Dinas Pariwisata Kepri Gelar Pelatihan Digitalisasi dan Penguatan SDM demi Dongkrak Potensi Homestay dan Kampung Wisata di Batam

BATAM – Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) resmi membuka pelatihan digitalisasi dan penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) bagi para pengelola homestay di Kota Batam, kemarin.
Acara ini dibuka langsung oleh Kabid Pengembangan SDM dan Kelembagaan, Handayani, dengan fokus utama mendorong transformasi digital agar homestay di kampung wisata dapat bersaing secara global dan memikat wisatawan mancanegara, khususnya dari Singapura.


Yudha, dosen dari Batam Tourism Polytechnic (BTP), selaku pembicara pertama menekankan pentingnya reputasi digital melalui listing di Google Maps dan pemanfaatan platform Online Travel Agent (OTA) serta TripAdvisor yang dikenal sangat tepercaya di mata turis.
Ia mengingatkan para pengelola untuk aktif mengumpulkan ulasan positif guna menutupi ulasan negatif (buzzing), sekaligus mengarahkan homestay pada konsep Community Based Tourism (CBT) yang berkelanjutan, seperti inovasi terapi karya seni di Kampung Seni yang menawarkan pengalaman lokal otentik.
Menyambung pentingnya kualitas pengelolaan, Rahmadi yang merupakan praktisi sekaligus dosen BTP membedah strategi hospitality dan service excellence sebagai pilar utama untuk membangun loyalitas tamu dan meningkatkan pendapatan.
Pengelola homestay dituntut memiliki soft skill mumpuni dalam hal komunikasi dan sikap, serta wajib menyusun standar pelayanan baku (SOP).
Standar ini meliputi pemberian greeting khas, penyediaan welcome drink lokal yang berkesan, hingga pemberian handuk dingin saat menyambut tamu.
Rahmadi juga menyoroti pentingnya kepekaan dalam manajemen komplain; ia membedakan komplain aktif yang harus diselesaikan di tempat sebagai peluang mengubah keluhan menjadi pujian, dengan komplain pasif pasca-menginap yang dinilai lebih berbahaya bagi reputasi digital dan citra destinasi, termasuk dalam mengoordinasikan UMKM di sekitar lokasi demi memperkaya guest experience.
Melengkapi sisi promosi visual, konten kreator Lina W. Sasmita membagikan panduan praktis pembuatan video pariwisata sederhana menggunakan smartphone yang terbukti efektif menarik minat hingga 61% calon wisatawan.
Lina menjelaskan bahwa pengelola hanya membutuhkan peralatan dasar seperti ponsel, tripod, mikrofon eksternal, serta kejelian memanfaatkan cahaya alami matahari atau lampu ruangan pada waktu terbaik di pagi dan sore hari..
.
Melalui teknik pengambilan gambar seperti wide lens, walk-in shoot, detail shoot, hingga window view shoot, ia memaparkan urutan video yang ideal dimulai dari fasad depan, area lobi, transisi membuka pintu, hingga detail fasilitas kamar mandi.
Di akhir sesi, para peserta dibekali kemampuan menyunting video secara mandiri menggunakan aplikasi populer seperti CapCut, VN, dan InShot agar homestay di Batam siap viral di media sosial. (*]


