TANJUNGPINANG

Ansar Ahmad dan Pengabdian yang Menguatkan Tata Kelola Pemerintahan Kepri

Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN menjadi pengakuan atas kiprah pembangunan Kepulauan Riau sekaligus momentum memperkuat sinergi dalam mencetak aparatur yang berintegritas dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

TANJUNGPINANG – Pengabdian dalam pemerintahan tidak semata-mata diukur dari panjangnya masa jabatan atau banyaknya penghargaan yang diterima.

Lebih dari itu, pengabdian diuji melalui kemampuan menghadirkan perubahan, membangun kepercayaan masyarakat, serta memastikan roda pemerintahan berjalan untuk kepentingan publik.
Nilai itulah yang mengemuka ketika Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad menerima penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jumat (23/10/2026).

Penghargaan yang diserahkan langsung oleh Rektor IPDN, Dr. Halilul Khairi, tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi Ansar dalam mendukung pendidikan kepamongprajaan dan membagikan wawasan kepemimpinan kepada para praja.

Namun, di balik penganugerahan itu, terdapat pesan yang lebih luas tentang arti kepemimpinan daerah.

Pemerintahan yang kuat tidak cukup bertumpu pada sosok pemimpin, melainkan harus ditopang aparatur yang kompeten, berintegritas, dan memiliki semangat pengabdian yang sama.
Bagi Ansar, penghargaan tersebut bukan sekadar kebanggaan pribadi.

Ia memandangnya sebagai pengingat bahwa pembangunan Kepulauan Riau merupakan pekerjaan bersama yang membutuhkan konsistensi, dedikasi, dan kolaborasi seluruh unsur pemerintahan.

Rangkaian kunjungan Ansar ke kampus IPDN berlangsung dalam sejumlah agenda yang sarat makna.

Sebelum menerima penghargaan, ia terlebih dahulu bertindak sebagai khatib salat Jumat di Masjid Darul Ma’arif IPDN.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan memimpin Upacara Makan Siang di Gedung Menza Nusantara, sebelum memasuki agenda penganugerahan Kartika Pamong Praja Madya dan penyematan gelar Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan.

Rangkaian tersebut mempertemukan nilai-nilai spiritual, tradisi kelembagaan, dan tanggung jawab kepemimpinan dalam satu momentum.

Di hadapan para praja, pengalaman seorang kepala daerah menjadi ruang pembelajaran tersendiri. Kepemimpinan pemerintahan bukan hanya berbicara mengenai kebijakan dan administrasi, tetapi juga menyangkut keteladanan, keberanian mengambil keputusan, serta kesediaan mempertanggungjawabkan setiap kebijakan kepada masyarakat.

Ansar memahami bahwa aparatur pemerintahan merupakan ujung tombak penyelenggaraan pelayanan publik. Kebijakan yang baik tidak akan memberikan dampak maksimal apabila tidak dijalankan oleh sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan integritas.

Karena itu, penguatan pendidikan kepamongprajaan menjadi salah satu bagian penting dalam membangun pemerintahan yang profesional.
Penghargaan untuk perjalanan pembangunan daerah
Rektor IPDN Halilul Khairi menjelaskan, penganugerahan kepada Ansar didasarkan pada dua pertimbangan utama.

Pertama, capaian pembangunan Provinsi Kepulauan Riau di bawah kepemimpinan Ansar Ahmad, termasuk berbagai penghargaan yang diterima serta perkembangan indikator pembangunan ekonomi dan sosial.

Kedua, hubungan historis wilayah Riau dengan perjalanan lahirnya institusi pendidikan kepamongprajaan yang kini dikenal sebagai IPDN.

Dua pertimbangan tersebut memperlihatkan bahwa penghargaan ini tidak berdiri sendiri. Ada dimensi kinerja pemerintahan sekaligus keterkaitan sejarah yang menjadi bagian dari perjalanan pendidikan dan pengembangan aparatur di Indonesia.

Bagi Kepulauan Riau, pengakuan tersebut menjadi momentum untuk melihat kembali pentingnya pembangunan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Sebagai provinsi kepulauan yang berada di beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Kepri memiliki tantangan tersendiri dalam memastikan pelayanan pemerintahan menjangkau masyarakat di berbagai wilayah.

Kondisi geografis yang terdiri atas pulau-pulau menuntut tata kelola pemerintahan yang adaptif, koordinasi lintas sektor, serta aparatur yang mampu bekerja dengan memahami karakteristik daerah.

Dalam konteks itu, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh besarnya program yang direncanakan, tetapi juga oleh kemampuan pemerintah mengubah kebijakan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat..

Ansar menegaskan bahwa capaian pembangunan Kepri merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur pemerintahan, termasuk para alumni Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN), Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN), dan IPDN yang mengabdi di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan tidak dapat dimonopoli oleh satu kelompok atau latar belakang pendidikan tertentu.

Seluruh aparatur memiliki peran yang saling melengkapi. Kebersamaan, dedikasi, kinerja, dan loyalitas menjadi modal utama untuk menjaga kesinambungan pembangunan daerah.

Sinergi pendidikan dan pemerintahan
Momentum penganugerahan tersebut juga ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan tentang Sinergi Penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi antara IPDN dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

Kesepakatan ini membuka ruang penguatan kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat..

Kolaborasi tersebut penting karena tantangan pemerintahan terus berkembang. Aparatur tidak hanya dituntut memahami prosedur administrasi, tetapi juga harus mampu membaca persoalan masyarakat, merumuskan solusi, serta mengembangkan inovasi pelayanan.

Melalui sinergi dengan perguruan tinggi, pemerintah daerah berpeluang memperkuat kapasitas sumber daya manusia sekaligus mengembangkan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Bagi Kepri, kerja sama dengan IPDN juga menjadi kesempatan untuk menjadikan daerah sebagai ruang pengabdian, pembelajaran, dan penelitian bagi para praja maupun purna praja.

Ansar menyampaikan harapannya agar hubungan antara kedua institusi semakin erat dan memberikan manfaat yang lebih luas.

“Terima kasih atas penganugerahan Kartika Pamong Praja Madya dan penyematan Alumni Kehormatan IPDN ini. Kami berharap hubungan yang terjalin dapat semakin memperkuat sinergi antara IPDN dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. .Kepri siap menjadi rumah pengabdian bagi para abdi praja melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujar Ansar.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penghargaan bukanlah titik akhir. Sebaliknya, penghargaan dapat menjadi pintu masuk bagi kerja sama yang lebih konkret, terutama dalam menyiapkan aparatur yang mampu menjawab kebutuhan pemerintahan masa kini dan mendatang.

Menyiapkan aparatur yang berintegritas
Dalam pandangan Ansar, keberhasilan pembangunan membutuhkan lebih dari sekadar perencanaan dan dukungan anggaran.
.

Dibutuhkan pula aparatur yang mampu menerjemahkan visi pembangunan menjadi kerja nyata.

Integritas menjadi fondasi, sementara dedikasi dan loyalitas menjadi energi untuk menjaga agar program pembangunan berjalan sesuai tujuan.

Ia menilai seluruh jajaran pemerintahan perlu terus memperkuat kebersamaan dalam mendukung agenda pembangunan daerah maupun nasional, termasuk Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.

“Keberhasilan pembangunan tidak bisa dicapai oleh satu pihak saja. Diperlukan kebersamaan, dedikasi, dan loyalitas seluruh aparatur untuk terus memberikan kinerja terbaik.

Bersama IPDN dan seluruh jajaran pemerintah daerah, kita juga dapat mengambil peran sebagai pelopor dalam mendukung berbagai target pembangunan nasional, termasuk Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia,” tambahnya.

Pesan tersebut relevan bagi Kepulauan Riau yang memiliki posisi strategis di kawasan perbatasan.

Pemerintahan daerah dituntut mampu menjaga kesinambungan pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat yang tersebar di berbagai pulau.

Dalam situasi demikian, aparatur yang profesional bukan hanya pelaksana kebijakan, melainkan juga penghubung antara kehadiran negara dan kebutuhan masyarakat.

Menjaga kemitraan untuk masa depan Kepri

Halilul Khairi berharap perhatian Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terhadap para purna praja IPDN dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Dengan demikian, para alumni memiliki kesempatan lebih luas untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Harapan tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya kesinambungan antara pendidikan dan praktik pemerintahan.

Pengetahuan yang diperoleh di bangku pendidikan perlu bertemu dengan pengalaman lapangan agar melahirkan aparatur yang tangguh dan memahami persoalan masyarakat secara langsung.
Bagi Ansar, penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dan penyematan Alumni Kehormatan IPDN merupakan kehormatan yang membawa tanggung jawab lebih besar.

Pengakuan itu menjadi pengingat bahwa kualitas pemerintahan tidak cukup diukur dari pencapaian administratif atau deretan penghargaan.

Ukuran yang lebih mendasar terletak pada kemampuan pemerintah membangun kepercayaan, memperkuat profesionalisme aparatur, serta menghadirkan pelayanan yang semakin baik.

Melalui kemitraan dengan IPDN, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau diharapkan dapat memperluas ruang pengembangan kapasitas aparatur, memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan.

Pada akhirnya, makna penghargaan tersebut akan menemukan nilainya ketika semangat pengabdian diterjemahkan menjadi kerja nyata.

Bagi Kepulauan Riau, tantangan berikutnya bukan sekadar mempertahankan capaian pembangunan, tetapi memastikan kemajuan itu terus berlanjut dan dirasakan oleh masyarakat di seluruh penjuru provinsi.

Sebab, kepemimpinan yang bermakna bukan hanya tentang penghargaan yang diterima hari ini, melainkan tentang warisan tata kelola pemerintahan yang lebih baik bagi generasi mendatang. (*)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *