Maulid Nabi di Masjid Namirah, Merawat Cinta Rasulullah dan Menguatkan Kebersamaan Jamaah

BATAM – Malam itu, suasana Masjid Namirah Cahaya Garden, Batam, terasa berbeda. Lantunan hadroh mengalun, shalawat menggema, sementara jamaah duduk khusyuk mengikuti rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.
Peringatan Maulid Nabi yang digelar Masjid Namirah Cahaya Garden Bengkong, Batam ini bukan sekadar agenda tahunan. Di balik rangkaian acaranya, tersimpan pesan penting tentang bagaimana kecintaan kepada Rasulullah SAW diwariskan kepada generasi muda, khususnya para santri TPQ Namirah.
Kegiatan yang berlangsung sukses dan lancar tersebut diawali dengan penampilan Hadroh Al Musafir. Alunan hadroh seolah membuka ruang hati para jamaah untuk kembali mengingat sosok Rasulullah SAW, manusia mulia yang menjadi teladan umat Islam.
Suasana kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surah Al-Fatihah yang dipandu pembawa acara dari kalangan guru TPQ Namirah.
Nuansa semakin khidmat ketika santri cilik, Ananda Abi, membacakan ayat suci Al-Qur’an.
Bagi Masjid Namirah, kehadiran para santri dalam kegiatan keagamaan seperti ini menjadi bagian penting dari proses pendidikan.
Anak-anak tidak hanya belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga diperkenalkan dengan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW melalui momentum keagamaan.
Ketua DKM Masjid Namirah, Ahmad Syukuri Hadi, S.H., M.H., dalam sambutannya mengatakan, peringatan Maulid Nabi merupakan agenda rutin tahunan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) di lingkungan Namirah.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menanamkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW kepada generasi muda dan seluruh jamaah.
“Tujuannya mengajarkan anak-anak generasi muda kita, para santri TPQ Namirah serta seluruh jamaah untuk terus meningkatkan kecintaan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW dengan meneladani akhlak Rasulullah SAW,” ujarnya.
Harapannya, kecintaan tersebut tidak berhenti pada peringatan Maulid, tetapi diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap, perilaku dan akhlak yang mencerminkan keteladanan Rasulullah SAW.
Ahmad juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pengurus masjid, yayasan, TPQ, guru, RT/RW, wali santri, santri, tokoh masyarakat serta jamaah yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Di tengah khidmatnya peringatan Maulid, terselip pula ikhtiar untuk melanjutkan pembangunan Masjid Namirah. DKM menyampaikan terima kasih atas infaq dan sedekah jamaah yang selama ini turut mendukung pembangunan lantai dua masjid.
Pembangunan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan fasilitas ibadah yang semakin baik sekaligus menjadi ruang yang lebih luas bagi berbagai kegiatan keagamaan dan pembinaan umat.
Sekretaris DKM Namirah, Muhammad Parso, turut menyampaikan rasa syukur atas antusiasme jamaah.
“Alhamdulillah, kegiatan PHBI Maulid pada malam hari ini berlangsung ramai dan lancar,” tuturnya.
Ia memberikan apresiasi kepada jajaran pengurus inti dan panitia yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut dengan baik.
Momen yang tak kalah menggetarkan hadir saat Mahalul Qiyam dipimpin Kyai Musenni, S.Pd. Para jamaah mengikuti lantunan shalawat bersama-sama. Suara yang menggema di ruang utama masjid menghadirkan suasana penuh kekhusyukan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Pesan utama peringatan Maulid kemudian disampaikan DR. H. Muhammad Zainuddin, M.Sc. dalam tausiyahnya.
Ia mengajak jamaah untuk memperbanyak rasa syukur atas segala nikmat dan karunia Allah SWT. Menurutnya, semakin banyak manusia bersyukur, semakin besar pula harapan bertambahnya nikmat yang diberikan Allah SWT.
Namun, kecintaan kepada Rasulullah SAW juga harus diwujudkan melalui tindakan nyata.
Salah satunya dengan memperbanyak shalawat dan berusaha meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Setidaknya ada tiga akhlak Rasulullah yang disampaikan untuk diamalkan.
Pertama, memberi kepada orang yang tidak pernah memberi. Kedua, memaafkan orang yang berbuat zalim kepada kita. Ketiga, menyambung silaturahim dengan orang yang memutus silaturahim.
Tiga pesan sederhana itu menjadi pengingat bahwa mencintai Rasulullah bukan hanya melalui ucapan, tetapi juga melalui perbuatan.
Dari masjid, pesan tersebut diharapkan dapat dibawa pulang oleh setiap jamaah.
Dari orang tua kepada anak, dari guru kepada santri, dan dari lingkungan masjid kepada masyarakat sekitar.
Peringatan Maulid Nabi di Masjid Namirah Cahaya Garden akhirnya ditutup dengan doa dan ramah tamah.
Jamaah kemudian menikmati makan bersama dengan menu nasi ayam bakar dalam suasana penuh keakraban.
Tidak ada sekat antara pengurus, guru, santri, orang tua, tokoh masyarakat dan jamaah. Semua duduk bersama, berbagi makanan dan mempererat silaturahim.
Di situlah makna Maulid terasa semakin lengkap.
Bukan hanya mengenang kelahiran manusia agung, tetapi juga menghidupkan kembali semangat untuk meneladani akhlaknya, memperkuat persaudaraan dan menjadikan masjid sebagai rumah bersama bagi umat.
Masjid Namirah Cahaya Garden pun terus berupaya menjadikan kegiatan keagamaan bukan sekadar rutinitas, melainkan ruang untuk menumbuhkan generasi yang dekat dengan Al-Qur’an, mencintai Rasulullah SAW, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.
Semoga lantunan shalawat malam itu tidak berhenti ketika acara berakhir. Semoga ia terus hidup dalam hati jamaah dan menjadi cahaya yang menuntun langkah dalam kehidupan sehari-hari.
Dari Masjid Namirah, cinta kepada Rasulullah SAW terus dirawat, dari generasi ke generasi. (bs)


