TANJUNGPINANG

ASPPI Bintan Tanjungpinang Dorong Bandara RHF Jadi Pintu Masuk Utama Wisatawan ke Pulau Bintan

ASPPI Bintan Tanjungpinang Dorong Bandara RHF Jadi Pintu Masuk Utama Wisatawan ke Pulau Bintan.f-ust

TANJUNGPINANG — Pengembangan pariwisata di Pulau Bintan tidak cukup hanya mengandalkan keindahan destinasi. Konektivitas dan kemudahan akses menjadi bagian penting untuk memastikan wisatawan domestik maupun mancanegara datang, tinggal lebih lama, dan kembali berkunjung.

Atas dasar itu, penguatan Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang sebagai salah satu pintu masuk wisatawan mendapat perhatian dari para pelaku industri pariwisata.
Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Bintan Tanjungpinang menunjukkan komitmennya dengan terlibat aktif dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Penguatan Pasar Wisatawan Domestik & Internasional melalui Pintu Masuk Bandara RHF”.

Kegiatan yang digelar Rabu, 30 September 2026, tersebut diinisiasi oleh Injourney Airports (PT Angkasa Pura Indonesia) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional RHF Tanjungpinang.
FGD berlangsung di Ruang Rapat Kantor Administrasi Lantai 2, Gedung Engku Puteri Hamidah, Bandar Udara Internasional RHF Tanjungpinang.
Forum tersebut menjadi ruang strategis untuk mempertemukan pengelola bandara dengan para pemangku kepentingan pariwisata di Pulau Bintan.

Berbagai gagasan dan masukan dibahas untuk mencari langkah konkret dalam memperkuat pasar wisatawan melalui jalur penerbangan.

Bagi ASPPI Bintan Tanjungpinang, keberadaan Bandara RHF memiliki posisi penting dalam membangun ekosistem pariwisata Bintan dan Tanjungpinang. Bandara bukan sekadar fasilitas transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman awal wisatawan ketika memasuki suatu daerah.

Karena itu, penguatan konektivitas penerbangan perlu berjalan beriringan dengan kesiapan destinasi, pelaku usaha pariwisata, agen perjalanan, akomodasi, hingga sektor UMKM yang menjadi bagian dari rantai ekonomi pariwisata.

FGD bersama Injourney Airports tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi lintas sektor.

ASPPI Bintan Tanjungpinang menilai, tantangan industri pariwisata saat ini semakin kompleks. Persaingan antarwilayah dan negara dalam menarik wisatawan semakin terbuka.

Wisatawan memiliki banyak pilihan destinasi dan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari akses transportasi, harga, pengalaman wisata, pelayanan, hingga kemudahan memperoleh informasi.

Dalam kondisi tersebut, kolaborasi antara pengelola bandara, maskapai, agen perjalanan, pengelola destinasi, hotel, restoran, pemerintah daerah, hingga pelaku UMKM menjadi semakin penting.

Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi program dan langkah nyata untuk meningkatkan arus kunjungan wisatawan.

ASPPI Bintan Tanjungpinang selama ini juga terus mendorong penguatan jejaring pelaku pariwisata sekaligus pemberdayaan sektor pendukung, termasuk UMKM lokal.

Keterlibatan pelaku UMKM menjadi penting karena pertumbuhan kunjungan wisatawan tidak hanya berdampak kepada hotel dan agen perjalanan.

Pergerakan wisatawan juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku kuliner, kerajinan, transportasi, pemandu wisata, ekonomi kreatif, hingga berbagai usaha masyarakat lainnya.

Dengan demikian, peningkatan jumlah wisatawan melalui Bandara RHF diharapkan dapat memberikan efek berganda bagi perekonomian masyarakat Bintan dan Tanjungpinang.

Membuka Peluang Pasar Lebih Luas
Penguatan pasar domestik dan internasional melalui Bandara RHF juga membuka peluang bagi pelaku industri pariwisata untuk menyusun paket wisata yang lebih kompetitif dan sesuai dengan karakter pasar.

Pasar domestik memiliki potensi besar dengan beragam segmen wisatawan. Sementara pasar internasional dapat dikembangkan melalui strategi promosi dan konektivitas yang tepat, terutama dengan membangun kerja sama dengan maskapai dan jaringan perjalanan wisata.

Dalam konteks ini, ASPPI Bintan Tanjungpinang melihat pentingnya membangun ekosistem pariwisata yang saling terhubung.

Bandara mendukung konektivitas. Maskapai menyediakan akses penerbangan. Agen perjalanan menyusun paket dan menjual produk wisata.

Pelaku usaha menyediakan akomodasi serta layanan. Destinasi menghadirkan pengalaman. Sementara UMKM menjadi bagian dari produk ekonomi lokal yang dinikmati wisatawan.

Semua mata rantai tersebut membutuhkan koordinasi agar pengembangan pariwisata dapat berjalan secara berkelanjutan.
Melalui FGD bersama Injourney Airports, ASPPI Bintan Tanjungpinang menegaskan dukungannya terhadap berbagai upaya memperkuat Bandara RHF sebagai pintu masuk wisatawan ke Pulau Bintan..

Forum ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun kesamaan visi antara pengelola bandara dan pelaku industri pariwisata.

Ke depan, sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan konektivitas, memperluas pasar wisatawan, serta memperkuat promosi destinasi Bintan dan Tanjungpinang.

Sebab, semakin kuat akses masuk dan konektivitas, semakin besar pula peluang Pulau Bintan untuk menerima arus wisatawan dan menggerakkan ekonomi masyarakat.

Bagi ASPPI Bintan Tanjungpinang, penguatan pariwisata bukan pekerjaan satu pihak.

Ia membutuhkan kolaborasi banyak sektor, dengan satu tujuan yang sama: menjadikan Bintan dan Tanjungpinang semakin dikenal, mudah diakses, dan semakin kompetitif sebagai destinasi wisata. (bs)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *