Seratus Tanpa Cela, Prestasi Pelajar Batam Warnai Keberhasilan Kepri di TKA Nasional

BATAM – Di sebuah ruang penuh tepuk tangan dan rasa bangga, senyum para pelajar Batam menjadi simbol keberhasilan dunia pendidikan Kepulauan Riau.
Di tengah persaingan ketat dengan puluhan provinsi di Indonesia, Kepulauan Riau berhasil mencatat sejarah dengan menembus tiga besar nasional dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun Pelajaran 2025/2026.
Prestasi itu bukan sekadar angka di atas kertas. Di baliknya ada ribuan jam belajar, dedikasi guru, dukungan orang tua, dan semangat para siswa yang terus berusaha menjadi lebih baik.
Kota Batam menjadi salah satu motor utama pencapaian tersebut. Sebagai daerah dengan jumlah peserta didik terbesar di Kepri, kontribusi para pelajarnya sangat menentukan capaian provinsi hingga berhasil berdiri sejajar dengan daerah-daerah yang selama ini dikenal memiliki kualitas pendidikan unggul.
Dilansir batampos, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, menyebut keberhasilan tersebut sebagai kebanggaan bersama.
“Peringkat pertama diraih Daerah Istimewa Yogyakarta, peringkat kedua DKI Jakarta, dan peringkat ketiga Kepulauan Riau. Ini tentu menjadi kebanggaan luar biasa bagi kita semua,” ujarnya.
Menurut Hendri, keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen pendidikan. Guru yang terus membimbing, kepala sekolah yang membangun budaya belajar, orang tua yang memberikan dukungan, serta siswa yang tidak pernah berhenti berjuang menjadi bagian penting dari capaian ini.
Batam sendiri menyumbang sekitar 53 hingga 60 persen jumlah siswa di Kepulauan Riau.
Besarnya kontribusi tersebut diyakini menjadi salah satu faktor yang mengangkat rata-rata nilai provinsi hingga mampu menembus posisi tiga besar nasional..
Di balik prestasi Kepri, muncul kisah yang lebih istimewa. Seorang siswa dari SD Negeri 001 Batam Kota berhasil meraih nilai sempurna pada dua mata pelajaran yang diujikan, yakni Matematika dan Bahasa Indonesia.
Tidak satu pun soal dijawab salah.
Prestasi sempurna itu menjadi bukti bahwa pelajar Batam mampu bersaing di tingkat nasional sekaligus menunjukkan kualitas pendidikan yang terus berkembang.
Tes Kemampuan Akademik sendiri mengukur dua kompetensi dasar yang menjadi fondasi pendidikan, yaitu literasi dan numerasi. Hasilnya, rata-rata nilai siswa SD di Kepulauan Riau mencapai 115,17, sedangkan rata-rata siswa SMP mencapai 109,85.
Tak hanya siswa peraih nilai sempurna, Dinas Pendidikan Kota Batam bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Batam juga memberikan penghargaan kepada sejumlah siswa lain yang memperoleh nilai hampir sempurna dari berbagai sekolah negeri maupun swasta..
Menariknya, sejumlah sekolah swasta turut mendominasi daftar peraih nilai tertinggi.
Fenomena ini menunjukkan bahwa peningkatan mutu pendidikan di Batam berlangsung merata dan melibatkan berbagai satuan pendidikan..
Bagi para siswa, penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan. Salah satunya dirasakan oleh Naysilla, peraih nilai tertinggi tingkat SMP.
Ia mengaku sempat terkejut ketika mengetahui hasil yang diraihnya. Namun saat mengerjakan soal TKA, ia merasa materi yang diujikan sesuai dengan apa yang telah dipelajari di sekolah.
“Awalnya kaget, tetapi memang saat mengerjakan soal TKA saya merasa materi yang keluar sesuai dengan yang sudah dipelajari. Jadi ada perasaan nilai saya tidak akan terlalu rendah. Alhamdulillah, ternyata hasilnya bagus,” tuturnya.
Ketua PWI Kota Batam, Muhammad Khafi Anshary, menilai keberhasilan tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi dunia pendidikan di Kepri.
Menurutnya, para siswa berprestasi telah mengharumkan nama daerah dan layak menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya.
Keberhasilan Kepulauan Riau menembus tiga besar nasional TKA 2026 menjadi catatan penting bahwa daerah ini memiliki potensi besar dalam mencetak sumber daya manusia unggul.
Di tengah berbagai tantangan pendidikan, para pelajar Batam membuktikan bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat belajar mampu membawa nama daerah bersaing di level nasional.
Kini, prestasi itu diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah pencapaian, tetapi menjadi pemicu lahirnya lebih banyak generasi cerdas yang siap mengharumkan nama Batam dan Kepulauan Riau di masa depan. (bs)


