Di Bawah Langit Madinah, Jemaah Haji Tanjungpinang Panjatkan Doa untuk Kepri

Madinah — Di tengah lautan manusia yang memadati Masjid Nabawi, doa-doa tulus dari para jemaah haji asal Provinsi Kepulauan Riau mengalir khusyuk, menembus langit Tanah Suci.
Mereka datang bukan hanya untuk menunaikan rukun Islam kelima, tetapi juga membawa harapan besar bagi kampung halaman yang ditinggalkan.
Keberangkatan jemaah haji Kepri tahun ini terasa istimewa.
Dilepas langsung oleh Ansar Ahmad bersama para kepala daerah seperti Amsakar Achmad dan para bupati se-Kepri, rombongan ini mengemban satu pesan penting: menjadi duta doa bagi daerah.
Di antara ribuan jemaah, sosok Zamzami A Karim menjadi cerminan ketulusan itu. Jemaah asal Tanjungpinang ini memanfaatkan setiap detik berada di Masjid Nabawi untuk memanjatkan doa terbaik.
Baginya, berada di salah satu tempat paling mustajab di dunia adalah kesempatan yang tak tergantikan.
“Sebagai jemaah haji asal Kepri, kita manfaatkan kesempatan ini untuk mendoakan Indonesia, khususnya Kepri dan Tanjungpinang, agar kehidupan semakin baik,” tuturnya saat berbincang dengan petugas haji.
Doa yang ia panjatkan sederhana namun penuh makna: kesejahteraan masyarakat, kemajuan daerah, serta harapan agar semakin banyak umat Islam di Kepri mendapat panggilan untuk berhaji.
Di hari Jumat yang penuh berkah, doa itu ia lantunkan dengan penuh harap di dalam Masjid Nabawi, di antara jutaan doa lain dari berbagai penjuru dunia.
Kesungguhan Zamzami terlihat dari ikhtiarnya. Ia memilih berangkat lebih awal menuju masjid agar bisa mendapatkan tempat di dalam.
Baginya, salat di dalam Masjid Nabawi memiliki nilai spiritual yang begitu dalam. Apalagi, setiap jengkal ruang di masjid tersebut selalu dipenuhi jemaah dari berbagai negara.
Keberuntungan juga berpihak padanya. Bersama kloter pertama jemaah Kepri, ia diinapkan di Hotel Taiba Front, yang letaknya sangat dekat dengan Masjid Nabawi. Kedekatan lokasi itu menjadi kemudahan tersendiri untuk beribadah lebih maksimal.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Begitu tiba di Madinah, langsung ditempatkan di hotel yang dekat dengan masjid. Ini sangat mengharukan dan membahagiakan bagi kami,” ungkapnya dengan mata berbinar.
Di balik perjalanan spiritual ini, tersimpan harapan besar dari tanah rantau untuk tanah air.
Doa-doa yang dipanjatkan para jemaah haji Kepri menjadi energi batin yang diyakini mampu membawa keberkahan bagi daerah mulai dari kesejahteraan masyarakat hingga kemajuan pembangunan.
Di Tanah Suci, mereka mungkin jauh secara fisik dari Kepulauan Riau. Namun lewat doa, jarak itu seakan lenyap. Harapan dan cinta untuk Kepri terus mengalir, menguatkan keyakinan bahwa setiap langkah ibadah di sana membawa kebaikan yang akan kembali ke bumi Melayu. (bs/j5newsroom)


