BATAM

Dari Kota ke Bandara Cuma Rp5.000, Trans Batam Siap Layani Penumpang Hang Nadim

Dari Kota ke Bandara Cuma Rp5.000, Trans Batam Siap Layani Penumpang Hang Nadim.f-batampos

BATAM – Perjalanan menuju Bandara Internasional Hang Nadim akan memasuki babak baru. Mulai 2 Juli 2026, masyarakat tak lagi harus bergantung pada kendaraan pribadi, taksi, atau ojek daring.

Bus Rapid Transit (BRT) Trans Batam resmi membuka rute menuju bandara dengan tarif yang sangat terjangkau, hanya Rp5.000 untuk masyarakat umum dan Rp2.500 bagi pelajar.

Kehadiran layanan ini bukan sekadar menambah pilihan transportasi. Lebih dari itu, menjadi langkah penting dalam membangun budaya menggunakan angkutan umum di Kota Batam yang selama ini masih didominasi kendaraan pribadi.

Setiap hari, ribuan penumpang datang dan berangkat melalui Bandara Hang Nadim.

Namun selama bertahun-tahun, akses menuju bandara lebih banyak mengandalkan mobil pribadi, taksi konvensional maupun taksi online. Kini, masyarakat memiliki alternatif yang lebih ekonomis tanpa mengurangi kenyamanan.

Kolaborasi antara Pemerintah Kota Batam, BP Batam, dan PT Bandara Internasional Batam menjadi bukti bahwa pengembangan transportasi publik membutuhkan sinergi banyak pihak.

Harapannya sederhana namun berdampak besar, menghadirkan layanan yang mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Direktur PT Bandara Internasional Batam, Annang Setia Budhi, menyebut hadirnya Trans Batam merupakan solusi transportasi publik yang murah dan mudah diakses.

Menurutnya, bandara tidak hanya melayani penumpang pesawat, tetapi juga menjadi ruang publik yang harus terkoneksi dengan sistem transportasi kota.

Selama ini, penggunaan bus menuju bandara masih relatif kecil dibanding kendaraan pribadi. Dengan tarif yang jauh lebih hemat, Trans Batam diharapkan mampu menarik minat masyarakat untuk mulai beralih menggunakan angkutan massal.

Layanan ini juga memberikan kemudahan bagi masyarakat yang sekadar ingin berkunjung ke kawasan bandara tanpa harus mengeluarkan biaya transportasi yang mahal.

Hang Nadim bukan lagi sekadar tempat keberangkatan dan kedatangan pesawat, tetapi juga menjadi kawasan yang semakin mudah diakses siapa saja.

Pemerintah pun memperhatikan kenyamanan pengguna. Armada berkapasitas 22 tempat duduk dengan daya angkut hingga sekitar 40 penumpang akan beroperasi setiap 20–30 menit mulai pukul 06.00 hingga 19.30 WIB.

Seluruh pembayaran dilakukan secara non-tunai. Namun, pemerintah memastikan masyarakat yang belum memiliki aplikasi pembayaran elektronik tetap dapat menggunakan layanan tersebut dengan bantuan petugas di lapangan.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa transformasi menuju sistem pembayaran digital tetap mengedepankan pelayanan kepada masyarakat.

Titik naik dan turun penumpang berada di area pintu kedatangan paling ujung, berdekatan dengan halte Bus Damri, sehingga mudah ditemukan oleh penumpang yang baru tiba di Batam.

Hadirnya Trans Batam menuju Bandara Hang Nadim bukan hanya soal membuka rute baru. Ini adalah simbol perubahan menuju kota modern yang mengutamakan transportasi publik yang terintegrasi, ramah lingkungan, efisien, dan terjangkau.

Dengan tarif yang lebih murah daripada banyak moda transportasi lainnya, masyarakat kini memiliki alasan kuat untuk meninggalkan kendaraan pribadi dan mulai menjadikan transportasi umum sebagai pilihan utama.

Jika budaya ini terus tumbuh, bukan hanya kemacetan yang dapat ditekan, tetapi juga kualitas mobilitas perkotaan di Batam akan semakin baik di masa depan. (bs)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *