Dewi Kumalasari Ansar Kukuhkan YKI Batam, Ajak Masyarakat Waspadai Diabetes dan Kanker pada Anak

BATAM – Kepedulian terhadap kesehatan anak menjadi perhatian serius Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Riau sekaligus Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Provinsi Kepri, Dewi Kumalasari Ansar.
Di tengah meningkatnya kasus penyakit kronis pada usia dini, Dewi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli terhadap ancaman diabetes dan kanker pada anak.
Pesan itu disampaikannya saat mengukuhkan Pengurus Yayasan Kanker Indonesia Kota Batam periode 2026–2031 di Wyndham Panbil, Sabtu (16/5/2026).
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Seminar Awam bertema Kenali Diabetes dan Keganasan pada Anak yang menghadirkan dokter spesialis anak serta pegiat kesehatan di Kepulauan Riau.
Dalam sambutannya, Dewi menegaskan bahwa anak-anak merupakan aset masa depan bangsa yang harus dijaga kesehatannya sejak dini. Menurutnya, perubahan pola penyakit yang kini mulai menyerang anak dan remaja menjadi alarm penting bagi semua pihak.
“Anak-anak adalah harapan, cahaya, dan masa depan bangsa.
Senyum mereka adalah kebahagiaan bagi keluarga, dan kesehatan mereka adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Ia menyoroti meningkatnya kasus diabetes pada anak berdasarkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2023. Kasus terbanyak ditemukan pada kelompok usia 10 hingga 14 tahun dengan dominasi pasien anak perempuan.
Sebagian besar merupakan diabetes tipe 1, namun obesitas juga disebut menjadi faktor risiko kuat munculnya diabetes tipe 2 pada anak.
Kondisi tersebut, kata Dewi, harus menjadi perhatian serius melalui langkah pencegahan sejak dini, terutama dengan membangun pola hidup sehat dan pengendalian obesitas pada anak-anak.
Tidak hanya diabetes, Dewi juga menyinggung tingginya kasus kanker pada anak di Indonesia. Berdasarkan data IDAI tahun 2020, terdapat lebih dari 11 ribu kasus baru kanker anak setiap tahun. Leukemia menjadi jenis kanker terbanyak, disusul limfoma dan kanker otak.
Ironisnya, hanya sebagian kecil kasus yang dapat terdeteksi dan mendapatkan penanganan optimal akibat keterbatasan fasilitas kesehatan dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap gejala awal kanker pada anak.
Karena itu, Dewi mengapresiasi langkah IDAI Kepri yang menggelar seminar edukasi tersebut sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai diabetes dan kanker pada anak.
“Kami memberikan apresiasi kepada seluruh dokter spesialis anak dan tenaga kesehatan yang selama ini tidak hanya memberikan pengobatan, tetapi juga menghadirkan harapan bagi anak-anak dan kekuatan bagi orang tua yang sedang menghadapi masa sulit,” katanya.
Pada kesempatan itu, Dewi juga mengukuhkan kepengurusan baru YKI Kota Batam yang dipimpin oleh Erdawati.
Ia berharap kepengurusan baru mampu membangun sinergi bersama organisasi profesi kesehatan, termasuk IDAI, dalam menghadirkan program preventif, promotif, hingga rehabilitatif bagi masyarakat.
Menurutnya, keberadaan YKI tidak hanya menjadi tempat bagi para pejuang kanker mendapatkan dukungan dan harapan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan secara menyeluruh.
“Ini menjadi awal lahirnya semangat baru dalam memperkuat pelayanan sosial, edukasi kesehatan, dan kepedulian kemanusiaan di tengah masyarakat, khususnya di Kota Batam,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pengurus YKI Provinsi Kepri dan Kota Batam, Ketua IDAI Kepri, narasumber dr. Helmi Tri Puji Lestari dan Aman Bhakti Pulungan, perwakilan Cancer Information Support Center (CISC) Kota Batam, Changing Diabetes in Children (CIDC) Indonesia, anak-anak penyandang diabetes melitus dan penyintas kanker beserta keluarga, kader Posyandu, hingga tamu undangan lainnya. (bs)


