BINTAN

Dermaga Baru, Harapan Baru: Tanjung Uban Bersiap Menjadi Simpul Konektivitas Kepri

Dermaga Baru, Harapan Baru: Tanjung Uban Bersiap Menjadi Simpul Konektivitas Kepri.f-ist

BINTAN – Di Provinsi Kepulauan Riau, laut bukan sekadar bentang alam yang memisahkan pulau-pulau.

Laut adalah jalan raya utama yang menghubungkan kehidupan, menggerakkan ekonomi, dan menjadi jalur distribusi kebutuhan masyarakat.

Karena itu, pembangunan infrastruktur transportasi laut selalu menjadi investasi strategis bagi masa depan daerah. Salah satunya ditandai dengan dimulainya pembangunan Dermaga II serta peningkatan kapasitas Dermaga I Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Uban, Kabupaten Bintan.

Groundbreaking yang dilakukan Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad bersama Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo bukan hanya seremoni peletakan batu pertama.

Momen tersebut menjadi simbol komitmen memperkuat konektivitas antarpulau di provinsi yang hampir 98 persen wilayahnya merupakan lautan.

Selama ini, Pelabuhan Tanjung Uban menjadi salah satu simpul transportasi penting yang menghubungkan mobilitas masyarakat dan kendaraan antara Bintan dan Batam.

Pada musim liburan maupun hari besar keagamaan, antrean panjang kendaraan kerap menjadi pemandangan yang tidak terhindarkan akibat keterbatasan kapasitas dermaga.

Melalui pembangunan Dermaga II berkapasitas 1.000 GT dan peningkatan Dermaga I menjadi 2.000 GT, diharapkan persoalan tersebut dapat teratasi.

Kapasitas layanan meningkat, waktu tunggu berkurang, dan aktivitas penyeberangan menjadi lebih lancar.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, menegaskan proyek ini merupakan langkah strategis untuk menghadirkan pelayanan transportasi yang lebih andal, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

Sebagai perusahaan yang mengelola layanan penyeberangan nasional, ASDP memahami bahwa wilayah kepulauan seperti Kepri membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai agar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik tidak terhambat.

Tidak hanya di Tanjung Uban, ASDP juga akan melakukan rehabilitasi fasilitas Pelabuhan Telaga Punggur di Batam sebagai bagian dari peningkatan layanan transportasi laut di Kepulauan Riau secara menyeluruh.

Target penyelesaian proyek pada November 2026 menjadi kabar menggembirakan.

Jika berjalan sesuai rencana, fasilitas baru tersebut sudah dapat digunakan masyarakat saat momentum Natal dan Tahun Baru 2026/2027, ketika arus penumpang biasanya mengalami lonjakan signifikan.

Bagi Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, pembangunan ini memiliki arti yang jauh lebih besar. Konektivitas merupakan fondasi utama pembangunan daerah yang terdiri atas 2.028 pulau, dengan 394 pulau berpenghuni dan 22 pulau terdepan yang berbatasan langsung dengan negara-negara ASEAN.

Gubernur Ansar Ahmad menilai kelancaran transportasi laut menjadi faktor penting dalam menjaga distribusi barang, menekan biaya logistik, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat yang tinggal di pulau-pulau.

Lebih dari itu, infrastruktur pelabuhan yang semakin baik akan memperkuat daya saing ekonomi Kepulauan Riau. Sektor pariwisata dan investasi yang selama ini menjadi mesin pertumbuhan daerah akan memperoleh manfaat langsung dari mobilitas yang lebih efisien.

Data kunjungan wisatawan mancanegara yang mencapai sekitar 2,15 juta orang pada tahun 2025 menunjukkan Kepri telah menjadi salah satu destinasi wisata utama Indonesia.

Di sisi lain, realisasi investasi yang hampir menyentuh Rp69 triliun membuktikan tingginya kepercayaan investor terhadap daerah ini.

Kedua sektor tersebut sangat bergantung pada konektivitas. Wisatawan membutuhkan akses transportasi yang cepat dan nyaman, sementara investor membutuhkan jalur distribusi yang efisien untuk mendukung aktivitas bisnis mereka.

Pembangunan Dermaga II Tanjung Uban pun menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi yang lebih kuat, di mana pelabuhan tidak hanya berfungsi sebagai tempat kapal bersandar, tetapi juga menjadi simpul pertumbuhan kawasan.

Ketika kapal dapat beroperasi lebih lancar, kendaraan tidak lagi mengular berjam-jam, dan arus barang bergerak tanpa hambatan, maka manfaatnya akan dirasakan oleh masyarakat luas. Harga kebutuhan pokok menjadi lebih stabil, aktivitas usaha semakin berkembang, dan peluang ekonomi baru pun terbuka.

Di wilayah kepulauan seperti Kepri, setiap pembangunan dermaga sesungguhnya adalah pembangunan jembatan antarpulau—jembatan yang menghubungkan harapan, memperpendek jarak, dan membawa kesejahteraan lebih dekat kepada masyarakat.

Groundbreaking di Tanjung Uban menjadi awal dari langkah besar itu. Sebuah investasi infrastruktur yang tidak hanya membangun pelabuhan, tetapi juga memperkuat masa depan Kepulauan Riau sebagai provinsi maritim yang semakin terkoneksi, kompetitif, dan maju. (bs)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *