Iin Utami Pimpin RT 03, Mulyana Nahkodai RT 04/RW 16 Cahaya Garden Bengkong

BENGKONG, katasiber – Minggu pagi itu, 3 Mei 2026, suasana di Perumahan Cahaya Garden Tahap 2, Kelurahan Sadai, Kecamatan Bengkong, terasa berbeda dari biasanya.
Bukan karena pesta besar atau acara seremonial, melainkan karena hadirnya pesta demokrasi paling dekat dengan warga: pemilihan Ketua RT.
Di lingkungan yang dihuni ratusan jiwa tersebut, demokrasi tumbuh dalam bentuk yang sederhana namun hangat. Warga berdatangan sejak pagi, sebagian bersama keluarga, sebagian lagi singgah sambil menyapa tetangga.
Tawa anak-anak berpadu dengan obrolan santai para orang tua, menciptakan suasana yang akrab dan penuh kekeluargaan.
Namun di balik suasana santai itu, proses demokrasi berjalan dengan serius dan penuh antusiasme.
Dua Pemilihan, Dua Cerita
Pada sore harinya, sekitar pukul 15.00 WIB, giliran pemilihan Ketua RT 03 digelar di lokasi yang sama. Kali ini, dua sosok perempuan tampil sebagai kandidat: Iin Utami dan Masdarena Sitohang.
Kehadiran dua srikandi ini menghadirkan warna tersendiri. Bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga menjadi simbol keterbukaan ruang kepemimpinan bagi perempuan di tingkat lingkungan.
Proses penghitungan suara berlangsung cukup menegangkan.
Terjadi kejar-kejaran perolehan suara antara kedua kandidat, membuat warga yang menyaksikan turut larut dalam suasana penuh antisipasi.
Akhirnya, Iin Utami keluar sebagai pemenang dengan 65 suara, unggul atas Masdarena Sitohang yang meraih 43 suara.
Sebanyak 16 suara dinyatakan tidak sah karena kedua kandidat tercoblos dalam satu surat suara.
Sosok yang Dikenal Warga
Kemenangan Iin Utami bukan tanpa alasan. Ia dikenal aktif dalam kegiatan Posyandu serta berbagai organisasi kemasyarakatan. Kedekatannya dengan warga menjadi modal kuat dalam meraih kepercayaan.
Di sisi lain, Masdarena Sitohang juga merupakan sosok yang cukup dikenal dan memiliki kontribusi di lingkungan.
Persaingan keduanya berlangsung sehat dan penuh rasa saling menghormati.
Pemilihan Ketua RT 04/RW 16 digelar lebih dulu pada pagi hari. Dua nama yang sudah dikenal luas di lingkungan tersebut, Mulyana dan Arman Plani, maju sebagai kandidat.
Keduanya dikenal aktif dan dekat dengan warga, membuat pilihan terasa tidak mudah.
Setelah proses pemungutan dan penghitungan suara yang berlangsung tertib, Mulyana berhasil meraih kepercayaan mayoritas warga dengan 67 suara. Sementara Arman Plani memperoleh 41 suara, dengan satu suara dinyatakan tidak sah.
Angka-angka tersebut bukan sekadar hitungan, melainkan cerminan kepercayaan warga terhadap sosok pemimpin di lingkungannya.
Menariknya, suasana tetap cair. Tak ada ketegangan, tak ada sekat. Usai pemilihan, warga kembali bercengkerama seperti biasa
menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi.
Demokrasi yang Menghangatkan
Ketua RW 16, Wawan Purnawan, turut hadir dan berbaur bersama warga sepanjang proses berlangsung. Kehadirannya memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, sekaligus menjaga suasana tetap kondusif.
Perumahan Cahaya Garden Tahap 2 sendiri memiliki karakter unik. Dengan satu akses pintu masuk yang menghubungkan dua RT—RT 03 dan RT 04 kawasan ini dihuni sekitar 500 jiwa. Kedekatan sosial antarwarga terasa begitu kuat, seolah batas administratif hanyalah formalitas.
Pemilihan Ketua RT kali ini pun menjadi lebih dari sekadar agenda rutin. Ia menjelma menjadi ruang pertemuan sosial tempat warga saling bertukar cerita, mempererat hubungan, dan merawat kebersamaan.
Di tengah kehidupan kota yang serba cepat dan cenderung individualistis, momen seperti ini menjadi pengingat bahwa harmoni sosial masih tumbuh subur di tingkat akar rumput.
Demokrasi tidak selalu harus megah dan penuh protokoler. Di Cahaya Garden, demokrasi hadir dalam bentuk paling sederhana: kehadiran, kebersamaan, dan rasa saling memiliki.
Akhirnya, pemilihan ini bukan hanya melahirkan pemimpin baru Mulyana di RT 04 dan Iin Utami di RT 03 tetapi juga memperkuat jalinan sosial yang telah lama terbangun.
Sebuah perayaan kecil demokrasi yang hangat, tulus, dan membahagiakan. (bs)


