BATAM

PLN Batam dan Altiva Teken Perjanjian Jual Beli, Perkuat Ekosistem Data Center

Pimpianan PT.PLN Batam dan PT.Altiva Identity Datacenter saat menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) untuk penyediaan daya 2×345 MVA bagi pengembangan ALTIVA Data Center di Nongsa Digital Park, Batam di Auditorium Tanjung Kasam, Kantor PLN Batam, pada Selasa (28/7/2026) yang disaksikan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra. f-ist

BATAM – PT.PLN Batam dan PT.Altiva Identity Datacenter menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) untuk penyediaan daya 2×345 MVA bagi pengembangan ALTIVA Data Center di Nongsa Digital Park, Batam.

Penandatanganan tersebut berlangsung di Auditorium Tanjung Kasam, Kantor PLN Batam, pada Selasa (28/7/2026) dan disaksikan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra.

Dalam perjanjian ini, pasokan listrik tersebut menjadi bagian dari pengembangan kawasan data center berkapasitas 700 MVA yang dibangun secara bertahap. Penyambungan listrik ditargetkan mulai dilakukan pada 2027.

Direktur Utama PT PLN Batam Kwin Fo mengatakan kerja sama ini memperkuat infrastruktur kelistrikan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Batam.
Sementara itu, Direktur PT Altiva Identity Datacenter Edi Haryanto menyebut proyek ini akan menghadirkan pusat data yang andal dan berkelanjutan.

Proyek ini diharapkan memperkuat posisi Batam sebagai hub digital regional, sekaligus mendorong investasi, menciptakan lapangan kerja, dan mengembangkan ekosistem teknologi nasional.

Walikota Batam Amsakar menegaskan komitmen Pemerintah Kota Batam dalam mendukung investasi berbasis teknologi.

Menurut Amsakar, Batam kini tengah bertransformasi dari kawasan industri manufaktur konvensional menuju pusat investasi teknologi informasi dan data center.

“Apa yang dilakukan hari ini membuktikan bahwa sinergi antarpemangku kepentingan mampu meningkatkan daya saing investasi. Kolaborasi seperti ini penting agar Batam semakin kokoh sebagai lokomotif investasi sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Amsakar.

Ia mengungkapkan, arah investasi di Batam kini mengalami perubahan signifikan. Jika sebelumnya didominasi sektor infrastruktur dan manufaktur perakitan, saat ini investasi mulai bergeser ke sektor teknologi informasi, termasuk industri data center yang berkembang pesat.

Melihat tren tersebut, Pemerintah Kota Batam bersama BP Batam berkomitmen memastikan kesiapan infrastruktur pendukung, terutama ketersediaan pasokan listrik dan air bersih yang menjadi kebutuhan utama industri teknologi.

Foto bersama usai penandatanganan perjanjian jual beli antara PT.PLN Batam dan PT.Altiva Identity Datacenter, Selasa (28/7/2026) i Auditorium Tanjung Kasam, Kantor PLN Batam. f-ist

“Data center dapat berkembang di Batam sepanjang kebutuhan listrik dan air bersih terpenuhi. Penandatanganan PJBTL hari ini menunjukkan kesiapan pasokan listrik, sementara Pemerintah Kota Batam akan terus mempercepat dan mempermudah proses perizinan bagi para investor,” tegasnya.

Amsakar menilai keputusan PT Altiva Identity Data Center berinvestasi di Batam merupakan langkah yang tepat.

Selain memiliki posisi strategis di jalur pelayaran internasional Selat Malaka dan berbatasan langsung dengan Singapura, Batam juga memperoleh dukungan regulasi dari pemerintah pusat yang semakin memperkuat daya tarik investasi.

Ia juga menyinggung meningkatnya perhatian dunia terhadap Batam sebagai tujuan investasi teknologi. Salah satunya terlihat dari rencana investasi kemitraan Firmus Technologies Australia bersama Nvidia untuk pengembangan fasilitas produksi GPU di Batam yang ditargetkan mulai beroperasi pada triwulan I tahun 2027.

Karena itu, Amsakar mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan menjaga iklim investasi dengan membangun narasi positif tentang Batam sebagai daerah yang aman, kondusif, dan ramah investasi.

Menurutnya, berbagai indikator makroekonomi menunjukkan kinerja Batam yang terus menguat. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam telah mencapai 83,8, tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau dan masuk lima besar di Sumatra.

Capaian tersebut mencerminkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat yang terus meningkat.

Di sisi lain, sektor manufaktur masih menjadi penopang utama perekonomian Batam dengan kontribusi sekitar 52–56 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Batam. Sementara terhadap perekonomian Provinsi Kepulauan Riau, kontribusinya mencapai 62–68 persen.

“Berbagai capaian ini menunjukkan arah pembangunan Batam berada di jalur yang tepat. Mari kita satukan tekad dan memperkuat kolaborasi agar Batam semakin maju, berdaya saing, dan sejahtera,” tutup Amsakar.***

Editor : Redaksi

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *