TANJUNGPINANG

Petani Ragu Petai atau Sengon, Panglima Kogabwilhan I Teliti Daun di Lahan Pertanian Dompak

Panglima Kogabwilhan I Letnan Jenderal TNI Kunto Arief Wibowo, S.IP..f-katasiber.

TANJUNGPINANG — Keraguan petani soal jenis tanaman yang mereka tanam menjadi momen menarik saat Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) Letnan Jenderal TNI Kunto Arief Wibowo, S.IP., berkunjung ke kawasan pertanian Kogabwilhan I di Dompak, Kota Tanjungpinang, Kamis (8/1/2026).

Dikenal sebagai jenderal yang dekat dengan masyarakat, Letjen Kunto tak hanya hadir sebagai pejabat militer, tetapi juga terlibat langsung berdialog dengan para petani.

Kunjungan tersebut dilakukan di sela waktu istirahatnya, sekaligus untuk menyerap aspirasi petani terkait ketahanan pangan di Kepulauan Riau, khususnya di Tanjungpinang.

Dalam dialog itu, seorang petani mengungkapkan kebingungan terkait bantuan bibit tanaman yang mereka terima dari pemerintah.

Bibit tersebut disebut sebagai petai, namun setelah ditanam dan tumbuh, muncul keraguan karena banyak pihak menyebut tanaman itu justru mirip sengon.

“Awalnya kami diberi tahu ini petai, Panglima. Tapi setelah tumbuh, banyak yang bilang ini bukan petai, melainkan sengon,” ujar Katimun, salah satu petani, sambil menunjukkan tanaman yang dimaksud.

Memang, secara kasat mata, pohon petai dan sengon memiliki kemiripan, terutama pada bentuk daun muda dan struktur batang awal, sehingga kerap membingungkan petani.

Menanggapi hal itu, Letjen Kunto tak segan turun langsung ke kebun. Ia meminta petani mengambil contoh daun petai yang diyakini asli untuk dibandingkan.

“Coba ambil daun petai yang benar-benar asli. Kita bandingkan bersama, mana daun sengon, mana daun petai,” ujar Panglima, yang disambut senyum dan antusiasme para petani.

Dengan teliti, Letjen Kunto mengamati satu per satu ciri tanaman tersebut, mulai dari bentuk dan susunan daun, ranting, batang, hingga tekstur kulit pohon.

Ia bahkan memperhatikan arah serat dan karakter batang yang menjadi pembeda utama antara petai dan sengon.

“Dilihat dari struktur daun dan batangnya, ini lebih mirip petai. Mudah-mudahan benar petai,” kata Panglima sambil tersenyum.

Momen tersebut menjadi gambaran kedekatan TNI dengan masyarakat, sekaligus menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya soal program, tetapi juga pendampingan dan kepastian di lapangan agar petani tidak dirugikan sejak awal.(bs)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *