Munajat di Bumi Melayu, Temu Nasional PILJAMU 2026 di STAIN SAR Kepri Teguhkan Ikhtiar Menuju PTKI Unggul dan Bermartabat

TANJUNGPINANG — Lantunan doa dan munajat mengiringi pembukaan Temu Nasional Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) ke-2 Tahun 2026 di CK Tanjungpinang Hotel & Convention Centre, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Rabu (14/10/2026).
Dipimpin oleh dosen Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau, Muhamad Zaini, M.Kom.I., doa tersebut menjadi ungkapan harapan agar pertemuan nasional ini menghasilkan ikhtiar nyata bagi penguatan mutu dan kemajuan perguruan tinggi keagamaan Islam di Indonesia.
Dalam suasana khidmat di bumi Melayu Kepulauan Riau, doa mengawali rangkaian kegiatan dengan memohon rahmat, keberkahan, dan kemudahan bagi seluruh peserta dalam merumuskan strategi peningkatan mutu pendidikan tinggi. Munajat tersebut juga menegaskan pentingnya menyatukan kecerdasan intelektual, kelurusan niat, integritas, dan kolaborasi untuk mewujudkan perguruan tinggi yang unggul, bermutu, serta berdampak bagi masyarakat.

“Jadikanlah pertemuan ini sebagai titik anjak lahirnya gelombang pencerahan. Berkahilah langkah kami dalam mengarungi era baru mutu perguruan tinggi, yang menuntut ketajaman akal, kelurusan niat, dan kelapangan dada,” demikian petikan doa yang dipanjatkan dalam pembukaan kegiatan.
Doa tersebut menggambarkan bahwa peningkatan mutu perguruan tinggi tidak hanya membutuhkan strategi, regulasi, dan sistem penjaminan mutu yang terukur, tetapi juga komitmen moral serta kesungguhan seluruh sivitas akademika. Upaya membangun institusi unggul perlu ditopang oleh integritas, keterbukaan terhadap perubahan, dan kemauan untuk terus belajar serta berbenah.
Dalam munajatnya, Muhammad Zaini juga memohon agar seluruh peserta diberikan hikmah untuk membaca perkembangan zaman, menyelaraskan pemikiran, dan melahirkan inovasi yang membawa kemaslahatan bagi umat dan bangsa. Harapan tersebut sejalan dengan tantangan pendidikan tinggi yang semakin menuntut kemampuan beradaptasi, kolaborasi lintas institusi, serta pengembangan kualitas yang berkelanjutan.
“Padukanlah langkah civitas academica Perguruan Tinggi Keagamaan Islam dalam kolaborasi yang tulus, menuju satu muara PTKI unggul, bermutu, dan berdampak bagi peradaban bangsa, menuju mutu kelas dunia, dalam melahirkan Generasi Indonesia Emas,” lanjut petikan doa tersebut.
Pesan kolaborasi menjadi salah satu penekanan penting dalam munajat itu. Penguatan mutu tidak dapat berjalan sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan sinergi antara pimpinan perguruan tinggi, lembaga penjaminan mutu, pengelola program studi, dosen, tenaga kependidikan, dan seluruh pemangku kepentingan.
Melalui kerja bersama, perguruan tinggi diharapkan mampu menerjemahkan kebijakan dan standar mutu menjadi perbaikan nyata dalam penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Selain memohon kekuatan untuk membangun kolaborasi, doa tersebut juga menekankan pentingnya kemudahan dalam merumuskan strategi dan regulasi serta mempercepat pengembangan institusi. Ikhtiar menuju keunggulan, sebagaimana tersirat dalam munajat, perlu diwujudkan melalui langkah yang terarah, konsisten, dan berkesinambungan.
Temu Nasional Penjaminan Mutu PTKI ke-2 Tahun 2026 berlangsung pada 14–16 Oktober 2026 dengan mengusung tema “Pilar Unggul 2026: Decoding the New Quality Era — Strategi LPM Menghadapi Regulasi Baru, Instrumen Akreditasi LAMGAMA, dan Akselerasi Institusi Unggul.” Kegiatan ini resmi dibuka oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Provinsi Kepulauan Riau, Drs. H. Sardison, M.TP., serta dihadiri Ketua Presidium PILJAMU, Prof. Dr. Budiyono Saputro, M.Pd.; Ketua STAIN SAR Kepri, Prof. Dr. Azni, M.Ag.; unsur pimpinan kampus; dan perwakilan lembaga penjaminan mutu dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Forum nasional tersebut diikuti perwakilan dari 58 Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS). Para peserta mengikuti rangkaian agenda yang berfokus pada penguatan budaya mutu, pemahaman kebijakan dan instrumen akreditasi, pertukaran praktik baik, serta perumusan strategi akselerasi menuju institusi unggul.
Melalui munajat yang dipanjatkan di awal kegiatan, Temu Nasional PILJAMU 2026 tidak hanya diawali dengan harapan spiritual, tetapi juga dengan pengingat bahwa mutu merupakan amanah yang perlu diwujudkan melalui kerja nyata. Doa, ilmu, integritas, dan kolaborasi diharapkan menjadi landasan bagi perguruan tinggi keagamaan Islam untuk terus bertumbuh, memberikan dampak yang lebih luas, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa. (LF)


