Ansar Gaspol Kampung Nelayan Merah Putih, Kepri Siapkan 100 Kawasan Pesisir Modern

TANJUNGPINANG, katasiber – Langit pembangunan sektor kelautan di Provinsi Kepulauan Riau kembali diarahkan ke kampung-kampung pesisir. Di tengah hamparan laut yang mendominasi wilayah Kepri, Pemerintah Provinsi mulai mematangkan langkah besar membangun Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru masyarakat pesisir.
Komitmen itu terlihat saat Gubernur Ansar Ahmad memimpin rapat Pemenuhan Kelengkapan Persyaratan dan Pemantapan Data Usulan Pembangunan KNMP Tahun 2026 di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin (18/5).
Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura, Sekretaris Daerah Provinsi Kepri Misni, kepala OPD, serta para wali kota dan bupati se-Kepri yang mengikuti secara virtual.
Dalam pemaparannya, Sekretaris Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Ridwan Mulyana menyebut Kepri menjadi salah satu daerah yang dinilai serius mendukung program strategis nasional tersebut.
Saat ini, empat Kampung Nelayan Merah Putih telah berdiri di wilayah Kepri, terdiri dari tiga lokasi di Batam dan satu lokasi di Natuna.
“Program ini bukan hanya membangun kawasan nelayan, tetapi juga membuka pusat ekonomi baru masyarakat pesisir. Dampaknya besar terhadap peningkatan pendapatan nelayan hingga distribusi hasil tangkapan,” ujarnya.
Menurut Ridwan, pemerintah pusat menargetkan pembangunan 1.269 KNMP di seluruh Indonesia pada 2026, dengan target jangka panjang mencapai 5.000 kampung nelayan hingga 2029.
Khusus di Kepri, sebanyak 32 lokasi dinyatakan clear untuk pembangunan KNMP, sementara 20 lokasi lainnya masih menjalani proses validasi administrasi dan verifikasi lapangan.
Ridwan meminta pemerintah kabupaten dan kota segera melengkapi seluruh persyaratan agar peluang pembangunan KNMP di daerah masing-masing tidak terlewat.
Sementara itu, Gubernur Ansar Ahmad menegaskan bahwa Kepri memiliki potensi besar menjadi pusat pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih nasional.
Dengan karakter wilayah yang 98 persen terdiri dari lautan, sektor kelautan dinilai menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.
Ansar mengungkapkan, Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono bahkan meminta Kepri menyiapkan sedikitnya 100 calon Kampung Nelayan Merah Putih.
“Pak Menteri melihat Kepri sangat potensial karena wilayah kita adalah daerah kepulauan. Program ini akan sangat membantu meningkatkan standar hidup masyarakat nelayan,” kata Ansar.
Ia meminta seluruh pemerintah daerah bergerak cepat memastikan kesiapan pembangunan, mulai dari legalitas lahan milik pemerintah daerah, akses jalan, jaringan listrik, hingga ketersediaan air bersih.
Bagi Ansar, keberhasilan KNMP bukan sekadar pembangunan fisik kampung nelayan, tetapi bagaimana kawasan pesisir bisa tumbuh menjadi pusat ekonomi maritim modern yang mampu menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di tengah geliat pembangunan maritim nasional, Kepri kini bersiap menempatkan kampung nelayan bukan lagi sebagai kawasan pinggiran, melainkan beranda utama pertumbuhan ekonomi daerah. (bs)


