Bonus Rp3 Miliar untuk Peraih Medali Emas di Asian Games 2026

JAKARTA – Semangat ratusan atlet Indonesia terbakar karena pemerintah menjanjikan bonus Rp3 miliar untuk peraih medali emas di Asian Games ke-20 yang akan diadakan 19 September hingga 4 Oktober 2026.
Presiden RI, Prabowo Subianto menyampaikan langsung kabar gembira itu kepada para atlet dan pelatih saat pelepasan kontingen Indonesia di Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Tak hanya peraih medali emas, atlet peraih medali perunggu, perak dan pelatih juga akan mendapatkan bonus.
Prabowo mengatakan, mereka telah mendedikasikan diri dan berjuang cukup lama agar bisa mengharumkan nama Indonesia di ajang benua Asia tersebut.
“Bonus ini merupakan bentuk apresiasi negara atas perjuangan para atlet yang membawa nama Indonesia di ajang olahraga internasional. “Ini Asian Games, medali emas Rp3 miliar,” ujar Presiden Prabowo dikutip dari laman resmi Setkab, Jumat (11/9/2026).
Presiden bahkan meminta agar prestasi tersebut menjadi pertimbangan dalam percepatan karier bagi para atlet dan pelatih yang berasal dari institusi seperti TNI dan Polri.
Bagi Presiden, penghargaan tersebut sejalan dengan besarnya pengorbanan yang telah diberikan para atlet. Ia mengingatkan bahwa dari ratusan juta rakyat Indonesia, hanya 432 atlet yang terpilih untuk mewakili bangsa di Asian Games 2026.
Presiden pun memberikan motivasi agar para atlet tidak menyia-nyiakan kehormatan tersebut. Ia meminta seluruh kontingen memberikan yang terbaik dan menunjukkan bahwa anak-anak Indonesia adalah pribadi yang tangguh, bersemangat, dan tidak mengenal kata menyerah.
“Wakili bangsa kita. Tunjukkan bahwa anak-anak Indonesia itu tangguh, semangat, tidak mengenal menyerah,” pesan Presiden.
Untuk mencapai prestasi tersebut, Presiden mengingatkan bahwa tidak ada jalan pintas. Ia mengutip jawaban seorang pelatih Olimpiade ketika ditanya mengenai rumus menjadi juara.
“Latihan, latihan, latihan,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden juga menceritakan kisah Riko Ganda Febryanto, seorang atlet equestrian Indonesia yang tetap bertanding meski mengalami cedera tulang rusuk. Riko menolak digantikan dan tetap turun bertanding hingga membantu timnya meraih medali.
Menurut Presiden, keberanian untuk tetap berjuang dalam kondisi sulit merupakan gambaran semangat seorang atlet yang tidak hanya bertanding untuk dirinya sendiri, tetapi juga membawa kehormatan bangsa dan negara.
“Dia tidak mau memilih jalan yang aman atau jalan yang enak. Dia mikir kehormatan bangsa dan negaranya,” ujar Presiden.
Menutup pesannya, Presiden mendoakan seluruh Kontingen Indonesia agar diberikan kekuatan dan mampu mempersembahkan prestasi terbaik. “Negara dan bangsa menanti prestasimu dan ingin mendengar lagu kebangsaan kita dikumandangkan di tanah air asing,” kata Presiden. (*/Abas)
Editor : Martunas


