BATAM

Pemko dan BP Batam Bersinergi, Amsakar Pacu Kinerja untuk Menjaga Momentum Ekonomi Batam

Pemko dan BP Batam Bersinergi, Amsakar Pacu Kinerja untuk Menjaga Momentum Ekonomi Batam.f-ist

BATAM – Pagi ini, Rabu (2/9/2026) , Dataran Engku Putri Batamcentre bukan sekadar menjadi tempat apel.

Di sana, dua kekuatan pemerintahan Batam – Pemerintah Kota Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam berdiri dalam satu barisan.

Di hadapan jajaran tersebut, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyampaikan pesan yang sederhana, tetapi memiliki makna besar: Batam tidak boleh bekerja dengan langkah yang berbeda-beda.

Dalam Apel Gabungan Pemko dan BP Batam, Rabu (2/9/2026), Amsakar meminta seluruh jajaran bergerak seirama.

Bukan hanya untuk menyelesaikan pekerjaan pemerintahan, tetapi juga untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Batam yang tengah menjadi perhatian nasional.

Apel itu dihadiri Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, Sekretaris Daerah Batam Firmansyah, serta jajaran pegawai Pemko dan BP Batam.

Bagi Amsakar, soliditas kedua institusi
bukan sekadar persoalan koordinasi administratif.

Sinergi Pemko dan BP Batam menjadi bagian penting dari bagaimana Batam menghadapi tantangan sekaligus menangkap peluang di tengah geliat investasi dan pembangunan.

Satu kota, dua institusi, satu tujuan.
Menjaga Ekonomi di Tengah Sorotan
Batam sedang berada dalam fase penting.

Aktivitas investasi terus bergerak, pembangunan infrastruktur dikebut, sementara perhatian pemerintah pusat dan dunia usaha terhadap kota industri ini semakin besar.

Karena itu, Amsakar mengingatkan seluruh jajaran agar tidak kehilangan fokus.

Ia optimistis pertumbuhan ekonomi Batam dapat menembus angka 7 persen pada triwulan mendatang. Namun, target tersebut tidak cukup hanya dijawab dengan angka.

Dibutuhkan kerja pemerintahan yang solid, pelayanan publik yang responsif, pembangunan yang tepat waktu, serta kemampuan seluruh jajaran dalam membaca dinamika masyarakat.

“Batam saat ini menjadi perhatian nasional, mulai dari jenderal, menteri, hingga investor. Cara terbaik kita membalas perhatian tersebut adalah dengan mempersembahkan kinerja terbaik, menjaga soliditas, dan bekerja optimal demi kemajuan daerah,” tegas Amsakar.

Kalimat itu menjadi semacam penutup sekaligus penegasan: perhatian yang besar terhadap Batam harus dibalas dengan kinerja yang juga besar.
Ketika Ruang Digital Menjadi Ruang Publik

Namun, tantangan pemerintah hari ini tidak hanya hadir dalam bentuk persoalan jalan, drainase, air bersih atau proyek pembangunan.

Ada ruang lain yang bergerak jauh lebih cepat: media sosial.

Setiap informasi dapat menyebar dalam hitungan menit. Informasi yang tidak utuh, bias, bahkan keliru dapat membentuk persepsi publik sebelum pemerintah sempat memberikan penjelasan.

Amsakar meminta jajarannya tidak reaktif. Sebaliknya, pemerintah harus mampu hadir dengan informasi yang cepat, tepat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Karena itu, seluruh OPD diminta memperkuat jaringan publikasi internal dan mengoptimalkan akun media sosial resmi.

“Setiap informasi resmi yang diterbitkan di Media Center maupun bpbatam.go.id, seluruh akun OPD wajib membagikan ulang. Langkah ini penting agar informasi yang miring atau bias di ruang publik bisa kita luruskan dengan cepat,” ujarnya.

Pesannya jelas: pemerintah tidak boleh kalah cepat dengan informasi yang beredar.

Tetapi kecepatan juga harus dibarengi kehati-hatian. Integritas institusi harus tetap dijaga.

Pegawai pemerintah diminta tidak mudah terpancing oleh isu yang berkembang di media sosial.

Dari Proyek Fisik hingga Air Bersih
Di lapangan, tantangan pemerintah tetap klasik sekaligus mendesak:
pembangunan harus selesai tepat waktu dan pelayanan dasar harus berjalan.

Amsakar meminta percepatan proyek fisik dan infrastruktur menjadi perhatian serius. Dinas Bina Marga dan Cipta Karya bersama unit terkait diminta melakukan evaluasi sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.
Bukan tanpa alasan.

Pekerjaan yang terlambat dapat menimbulkan persoalan baru, bahkan berujung pada putus kontrak. Karena itu, setiap tahapan harus diawasi dan dievaluasi secara ketat.

Namun di antara berbagai persoalan pembangunan, ada satu kebutuhan yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat: air bersih.

Amsakar meminta tim teknis menyusun peta jalan pembenahan air bersih dalam jangka panjang.

Persoalan jaringan pipa tua harus dicarikan solusi, tetapi kondisi darurat juga tidak boleh menunggu.

Distribusi air menggunakan mobil tangki tetap harus dilakukan bagi masyarakat yang terdampak.

“Air adalah kebutuhan dasar masyarakat. Tantangan pipa tua memang ada, tetapi kawan-kawan di lapangan harus hadir membawa solusi dan menenangkan warga,” kata Amsakar.

Di titik ini, kepemimpinan diuji bukan hanya melalui rencana besar, tetapi melalui kemampuan menghadirkan solusi ketika masyarakat sedang membutuhkan.

Pemerintahan yang Juga Mengurus Manusianya

Menariknya, apel tersebut tidak hanya berbicara tentang ekonomi dan pembangunan.

Amsakar juga menyoroti persoalan internal ASN, termasuk tingginya permohonan izin perceraian di lingkungan Pemko Batam.

Ia meminta pimpinan OPD dan jajaran terkait melakukan pembinaan serta mediasi.

Penguatan spiritual melalui kegiatan keagamaan dan pengajian juga didorong sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan keluarga ASN.

Sebab, pemerintahan pada akhirnya bukan hanya tentang gedung, jalan, investasi dan angka pertumbuhan ekonomi.

Di dalamnya ada manusia yang bekerja, memiliki keluarga, menghadapi persoalan, dan membutuhkan lingkungan kerja yang sehat.
Satu Irama untuk Batam

Apel gabungan Pemko dan BP Batam pada akhirnya membawa pesan yang lebih luas dari sekadar instruksi kedinasan.

Batam membutuhkan pemerintahan yang mampu bekerja dalam satu irama.
Ketika pembangunan infrastruktur bergerak, komunikasi publik harus ikut bergerak.

Ketika investasi tumbuh, pelayanan dasar harus mengimbanginya. Ketika persoalan muncul di masyarakat, pemerintah harus hadir dengan solusi.

Dan ketika Batam semakin menjadi sorotan nasional, setiap jajaran pemerintahan dituntut menunjukkan bahwa kota ini siap berkembang bukan hanya secara ekonomi, tetapi juga dalam kualitas tata kelola dan kehidupan masyarakatnya.

Sebab, pertumbuhan ekonomi tanpa soliditas pemerintahan akan mudah kehilangan arah. Sebaliknya, ketika Pemko dan BP Batam bergerak seirama, Batam memiliki modal yang jauh lebih kuat untuk melangkah menuju masa depan. (bs)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *