Dari Sedanau untuk Natuna, Pangkoarmada I Dorong Kekuatan Ekonomi Maritim Pesisir

NATUNA, katasiber – Hamparan laut biru di Pulau Sedanau, Kabupaten Natuna, tak hanya menjadi benteng terdepan Indonesia di utara negeri.
Di kawasan pesisir itu, denyut kehidupan masyarakat berjalan melalui sektor kelautan yang telah lama menjadi sumber penghidupan utama warga.
Di antara deretan keramba yang terapung di laut, budidaya ikan Napoleon tumbuh menjadi salah satu kekuatan ekonomi masyarakat pesisir.
Potensi itulah yang mendapat perhatian langsung dari Haris Bima saat melakukan kunjungan kerja ke Sentra Keramba Ikan Napoleon di Pulau Sedanau, Jumat (15/5/2026).
Didampingi Ketua Gabungan Jalasenastri Koarmada RI, Putri Haris Bima, Pangkoarmada I meninjau langsung aktivitas budidaya ikan yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi sebagian masyarakat setempat.
Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial di wilayah perbatasan.
Kehadiran Pangkoarmada I membawa pesan bahwa pembangunan kawasan maritim tidak hanya berkaitan dengan pertahanan laut, tetapi juga menyangkut kesejahteraan masyarakat yang hidup di garis depan Indonesia.
Di sela peninjauan, Haris Bima berdialog dengan para pembudidaya ikan dan masyarakat pesisir.
Ia mendengarkan langsung kondisi usaha perikanan yang dijalankan warga, mulai dari proses budidaya hingga tantangan yang dihadapi para nelayan dan pelaku usaha kelautan di Natuna.
Bagi masyarakat Sedanau, budidaya ikan Napoleon bukan sekadar pekerjaan, melainkan harapan hidup yang terus dijaga dari generasi ke generasi.
Keramba-keramba yang terapung di laut menjadi simbol ketekunan masyarakat pesisir dalam memanfaatkan kekayaan laut secara produktif.
Menurut Pangkoarmada I, wilayah Natuna memiliki potensi maritim yang sangat besar dan strategis.
Karena itu, pengelolaan sumber daya laut harus dilakukan secara bijaksana dan berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Ia menegaskan, kekuatan maritim Indonesia tidak hanya diukur dari armada dan sistem pertahanan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat pesisir dalam mengelola potensi laut secara mandiri dan berdaya saing.
Budidaya ikan Napoleon dinilai menjadi salah satu sektor yang mampu memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus mendukung ketahanan wilayah perbatasan.
Ketika ekonomi pesisir tumbuh, maka stabilitas sosial dan ketahanan kawasan juga akan semakin kuat.
Kehadiran TNI Angkatan Laut di Natuna pun diharapkan semakin mempererat hubungan dengan masyarakat.
Tidak hanya hadir menjaga kedaulatan negara di laut perbatasan, TNI AL juga ingin menjadi bagian dari upaya membangun kesejahteraan masyarakat pesisir dan pulau-pulau terdepan Indonesia.
Dari Sedanau, semangat membangun ekonomi maritim kembali ditegaskan. Laut bukan hanya ruang pertahanan, tetapi juga sumber kehidupan yang harus dijaga bersama demi masa depan masyarakat pesisir Indonesia. (bs)


