FIFA Series 2026 : Timnas Indonesia vs Bulgaria, Siapa Menang

Jakarta – Indonesia vs Bulgaria akan tersaji di final FIFA Series 2026. Bulgaria sendiri peringkat 83 dunia, Timnas Indinesia diposisi 125. Siapa yang bakal menang?
Berikut jadwal pertandingannya.
FIFA Series 2026 seri Jakarta sudah digelar pada Jumat (27/3).
Dua pertandingan dimainkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan.
Di laga pertama, ada laga Kepulauan Solomon vs Bulgaria. Tim asuhan Aleksandar Dimitrov menang telak 10-2 atas Bonitos.
Lanjut ke pertandingan kedua, Indonesia vs Saint Kitts & Nevis digelar. Tim Garuda juga bisa pesta gol usai menang 4-0.
Laga ini jadi debut pelatih John Herman menukangi Indonesia. Gol kemenangan tim Merah Putih dipersembahkan lewat brace Beckham Putra dan masing-masing satu gol dari Ole Romeny serta Mauro Zijlstra.
Hasil itu membuat Indonesia vs Bulgaria akan tersaji di final FIFA Series 2026. Keduanya akan bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (30/3/2026).
FIFA Series 2026 ini menjadi yang perdana digelar di Indonesia. Tim Garuda juga baru pertama kali ikut serta ajang yang mulai diekspansi ke banyak negara oleh FIFA.
Hasil FIFA Series 2026 Jakarta
27 Maret 2026
Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan
Kepulauan Solomon vs Bulgaria 2-10
Indonesia vs Saint Kitts & Nevis 4-0
Final FIFA Series 2026
Indonesia vs Bulgaria
Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan
Senin, 30 Maret 2026
Aura Positif Herdman Bikin Optimistis! Timnas Indonesia Dijanjikan Naik Level di FIFA
Atmosfer jelang laga Timnas Indonesia di ajang FIFA Series 2026 makin panas. Bukan hanya karena pertandingan melawan Saint Kitts and Nevis yang dinanti suporter, tetapi juga karena pernyataan mengejutkan pelatih anyar Garuda, John Herdman, yang langsung memicu perbincangan di media sosial.
Dalam konferensi pers yang digelar Kamis (24/3/2026), Herdman menyatakan apresiasinya kepada Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, FIFA, dan GSI akan digelarnya FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan yang mendatangkan tim-tim negara dari konfoderasi yang berbeda.
“Pertama terima kasih kepada Erick Thohir, PSSI, GSI dan FIFA untuk mengorganisasi event besar ini dengan mempertemukan tim dari berbagai konfiderasi. Sekaligus menjadikan Stadion Utama Senayan sebagai tuan rumah bagi kami dan para pemain. Ini hal fantastik sekaligus tes yang bagus bagi kami dan pemain. Ini tantangan yang kami cari,” ujar Herdman.
Pelatih yang pernah membawa Kanada tampil di Piala Dunia itu secara terbuka juga menyebut nama Shin Tae Yong (STY) dan Patrick Kluivert dalam konferensi pers tersebut.
Alih-alih menimbulkan rivalitas, Herdman justru menunjukkan respek tinggi kepada dua pelatih yang sebelumnya menangani Timnas Indonesia.
Menurut Herdman, fondasi permainan Skuad Garuda saat ini sudah terbangun kuat berkat kerja keras para pendahulunya.
“Fondasi timnas sudah ada berkat coach Shin Tae Yong dan Patrick Kluivert. Tugas saya sekarang adalah meningkatkan kualitas timnas dengan berfokus pada transisi dan organisasi serangan agar lebih dinamis dan direct,” tegas Herdman.
Namun Herdman menegaskan, dirinya tidak datang sekadar melanjutkan warisan lama. Ia membawa misi besar untuk meng-upgrade permainan Timnas Indonesia agar lebih cepat, tajam, dan langsung menekan jantung pertahanan lawan.
Fokus utama yang ia siapkan, antara lain, transisi kilat dari bertahan ke menyerang, organisasi serangan yang lebih rapi dan agresif, serta gaya permainan direct football yang lebih efektif. (*/detik)


