Sembilang dan Bulang Linggi, Simbol Semangat Bahari Porprov Kepri 2026

TANJUNGPINANG – Di sebuah pagi yang penuh semangat di Aula Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Pemerintah Kota resmi memperkenalkan wajah baru Pekan Olahraga Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) VI 2026.
Bukan sekadar seremoni, peluncuran maskot dan logo ini menjadi penanda awal perjalanan panjang menuju pesta olahraga terbesar di tingkat provinsi.
Seekor ikan sembilang ikan khas perairan Melayu yang tangguh dan adaptif dipilih sebagai maskot.
Sementara itu, kapal Bulang Linggi, simbol kejayaan maritim masa lampau, ditetapkan sebagai logo resmi.
Dua ikon ini bukan dipilih tanpa makna. Keduanya merepresentasikan identitas bahari Kepri sekaligus menggambarkan semangat daya juang, ketangguhan, dan kebersamaan.
Wali Kota Lis Darmansyah menegaskan bahwa Porprov bukan hanya tentang kompetisi olahraga. Lebih dari itu, ajang ini adalah ruang mempererat silaturahmi antar daerah di Kepri.
“Porprov bukan sekadar seremoni, tetapi momentum memperkuat persatuan melalui olahraga,” ujarnya.
Menurut Lis, prestasi atlet tidak lahir secara instan.
Dibutuhkan kolaborasi yang konsisten antara cabang olahraga, Komite Olahraga Nasional Indonesia, serta organisasi perangkat daerah. Sinergi inilah yang diyakini mampu mengangkat prestasi olahraga Kepri ke level lebih tinggi.
Namun, di balik semangat itu, tantangan tetap ada. Keterbatasan anggaran membuat pembangunan sarana olahraga harus dilakukan secara bertahap.
Meski begitu, Pemko Tanjungpinang telah menetapkan enam prioritas pengembangan fasilitas olahraga tahun ini sebagai langkah konkret.
Di sisi lain, dukungan dari Pemerintah Provinsi Kepri menjadi angin segar. Hibah gedung PPLP di kawasan Bintan Center akan dimanfaatkan sebagai mini indoor stadion fasilitas yang selama ini sangat dibutuhkan untuk cabang olahraga dalam ruangan.
Tak hanya itu, rencana jangka panjang juga mulai disusun. Pemerintah kota telah menjalin komunikasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia untuk pengembangan stadion baru. Lahan di kawasan Senggarang pun telah disiapkan, menandai keseriusan membangun infrastruktur olahraga yang lebih representatif.
Peluncuran maskot dan logo ini pada akhirnya bukan sekadar memperkenalkan simbol. Ia adalah pemantik semangat bahwa Porprov 2026 harus menjadi titik balik pembenahan olahraga di Tanjungpinang.
Dengan semangat kolaborasi lintas sektor, harapan besar pun disematkan: Porprov bukan hanya sukses sebagai ajang kompetisi, tetapi juga meninggalkan warisan nyata berupa fasilitas olahraga yang berkelanjutan.
Sebab pada akhirnya, seperti sembilang yang mampu bertahan di berbagai kondisi, dan kapal Bulang Linggi yang mengarungi lautan luas,
Tanjungpinang tengah menegaskan satu halsiap berlayar menuju masa depan olahraga yang lebih gemilang. (bas)


