OLAHRAGA

Buralimar dan Dewan Hakim, Penjaga Sportivitas di Porprov Kepri VI

Di Balik Sengitnya Perebutan Medali, Dewan Hakim Siap Jadi Benteng Keadilan Pertandingan

TANJUNGPINANG – Di arena Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepulauan Riau (Kepri) VI 2026, perhatian publik akan tertuju pada atlet yang berjuang meraih medali, pertandingan yang berlangsung sengit, serta persaingan antarkabupaten dan kota untuk menjadi yang terbaik.

Namun, di balik sorak-sorai penonton dan ketegangan para atlet, ada satu unsur penting yang turut menentukan kualitas sebuah kompetisi: keadilan dalam pertandingan.

Di sinilah peran Dewan Hakim Porprov Kepri VI 2026 menjadi penting. Mereka bukan pihak yang menentukan siapa harus menang atau kalah sejak awal, melainkan menjadi jalur penyelesaian terakhir ketika persoalan pertandingan tidak lagi dapat diselesaikan melalui mekanisme cabang olahraga.

Ketua Dewan Hakim Porprov Kepri VI 2026, Buralimar, menegaskan bahwa setiap sengketa harus ditangani berdasarkan aturan yang berlaku, dengan mempertimbangkan bukti dan keterangan yang relevan.

“Dewan Hakim itu pada tahap akhir, kalau tidak bisa diselesaikan di tingkat pertandingan, baru dibawa ke Dewan Hakim,” ujar Buralimar, Rabu (28/10/2026).

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penyelesaian sengketa bukanlah langkah pertama yang harus ditempuh.

Setiap persoalan lebih dahulu diselesaikan melalui perangkat pertandingan, mulai dari wasit, juri, hingga unsur teknis yang berwenang di masing-masing cabang olahraga.

Mekanisme ini menjadi bagian penting untuk menjaga agar kompetisi berjalan tertib.

Sebab, dalam pertandingan olahraga, perbedaan penilaian dan keberatan terhadap keputusan bisa saja muncul, terutama ketika persaingan semakin ketat dan hasil akhir menentukan peluang meraih medali.

Ketika Persaingan Mencapai Puncak
Porprov bukan sekadar ajang untuk mengukur kemampuan atlet. Kompetisi ini juga menjadi ruang pembuktian bagi daerah dalam menunjukkan hasil pembinaan olahraga yang telah dilakukan.

Karena itu, setiap pertandingan memiliki arti tersendiri bagi atlet maupun kontingen.

Kemenangan dapat menjadi kebanggaan, sementara kekalahan tidak jarang menyisakan kekecewaan.

Dalam situasi seperti itu, keputusan pertandingan harus memiliki dasar yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Buralimar menjelaskan, apabila atlet atau kontingen mengajukan keberatan terhadap hasil pertandingan, Dewan Hakim akan menelaah persoalan dengan merujuk pada peraturan pertandingan serta bukti yang tersedia..

Pemeriksaan dapat mencakup keterangan saksi dan rekaman video apabila diperlukan.

Dengan demikian, keputusan tidak semata-mata didasarkan pada pendapat salah satu pihak, tetapi melalui pemeriksaan terhadap fakta dan ketentuan yang berlaku.

Pendekatan ini penting untuk menjaga kepercayaan seluruh kontingen terhadap penyelenggaraan Porprov. Sebab, keadilan tidak hanya berkaitan dengan keputusan akhir, tetapi juga proses yang ditempuh untuk menghasilkan keputusan tersebut..

Cabang Bela Diri Jadi Perhatian
Dari berbagai cabang olahraga yang dipertandingkan, Buralimar menaruh perhatian khusus pada cabang bela diri atau olahraga yang melibatkan kontak fisik penuh.

Pada cabang olahraga seperti ini, penilaian dapat melibatkan pertimbangan juri terhadap teknik, gerakan, maupun pelaksanaan pertandingan sesuai ketentuan masing-masing cabang. Kondisi tersebut membuat potensi perbedaan persepsi perlu diantisipasi.

“Cabang olahraga yang paling krusial itu bela diri atau full body contact, penilaiannya bisa relatif, sehingga kami akan memberi perhatian ke sana,” katanya.

Perhatian tersebut bukan berarti cabang olahraga lain bebas dari potensi sengketa.

Terlebih, pertandingan semifinal dan final biasanya berlangsung dengan tekanan yang lebih tinggi karena menentukan langkah atlet menuju podium juara.

Pada fase inilah profesionalisme perangkat pertandingan diuji. Wasit dan juri dituntut menjalankan tugas sesuai regulasi, sedangkan kontingen diharapkan menyampaikan keberatan melalui jalur yang telah ditetapkan.

Dewan Hakim pun harus memastikan setiap persoalan yang sampai ke tingkat akhir diperiksa secara cermat, tanpa mengabaikan hak pihak yang mengajukan keberatan maupun ketentuan pertandingan.

Mengantisipasi kemungkinan munculnya persoalan, Dewan Hakim akan melakukan koordinasi dan menyamakan persepsi sebelum menjalankan tugas.

Langkah tersebut diperlukan agar setiap pihak memahami batas kewenangan dan mekanisme penyelesaian sengketa.

Dengan pemahaman yang sama, persoalan dapat ditangani secara terarah tanpa menimbulkan kebingungan di tengah berlangsungnya kompetisi.
Dewan Hakim dijadwalkan bertugas mulai 29 Oktober hingga 9 November 2026, mengikuti rangkaian pertandingan Porprov Kepri VI yang digelar di Tanjungpinang.

Sejumlah pertandingan dijadwalkan berlangsung sebelum seremoni pembukaan resmi.

Porprov Kepri VI 2026 mempertandingkan sekitar 30 cabang olahraga.

Banyaknya cabang yang dilombakan membuat koordinasi antarpihak menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga kelancaran penyelenggaraan.

Bagi Dewan Hakim, kesiapan bukan hanya menyangkut kemampuan memeriksa gugatan ketika sengketa terjadi.

Lebih dari itu, kesiapan juga berarti memahami regulasi, menjaga objektivitas, dan memastikan kewenangan setiap unsur pertandingan dijalankan sebagaimana mestinya.

Pada akhirnya, keberhasilan sebuah Porprov tidak hanya diukur dari jumlah medali yang diraih setiap daerah atau siapa yang keluar sebagai juara umum.

Kompetisi yang berkualitas juga tercermin dari proses pertandingan yang tertib, keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan, serta kemampuan seluruh pihak menghormati hasil yang ditetapkan sesuai aturan.

Dewan Hakim menjadi salah satu bagian dari upaya menjaga prinsip tersebut. Kehadirannya diharapkan memberikan kepastian bahwa ketika muncul keberatan yang tidak dapat diselesaikan di tingkat cabang olahraga, tersedia mekanisme lanjutan untuk memeriksanya.

Buralimar berharap seluruh perangkat pertandingan menjalankan tugas secara profesional sehingga hasil kompetisi benar-benar mencerminkan prestasi atlet.

“Kita harapkan pertandingan dapat berjalan secara profesional,” ujarnya.

Harapan itu menjadi penting di tengah semangat para atlet yang akan berjuang membawa nama daerah masing-masing. Di arena Porprov, kemenangan memang menjadi tujuan.

Namun, sportivitas, kejujuran, dan keadilan merupakan nilai yang harus tetap dijaga.

Sebab, medali akan menjadi catatan prestasi, tetapi kepercayaan terhadap kompetisi yang adil merupakan modal penting bagi kemajuan olahraga Kepulauan Riau. (bs)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *