Pantang Kehilangan Mahkota, KONI Batam Gaspol Pertahankan Juara Umum Porprov Kepri 2026
BATAM – Takhta juara umum bukan sekadar gelar yang diperebutkan, melainkan simbol harga diri dan kebanggaan sebuah daerah. Bagi Kota Batam, mempertahankan kejayaan olahraga di tingkat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menjadi misi yang menuntut kerja keras, strategi matang, serta semangat juang tanpa kompromi.
Di tengah persaingan olahraga antarkabupaten dan kota yang semakin ketat, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Batam bersama Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Batam mulai menggeber persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepri VI 2026.
Pemusatan latihan atau Training Center (TC) resmi dibuka di Aula Dispora Kota Batam, Jumat (9/10/2026), sebagai penanda dimulainya perjuangan kontingen Batam menuju podium tertinggi..
Bagi KONI Batam, Porprov kali ini bukan sekadar agenda olahraga empat tahunan. Lebih dari itu, ajang tersebut menjadi panggung pembuktian atas hasil pembinaan atlet, kualitas program latihan, dan keseriusan seluruh elemen olahraga dalam menjaga nama besar Batam sebagai salah satu kekuatan utama olahraga di Kepulauan Riau.
Pembukaan TC dihadiri Asisten III Pemerintah Kota Batam sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispora Batam, Heriman HK, Ketua Umum KONI Batam Rani Rafitriyani, Wakil Ketua KONI Batam Rinaldi Samjaya, serta perwakilan dari 30 cabang olahraga (cabor).
Sejak persiapan dimulai, satu tekad terus digaungkan: Batam harus kembali merebut gelar juara umum.
Perburuan Mahkota Dimulai dari Ruang Latihan
Ketua Umum KONI Batam, Rani Rafitriyani, memahami bahwa mempertahankan atau merebut kembali supremasi olahraga tidak cukup hanya bermodalkan optimisme. Diperlukan persiapan terukur, disiplin yang kuat, serta kemampuan membaca peta persaingan di setiap cabang olahraga.
Karena itu, pembinaan atlet menjadi salah satu fokus utama.

Kondisi fisik harus prima, program latihan mesti berjalan konsisten, dan setiap atlet perlu memiliki kesiapan mental untuk menghadapi tekanan pertandingan.
“Kita memang harus bekerja keras untuk memenangkan pertandingan dan merebut kembali posisi juara umum,” tegas Rani dalam sambutannya.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa perjuangan kontingen Batam tidak boleh berhenti pada seremoni pembukaan TC.
Seluruh atlet, pelatih, dan pengurus cabang olahraga harus menerjemahkan target besar itu menjadi kerja nyata di lapangan.
KONI Batam pun telah melakukan sejumlah langkah awal untuk mengukur kesiapan atlet. Salah satunya melalui tes fisik yang digelar pada 5–6 September 2026 di Stadion Temenggung Abdul Jamal.
Tes tersebut menjadi bagian penting dalam memotret kondisi fisik atlet sekaligus menjadi dasar penyusunan program latihan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing cabang olahraga.
Di sisi lain, Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Batam melakukan screening terhadap seluruh cabor untuk memetakan potensi medali dan peluang setiap atlet.
Pemetaan ini menjadi bekal bagi tim pembinaan dalam menentukan prioritas, menyusun strategi pertandingan, serta mengoptimalkan peluang meraih medali. Dengan persaingan yang tersebar di banyak nomor pertandingan, setiap peluang harus diperhitungkan secara cermat.
“Kami melalui Bidang Pembinaan Prestasi juga melakukan screening ke seluruh cabor untuk memetakan potensi medali setiap atlet. Persiapan ini menjadi bagian dari upaya kami untuk merebut kembali gelar juara umum,” jelas Rani.
Bagi Batam, setiap nomor pertandingan memiliki arti. Namun, ambisi besar tersebut hanya dapat diwujudkan apabila perencanaan, latihan, dan pelaksanaan strategi berjalan seiring.
595 Personel, 275 Nomor Pertandingan
Besarnya misi yang diemban Batam tercermin dari kekuatan kontingen yang disiapkan untuk Porprov Kepri VI 2026.
Kontingen Batam dijadwalkan mengikuti 275 nomor pertandingan, terdiri atas 188 nomor putra, 76 nomor putri, dan 11 nomor campuran. Untuk mendukung persiapan hingga pelaksanaan kompetisi, sebanyak 144 pelatih akan mendampingi atlet.
Secara keseluruhan, kontingen Batam yang akan diberangkatkan berjumlah 595 orang.
Angka tersebut menunjukkan bahwa perjuangan menuju juara umum bukan pekerjaan satu atau dua orang. Di balik setiap atlet yang berlaga, terdapat pelatih yang menyusun program, pengurus cabor yang mengawal pembinaan, serta tim pendukung yang memastikan seluruh kebutuhan kontingen terpenuhi.
Karena itu, kekompakan menjadi salah satu modal penting. Atlet membutuhkan dukungan pelatih, pelatih memerlukan koordinasi yang baik dengan pengurus cabor, sementara KONI dan pemerintah daerah berperan memastikan persiapan berjalan sesuai rencana.
Dengan banyaknya nomor yang diikuti, konsistensi juga menjadi tantangan tersendiri. Kontingen tidak hanya dituntut tampil baik dalam satu pertandingan, tetapi harus mampu menjaga performa sepanjang kompetisi.
Setiap atlet diharapkan memahami bahwa medali yang diperjuangkan bukan hanya pencapaian pribadi, melainkan bagian dari kontribusi untuk membawa nama Kota Batam.
26 Venue, Strategi Harus Tepat
Perjuangan Batam semakin menantang karena lokasi pertandingan Porprov tersebar di 26 venue. Kondisi ini menuntut pengelolaan kontingen yang tertata, terutama dalam hal mobilitas atlet, jadwal pertandingan, kebutuhan akomodasi, serta koordinasi antartim.
Cabang olahraga atletik dijadwalkan bertanding di Stadion Sri Tri Buana, Dompak.
Sementara itu, cabang olahraga renang akan berlangsung di Kolam Renang Bendang Ria, Kilometer 4.
KONI Batam juga menyiapkan sembilan hotel untuk mengakomodasi atlet, pelatih, dan ofisial selama kompetisi. Tiga di antaranya merupakan Hotel Pelangi yang sekaligus difungsikan sebagai posko utama kontingen Batam.
Posko tersebut akan menjadi pusat koordinasi, pengelolaan data, serta pemantauan perkembangan perolehan medali selama pertandingan berlangsung.
Keberadaan posko utama diharapkan memudahkan pengurus dalam memantau hasil pertandingan dan mengambil langkah koordinasi yang diperlukan.
Di tengah kompetisi yang berlangsung di banyak lokasi, kecepatan informasi menjadi bagian penting dari upaya menjaga efektivitas kontingen.
Persiapan teknis seperti ini mungkin tidak selalu terlihat di arena pertandingan.
Namun, kelancaran transportasi, kesiapan tempat tinggal, dan ketepatan informasi dapat ikut menentukan kenyamanan atlet saat bertanding.
KONI Batam menyadari bahwa perjuangan merebut juara umum tidak hanya berlangsung ketika peluit pertandingan dibunyikan. Persiapan di luar arena juga harus berjalan optimal agar atlet dapat berkonsentrasi pada tugas utamanya.
Pemantauan TC hingga ke Setiap Cabor
Setelah pembukaan TC, KONI Batam berencana mengunjungi lokasi pemusatan latihan masing-masing cabor selama lima hari, mulai Sabtu (10/10/2026).
Pemantauan tersebut bertujuan melihat secara langsung perkembangan latihan, kesiapan atlet, serta pelaksanaan program yang telah disusun. KONI juga berharap Plt Kepala Dispora Batam dapat mendampingi rangkaian kunjungan tersebut.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa program persiapan tidak sekadar tersusun di atas kertas, tetapi benar-benar dijalankan sesuai target.
Melalui pemantauan langsung, berbagai kendala yang dihadapi cabor diharapkan dapat diketahui lebih awal. Dengan demikian, koordinasi dan evaluasi dapat dilakukan sebelum atlet memasuki arena pertandingan.
Bagi para atlet, masa TC merupakan fase penting untuk menyatukan kemampuan individu menjadi kekuatan tim. Disiplin mengikuti program, menjaga kondisi tubuh, serta membangun kepercayaan diri menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses tersebut.
Sementara bagi pelatih, masa persiapan menjadi kesempatan untuk mematangkan teknik dan taktik, sekaligus memastikan atlet berada dalam kondisi terbaik ketika menghadapi lawan.
Rani berharap seluruh cabor mampu memaksimalkan waktu yang tersedia. Target juara umum, menurut semangat yang terus dibangun KONI Batam, harus menjadi tanggung jawab bersama.
Pemko Batam Dorong Dukungan Publik
Dukungan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam perjalanan kontingen Batam menuju Porprov Kepri VI 2026.
Asisten III Pemko Batam sekaligus Plt Kepala Dispora Batam, Heriman HK, yang membuka TC secara resmi, mengapresiasi berbagai persiapan yang telah dilakukan KONI Batam.
Ia mengingatkan seluruh pihak agar terus memperkuat koordinasi dan memastikan kesiapan kontingen berjalan dengan baik menjelang pertandingan.
Heriman juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Batam sebelumnya telah membahas persiapan Porprov bersama jajaran terkait. Salah satu perhatian yang disampaikan adalah pentingnya meningkatkan publikasi mengenai pembinaan dan perkembangan latihan atlet.
Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui perjuangan para atlet yang tengah menjalani persiapan. Publikasi yang baik dapat membuka ruang dukungan lebih luas sekaligus memperkenalkan kerja keras atlet kepada masyarakat..
Sebab, perjuangan olahraga bukan hanya milik atlet dan pengurus. Dukungan masyarakat juga menjadi bagian dari energi yang dapat menguatkan semangat para pejuang olahraga daerah.
Heriman berharap KONI, Dispora, pengurus cabang olahraga, pelatih, dan seluruh pihak terkait dapat bekerja sama secara maksimal untuk mempersiapkan kontingen Batam.
Sinergi tersebut diperlukan agar setiap unsur memiliki arah yang sama, yakni membawa atlet Batam tampil dengan kesiapan terbaik dan mampu bersaing di setiap nomor pertandingan.
27 Oktober, Langkah Menuju Arena
Menjelang pertandingan, KONI Batam menjadwalkan pelepasan kontingen pada 27 Oktober 2026 pukul 07.30 WIB di Alun-Alun Engku Putri, Batam Centre. Kegiatan tersebut direncanakan dipimpin langsung Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.
Rani berharap seluruh atlet dapat hadir dalam pelepasan tersebut. Momentum itu diharapkan menjadi kesempatan untuk memperkuat kebersamaan dan membangun semangat sebelum kontingen memasuki arena kompetisi.
Sementara itu, pertandingan Porprov Kepri VI 2026 dijadwalkan mulai berlangsung pada 30 Oktober 2026. Cabang olahraga atletik dan renang menjadi perhatian awal karena atlet dari kedua cabor tersebut akan langsung bertanding pada hari pertama.
Bagi Batam, pertandingan awal memiliki arti strategis.
Hasil positif di hari pertama diharapkan dapat membangun kepercayaan diri dan memberi dorongan moral bagi atlet dari cabang olahraga lainnya.
Namun, perjalanan menuju juara umum tidak ditentukan oleh satu pertandingan saja…
Konsistensi, kemampuan menjaga fokus, serta kesiapan menghadapi tekanan akan diuji sepanjang kompetisi.
Karena itu, Rani berharap seluruh atlet mampu menunjukkan kemampuan terbaik dan menjalankan persiapan dengan penuh tanggung jawab.
“Kami berharap seluruh cabor bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya. Kita ingin perjuangan bersama ini membuahkan hasil maksimal sehingga Batam bisa kembali menjadi juara umum,” ujarnya.
Pantang Kehilangan Mahkota
Kini, hitungan menuju Porprov Kepri VI 2026 semakin dekat. Di balik latihan yang terus digenjot, terdapat harapan besar untuk mengembalikan kejayaan olahraga Kota Batam.
Target juara umum menjadi pemacu semangat, tetapi jalan untuk mencapainya menuntut lebih dari sekadar ambisi. Dibutuhkan kedisiplinan, strategi yang tepat, kerja sama lintas sektor, serta kemampuan setiap atlet untuk memberikan performa terbaik pada saat yang menentukan..
Sebanyak 595 anggota kontingen yang disiapkan bukan hanya membawa perlengkapan pertandingan, tetapi juga mengemban harapan masyarakat Batam. Setiap keringat dalam latihan menjadi bagian dari perjalanan panjang menuju podium juara.
Bagi KONI Batam dan Dispora, pembukaan TC merupakan awal dari fase perjuangan yang lebih intensif. Evaluasi, pemantauan, dan pematangan strategi harus terus berjalan agar persiapan yang telah dilakukan dapat berbuah hasil maksimal.
Porprov Kepri VI 2026 pun menjadi momentum bagi atlet Batam untuk membuktikan bahwa kerja keras dan dedikasi mampu menjawab tantangan persaingan.
Pantang kehilangan mahkota bukan sekadar slogan. Ia menjadi tekad yang harus dibuktikan melalui performa, semangat pantang menyerah, dan perjuangan sampai pertandingan terakhir.
Kini, seluruh elemen olahraga Batam bergerak dalam satu irama. Misi merebut kembali takhta juara umum telah dimulai, dan perjuangan itu akan ditentukan oleh seberapa kuat mereka menjaga komitmen ketika berhadapan dengan lawan-lawan terbaik dari seluruh Kepulauan Riau. (bs)


