BATAMNASIONAL

Dunia Kerja Berubah, Kompetensi Jadi Kunci Utama

Dunia Kerja Berubah, Kompetensi Jadi Kunci Utama.f-ist/batampos.

Dunia Kerja Berubah, Kompetensi Jadi Kunci Utama

JAKARTA, katasiber – Di tengah arus perubahan industri yang semakin cepat, cara pandang terhadap dunia kerja pun ikut bergeser.
Ijazah yang dulu menjadi tolok ukur utama kini tidak lagi cukup. Dunia kerja menuntut lebih yakni kemampuan nyata yang bisa langsung diterapkan. Hal inilah yang ditegaskan oleh Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, dalam sebuah forum nasional di Jakarta.

Saat membuka Rapat Kerja Nasional Serikat Pekerja PT Sucofindo, Afriansyah Noor mengingatkan bahwa kompetensi menjadi kunci utama bagi para pekerja untuk bertahan dan berkembang.

Sertifikasi, menurutnya, bukan lagi sekadar pelengkap, tetapi telah menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi persaingan kerja yang semakin ketat.
“Dunia kerja saat ini tidak hanya melihat ijazah, tetapi juga kompetensi,” tegasnya.

Pernyataan itu mencerminkan realitas baru, di mana kemampuan praktis, keterampilan teknis, serta kesiapan beradaptasi menjadi faktor penentu keberhasilan seseorang di dunia kerja.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah terus mendorong penguatan kompetensi tenaga kerja melalui berbagai jalur.

Mulai dari pelatihan vokasi hingga sertifikasi profesi, semua diarahkan agar tenaga kerja Indonesia mampu memenuhi kebutuhan industri yang terus berkembang.

Sejumlah lembaga seperti Kementerian Ketenagakerjaan, Politeknik Ketenagakerjaan, hingga Badan Nasional Sertifikasi Profesi menjadi garda terdepan dalam upaya ini.

Namun, kompetensi saja tidak cukup tanpa didukung lingkungan kerja yang sehat. Afriansyah Noor juga menekankan pentingnya hubungan industrial yang harmonis.

Ia mengajak seluruh elemen pekerja, khususnya di lingkungan Sucofindo, untuk mengedepankan dialog dan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan.

Menurutnya, komunikasi yang baik antara pekerja dan manajemen akan menciptakan stabilitas yang berdampak langsung pada kemajuan perusahaan serta kesejahteraan karyawan.

Hal senada disampaikan Direktur Utama PT Sucofindo, Sandry Pasambuna. Ia menilai bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari capaian bisnis semata, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang dimiliki.

Bagi Sandry, kesejahteraan karyawan dan keluarganya merupakan fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan perusahaan.

Dengan semangat kebersamaan dan saling percaya, ia optimistis Sucofindo mampu terus tumbuh dan menghadapi tantangan ke depan.

Perubahan zaman telah menggeser paradigma lama. Kini, dunia kerja tidak lagi sekadar soal gelar, tetapi tentang kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, dan berkembang.

Mereka yang mampu meningkatkan kompetensi dan menjaga kolaborasi akan menjadi pemenang di tengah dinamika industri yang terus bergerak. (bs)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *