Menembus Lautan Senja, Safari Ramadan Hadirkan Asa untuk Hinterland Bulang

BATAM – Langit senja di Pulau Panjang Barat, Setokok, Kecamatan Bulang, perlahan meredup ketika rombongan Pemerintah Kota Batam tiba di halaman Masjid Nurul Taqwa, Kamis (26/2/2026).
Angin laut berembus pelan, menyambut hangat kehadiran Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, dalam agenda Safari Ramadan.
Di wilayah hinterland yang sebagian besar warganya menggantungkan hidup pada laut, kehadiran pemerintah bukan sekadar seremoni tahunan.
Safari Ramadan menjadi jembatan silaturahmi, ruang dialog, sekaligus penegasan bahwa pembangunan Batam tak hanya berdenyut di pusat kota, tetapi juga menjangkau pulau-pulau penyangga.
Kegiatan diawali dengan buka puasa bersama, dilanjutkan salat tarawih berjemaah.
Suasana khusyuk terasa, berpadu dengan kebersamaan yang hangat antara aparatur pemerintah dan masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Firmansyah menyampaikan salam dari Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra.
Ia menegaskan, Safari Ramadan bukan hanya agenda rutin, melainkan momentum mempererat hubungan emosional antara pemerintah dan warga.
“Melalui momentum bulan suci ini, mari kita terus mempererat silaturahmi dan memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.
Lebih dari itu, Safari Ramadan menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk menyapa masyarakat di 64 kelurahan se-Kota Batam, termasuk wilayah hinterland seperti Bulang.
Pemerintah, kata dia, ingin memastikan bahwa setiap kebijakan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.
Di hadapan jamaah, Firmansyah memaparkan sejumlah program prioritas. Salah satunya program pinjaman modal bagi pelaku UMKM dengan plafon hingga Rp20 juta.
Bunga pinjaman tersebut ditanggung Pemerintah Kota Batam, dan pengajuan dapat dilakukan melalui Dinas Koperasi dan UKM.
Program ini diharapkan menjadi penggerak ekonomi keluarga, terutama bagi warga pesisir yang tengah mengembangkan usaha kecil.
Tak kalah penting, perhatian juga diberikan pada sektor pendidikan. Pemerintah Kota Batam menyiapkan dukungan bagi anak-anak hinterland yang melanjutkan studi ke perguruan tinggi, termasuk ke Politeknik Negeri Batam dan Institut Teknologi Surabaya.
Bantuan yang diberikan mencakup biaya pendidikan hingga biaya hidup, melalui mekanisme seleksi sesuai ketentuan.
Program beasiswa ini menjadi angin segar bagi keluarga di pulau-pulau penyangga, yang selama ini menghadapi tantangan akses dan biaya pendidikan tinggi.
Harapannya, lahir generasi muda hinterland yang mampu kembali membangun daerahnya dengan ilmu dan keterampilan.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Pemerintah Kota Batam menyerahkan bantuan pembangunan masjid sebesar Rp40 juta untuk masing-masing rumah ibadah.
Bantuan tersebut diharapkan mendukung peningkatan sarana dan prasarana ibadah masyarakat.
“Semoga bantuan ini dapat mendukung peningkatan sarana dan prasarana ibadah bagi masyarakat,” tutup Firmansyah.
Di bawah cahaya lampu masjid dan langit malam yang tenang, Safari Ramadan di Bulang tak hanya meninggalkan jejak kunjungan. Ia menghadirkan harapan bahwa pembangunan yang merata bukan sekadar wacana, melainkan ikhtiar nyata yang terus menyala hingga ke pulau-pulau terluar Batam. (bs)


