan infrastruktur juga semakin kompleks. Sistem drainase yang dahulu memadai, kini di beberapa titik harus beradaptasi dengan perubahan tata guna lahan dan peningkatan limpasan air hujan.

Dalam RDP sehari sebelumnya, Komisi VI DPR RI mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi harus berjalan beriringan dengan kesiapan infrastruktur dasar agar pembangunan tetap berkelanjutan.

BP Batam merespons pesan itu dengan tindakan cepat. Instruksi Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menekankan bahwa setiap aspirasi masyarakat maupun masukan legislatif harus segera diwujudkan dalam langkah nyata..

Pesan tersebut mencerminkan paradigma baru pelayanan publik, bahwa solusi terbaik lahir ketika pemerintah hadir langsung di tengah persoalan yang dihadapi masyarakat.

Melalui peninjauan bersama ini, berbagai skema penanganan mulai disusun, mulai dari normalisasi saluran air, peningkatan kapasitas drainase, evaluasi pola aliran, hingga penguatan koordinasi lintas instansi.

Semua itu bermuara pada satu tujuan, yakni menciptakan Kota Batam yang lebih tangguh menghadapi perubahan cuaca dan mampu mendukung aktivitas ekonomi tanpa terganggu oleh persoalan banjir.

Bagi masyarakat, langkah cepat ini memberikan harapan bahwa keluhan yang selama ini disampaikan mendapat perhatian serius.

Sementara bagi dunia usaha dan investor, infrastruktur yang semakin andal menjadi modal penting untuk menjaga iklim investasi tetap kondusif.

Pada akhirnya, penanganan banjir bukan hanya tentang mengalirkan air ke laut. Ia adalah upaya menjaga mobilitas warga, melindungi aktivitas ekonomi, dan memastikan pembangunan Batam terus melaju tanpa terhambat genangan.

Dari ruang rapat di ibu kota hingga penyisiran di lapangan, pesan yang ingin disampaikan BP Batam cukup jelas: setiap persoalan masyarakat harus dijawab dengan kerja nyata, kolaborasi, dan tindakan yang cepat.(bs)

BPBatam#

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *