Porprov VI Jadi Panggung Pencak Silat Kepri Cetak Atlet Menuju Level Nasional

TANJUNGPINANG – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kepulauan Riau (Kepri) 2026 tidak sekadar menjadi ajang perebutan medali bagi atlet pencak silat. Kejuaraan yang berlangsung di Tanjungpinang itu juga diharapkan menjadi panggung untuk mengukur hasil pembinaan sekaligus melahirkan atlet potensial yang mampu bersaing di level nasional.
Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (Pengprov IPSI) Kepri terus mematangkan persiapan menghadapi pesta olahraga tingkat provinsi tersebut.
Persiapan dilakukan dari sisi teknis pertandingan, kesiapan atlet, hingga penyelenggaraan agar seluruh rangkaian pertandingan berjalan sesuai ketentuan.
Ketua Umum Pengprov IPSI Kepri, Sugianto, mengatakan panitia bersama jajaran IPSI terus melakukan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan Porprov VI. Pertandingan pencak silat nantinya mengacu pada aturan pertandingan terbaru yang berlaku pada 2026.
Menurut Sugianto, kesiapan penyelenggaraan menjadi bagian penting untuk memastikan para atlet dari kabupaten dan kota dapat bertanding secara sportif, sekaligus menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
15 Nomor Laga dan Enam Nomor Seni
Pada Porprov VI Kepri 2026, cabang olahraga pencak silat akan mempertandingkan 15 nomor laga dan enam nomor seni.
Untuk kategori laga putra, pertandingan mencakup kelas A hingga I, sedangkan kategori putri mempertandingkan kelas A hingga E.
Selain nomor laga, pertandingan juga mencakup kategori seni, yakni tunggal, ganda, dan beregu.
Jumlah atlet yang terlibat disesuaikan dengan nomor pertandingan yang tersedia. IPSI Kepri mencatat sebanyak 26 atlet sesuai data nomor pertandingan, meskipun tidak seluruh kabupaten dan kota mengirimkan kontingen secara penuh pada setiap nomor.
Kondisi ini diperkirakan membuat persaingan antardaerah berlangsung menarik.
Setiap kabupaten dan kota memiliki kesempatan untuk menampilkan atlet terbaik hasil pembinaan masing-masing.
Bagi IPSI Kepri, pertandingan tersebut juga menjadi momentum untuk melihat perkembangan prestasi pencak silat di daerah, termasuk kemampuan atlet dalam menghadapi tekanan dan persaingan di arena.
Sugianto menyebut Kota Batam dan Kabupaten Bintan sebagai dua daerah yang diperkirakan memiliki kekuatan dalam persaingan perebutan gelar juara umum.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa penentuan target medali merupakan kewenangan masing-masing kabupaten dan kota. IPSI Kepri lebih berfokus pada kesiapan pertandingan serta upaya mendorong peningkatan prestasi atlet secara keseluruhan.
Di tengah persiapan tersebut, persoalan anggaran panitia pelaksana masih menjadi salah satu tantangan. Kendati demikian, Pengprov IPSI Kepri tetap berkomitmen mendukung pelaksanaan pertandingan dengan mengoptimalkan berbagai sumber daya yang tersedia.
Pemusatan Latihan Jadi Modal Atlet
Di sisi atlet, persiapan menghadapi Porprov VI telah dilakukan masing-masing kabupaten dan kota melalui program latihan hingga pemusatan latihan.
Program tersebut menjadi bagian penting untuk meningkatkan kesiapan fisik, teknik, dan mental bertanding. Ketiga aspek itu dinilai menentukan kemampuan atlet menghadapi lawan, terutama dalam pertandingan yang mempertemukan pesilat-pesilat terbaik dari berbagai daerah di Kepri.
Proses seleksi atlet juga dilakukan melalui mekanisme berbeda di setiap daerah.
Sebagian atlet merupakan hasil Pekan Olahraga Kota atau kabupaten, sementara daerah lainnya melaksanakan seleksi tersendiri melalui Pengurus Cabang (Pengcab) IPSI masing-masing.
Melalui proses tersebut, atlet yang tampil di Porprov VI diharapkan merupakan representasi terbaik dari hasil pembinaan di daerah masing-masing.
Pertandingan di Tanjungpinang nantinya tidak hanya menjadi ajang pembuktian kemampuan individu, tetapi juga evaluasi terhadap efektivitas pembinaan pencak silat yang selama ini berjalan di kabupaten dan kota se-Kepri.
Hasil pertandingan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pelatih dan pengurus untuk mengetahui kelebihan serta kekurangan atlet, sekaligus menentukan langkah pembinaan selanjutnya.
Membuka Jalan Menuju Kejuaraan Nasional
Lebih jauh, Pengprov IPSI Kepri menempatkan Porprov VI sebagai salah satu tahapan penting dalam menyiapkan atlet menuju persaingan yang lebih tinggi.
Sugianto menyebut sejumlah atlet Kepri telah memiliki pengalaman bertanding di tingkat nasional, termasuk pada ajang PON Beladiri dan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas).
Pengalaman tersebut menjadi modal berharga untuk meningkatkan kualitas atlet, terutama dalam menghadapi lawan dengan kemampuan dan karakter bertanding yang lebih beragam.
Karena itu, keberhasilan Porprov VI tidak semata-mata diukur dari jumlah medali yang diraih masing-masing daerah. IPSI Kepri juga berharap ajang ini mampu mengidentifikasi pesilat potensial yang dapat dikembangkan untuk memperkuat kontingen provinsi pada kejuaraan nasional mendatang.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah persiapan menuju Pra-Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON). Untuk mencapai target tersebut, diperlukan pembinaan berkelanjutan, evaluasi kemampuan atlet, serta program latihan yang terarah setelah Porprov berakhir.
Dengan demikian, Porprov VI diharapkan menjadi titik awal bagi atlet potensial untuk meningkatkan prestasi, bukan sekadar puncak pencapaian dalam kompetisi tingkat provinsi.
Bagi para pesilat, pertandingan di Tanjungpinang menjadi kesempatan untuk membuktikan hasil latihan, menguji mental bertanding, dan menunjukkan kemampuan terbaik di hadapan lawan-lawan tangguh.
Di balik persaingan memperebutkan medali, ada harapan besar agar pencak silat Kepri terus berkembang dan mampu melahirkan atlet yang mengharumkan nama daerah di panggung nasional. (bs)


