TANJUNGPINANG

Di Antara Amanah Negara dan Air Mata Persaudaraan

Pemprov Kepri Melepas Enam Penyuluh Bertugas ke Kementerian Pertanian RI

TANJUNGPINANG, katasiber – Pagi itu, lapangan apel Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Provinsi Kepulauan Riau di Dompak tampak berbeda.

Barisan pegawai berdiri rapi, namun di balik sikap tegap, tersimpan rasa haru yang sulit disembunyikan.

Enam penyuluh pertanian, yang selama bertahun-tahun menjadi bagian dari keluarga besar DKP2KH, akan dilepas untuk mengemban tugas baru di Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Pelepasan tersebut menjadi bagian dari penguatan program nasional ketahanan dan swasembada pangan yang tengah dipercepat pemerintah pusat.

Apel dipimpin langsung Kepala DKP2KH Kepri, Dr Rika Azmi, STP, MM, dan dihadiri Sekretaris DKP2KH Sugiarto Doso, S.Sos, MAP, jajaran kepala bidang, kepala UPT, pejabat fungsional ahli madya dan ahli muda, serta seluruh ASN di lingkungan DKP2KH.

Dalam sambutannya, Rika Azmi menegaskan bahwa penyuluh pertanian memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pembangunan sektor pangan.

Mereka bukan sekadar pendamping petani, tetapi penghubung langsung antara kebijakan pemerintah dan realitas di lapangan.

“Keberhasilan kebijakan pertanian tidak hanya ditentukan oleh perencanaan di tingkat pusat, tetapi oleh efektivitas pendampingan di lapangan. Penyuluh adalah agen perubahan,” ujar Rika Azmi dengan nada tegas namun hangat.

Menurutnya, para penyuluh memastikan inovasi dan kebijakan pertanian benar-benar diterapkan, berdampak pada peningkatan produksi, serta mendorong kesejahteraan petani. Karena itu, sinergi antara Pemerintah Provinsi Kepri dan Kementerian Pertanian menjadi hal yang sangat penting.

Ia berharap penugasan enam penyuluh tersebut menjadi pintu masuk kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan, terutama dalam menyelaraskan program unggulan Kepri mulai dari penguatan ketahanan pangan hingga penerapan teknologi dan alat pertanian—dengan agenda nasional swasembada pangan.

“Kolaborasi ini jangan berhenti pada penugasan individu. Hubungan kerja dan silaturahmi harus terus berjalan. Jangan sungkan menghubungi saya, WhatsApp tetap dibalas,” ucapnya, disambut senyum para peserta apel.

Enam penyuluh yang dilepas terdiri dari aparatur sipil negara (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), yakni Eni Yuli Astuti, S.P, Fikriah, S.P, Karmadi, S.P, Nur Fadhilah Rahmy Jasril, S.Pt, Jumpa Purba, S.P, dan Dona Septoria, A.Md.

Mereka akan bertugas di lingkungan Kementerian Pertanian RI, membawa pengalaman lapangan dari Kepulauan Riau ke tingkat nasional.

Pemerintah Provinsi Kepri menegaskan akan terus mendukung kinerja para penyuluh tersebut, sekaligus memperkuat koordinasi lintas level pemerintahan.

Langkah ini diharapkan tidak hanya menopang agenda swasembada pangan nasional, tetapi juga memperkokoh sektor pertanian sebagai penopang utama ekonomi daerah.

Namun, di balik seremoni resmi itu, tersimpan cerita tentang perpisahan. Saat sesi kata perpisahan, Eni Yuli Astuti dan Karmadi tak kuasa menahan haru.

Belasan tahun bekerja bersama rekan sejawat melewati suka dan duka, turun ke sawah dan kebun, mendampingi petani dalam berbagai keterbatasan—kini harus berpisah karena amanah kebijakan.

“Kami mohon maaf atas segala kesalahan selama ini. Semoga silaturahmi tetap terjaga,” ucap mereka dengan suara bergetar.

Tangis pun pecah saat sesi salam-salaman. Pelukan hangat dan air mata mengiringi langkah keenam penyuluh meninggalkan barisan.

Kebijakan negara memang memisahkan raga, namun persaudaraan yang terbangun selama bertahun-tahun tak mudah terputus.

Dari Dompak, mereka melangkah membawa amanah baru mengabdi untuk pangan negeri, dengan kenangan dan silaturahmi yang akan selalu hidup. (ds)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *