PLN Batam Bantu Korban Gempa NTT

BATAM – Untuk meringankan beban masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengalami musibah gempa bumi, manajemen PT PLN Batam menyalurkan bantuan kemanusiaan Rp1 miliar.
Bantuan itu merupakan bentuk solidaritas PLN Batam bersama Pemerintah Kota Batam dan sejumlah perusahaan swasta lainnya untuk membantu sekaligus mendukung proses pemulihan di wilayah terdampak.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Direktur Utama PT PLN Batam Kwin Fo kepada Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam Amsakar Achmad yang didampingi Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra.
Manajemen PLN Batam mengatakan bantuan tersebut bukan sekadar dukungan materi. Lebih dari itu, bantuan menjadi wujud kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang sedang berupaya bangkit setelah dilanda bencana.
“PLN Batam bersama Pemerintah Kota Batam memperkuat solidaritas kemanusiaan bagi warga terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT),” ujar manajemen PLN Batam dalam keterangannya.
Bantuan Rp1 miliar tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak sekaligus mendukung proses pemulihan pascabencana.
PLN Batam menilai kepedulian sosial dan kemanusiaan merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat. Karena itu, kegiatan sosial terus dilakukan sebagai bentuk kontribusi di tengah masyarakat.
Kolaborasi dengan Pemko Batam juga menunjukkan bahwa semangat gotong royong tidak terbatas pada wilayah. Dari Batam, kepedulian disalurkan kepada masyarakat NTT yang kini tengah melewati masa sulit akibat bencana.
Amsakar dan Li Claudia mengapresiasi kepedulian PLN Batam tersebut. Menurut keduanya, sinergi pemerintah daerah dan dunia usaha penting untuk memperkuat aksi sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Keduanya berharap kolaborasi dan kepedulian serupa terus dikembangkan, terutama untuk membantu masyarakat yang membutuhkan akibat bencana maupun persoalan sosial lainnya.
Pada malam peringatan kemerdekaan di Dataran Engku Putri, Batamcentre, Jumat (21/8/2026), tidak hanya menghadirkan hiburan dan kemeriahan.
Di tengah ribuan warga yang menikmati Resepsi Kenegaraan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, panggung Semarak Kemerdekaan dikemas menjadi ruang untuk mengetuk pintu kepedulian.
Dari tempat itu, Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengajak masyarakat ikut membantu saudara sebangsa yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Suasana malam semakin hangat ketika Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menyapa warga.
Di hadapan masyarakat, Amsakar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam rangkaian peringatan kemerdekaan, mulai dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Paskibraka, hingga marching band.
Menurut Amsakar, kemerdekaan tidak cukup dirayakan melalui seremoni. Ada nilai kebersamaan dan kemanusiaan yang semestinya terus dihidupkan.
“Karena itu, kami memanfaatkan momentum ini untuk menggalang bantuan bagi masyarakat NTT yang tengah menghadapi bencana,” ujar Amsakar.
Ajakan itu mendapat respons cepat. Dalam penggalangan tahap pertama, donasi yang terkumpul mencapai Rp2,3 miliar. Bantuan tersebut berasal dari sejumlah perusahaan dan lembaga di Batam dan masih akan terus dihimpun melalui penggalangan berikutnya.
Rinciannya, PT PLN Batam menyumbangkan Rp1 miliar, PT Wasco Engineering Indonesia Rp900 juta, Gabungan Pengusaha Batam Rp300 juta, dan BAZNAS Kota Batam Rp100 juta.
“Gebrakan pertama kita untuk peduli NTT sudah terkumpul Rp2,3 miliar. Ini adalah bentuk keberpihakan dan cinta kita terhadap sesama anak bangsa,” ujar Amsakar.
Ia kemudian menyerahkan bantuan tersebut secara simbolis kepada perwakilan masyarakat NTT yang berada di Kota Batam.
Bagi Amsakar, kepedulian seperti itu bukan hal baru bagi masyarakat Batam. Sebelumnya, solidaritas warga Batam juga ditunjukkan melalui penggalangan bantuan sebesar Rp7,5 miliar untuk masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Medan beberapa waktu lalu.
“Semangat yang sama, diharapkan kembali tumbuh untuk membantu masyarakat NTT,” katanya.
Amsakar pun mengajak masyarakat yang ingin berpartisipasi untuk menyalurkan bantuan melalui kanal digital QRIS yang telah disiapkan panitia. Penggalangan donasi akan terus dilakukan sebagai bentuk gotong royong masyarakat Batam.
“Mari menjadi warga yang tidak hanya peduli pada pembangunan daerah, tetapi juga peka terhadap nasib saudara kita sebangsa dan setanah air,” katanya.
Malam itu, panggung kemerdekaan akhirnya tidak hanya menjadi tempat warga bernyanyi dan merayakan kebersamaan. Dari tengah keramaian, muncul pesan sederhana bahwa kemerdekaan juga berarti hadir untuk sesama. (*/Abas)
Editor : Martunas


