BINTAN

SMP Al Ihsan Raih TKA Tertinggi di Bintan

Bintan— SMP Al Ihsan berhasil meraih predikat sekolah dengan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) tertinggi se-Kabupaten Bintan. Prestasi ini menjadi bukti nyata kualitas pendidikan yang selama ini diterapkan di sekolah tersebut.

Bupati Bintan Roby Kurniawan memberikan piagam penghargaan kepada SMP Al Ihsan karena berhasil jadi yang terbaik.

Ketua Komite Sekolah Al Ihsan, Robby Patria, menyatakan bahwa sekolah harus terus menjaga kualitas yang telah dicapai saat ini, sekaligus terus meningkatkan pelayanan dan proses pendidikan ke depannya.

“Tingginya nilai TKA se Bintan ini menjadi capaian yang luar biasa. Karena nilainya tak bisa direka karena nilai berdasarkan sistem yang muncul hasil tes secara online yang dibuat kementerian pendidikan,” ujar Robby.

Menurutnya, hasil TKA yang diperoleh secara online dan terintegrasi langsung dengan sistem Kementerian Pendidikan membuat capaian ini semakin kredibel, karena tidak ada ruang untuk manipulasi nilai. Ia berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh guru, siswa, dan orang tua untuk terus mendukung proses belajar-mengajar di SMP Al Ihsan.

Robby juga menegaskan komitmennya bersama jajaran komite sekolah untuk terus mengawal dan mendukung program-program peningkatan mutu pendidikan, agar prestasi ini tidak hanya bertahan, tetapi juga terus meningkat di masa mendatang.

Santri, Hafalan Minimal 5 Juz

Saat ini SMP Al Ihsan memiliki lebih dari 100 santri, dengan dua rombongan belajar di setiap tingkatan kelas. Selain unggul secara akademik, sekolah ini juga dikenal dengan program tahfiz yang kuat. Setiap santri yang lulus dari SMP Al Ihsan minimal mampu menghafal 5 juz Al-Qur’an.

Kombinasi antara prestasi akademik dan kemampuan hafalan ini membuka jalan bagi para santri untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah-sekolah favorit, seperti MAN Insan Cendekia (IC) Batam dan MAN 1 Yogyakarta. Tidak sedikit pula lulusan Al Ihsan yang berhasil diterima di pondok pesantren besar di Indonesia, di antaranya Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta Pusat, dan Pondok Pesantren Dalwa di Jawa Timur.

Kembangkan Pendidikan untuk Santri Putri Mulai 2027

Menjawab kebutuhan masyarakat, Yayasan Al Ihsan berencana mengembangkan sayap pendidikan dengan menerima santri putri mulai tahun 2027. Proses pembelajaran bagi santri putri akan diselenggarakan terpisah dari santri putra.

“Santri perempuan di sekolah yang berbeda berpisah dengan santri pria,” ujar Direktur Yayasan Al Ihsan, Zulkifli.
Selain jenjang SMP, Yayasan Al Ihsan juga mengelola jenjang pendidikan SMA yang telah meluluskan sejumlah angkatan siswa. Para alumni SMA Al Ihsan tercatat berhasil diterima di berbagai kampus negeri maupun swasta di Jakarta, melengkapi rekam jejak positif yayasan dalam mencetak generasi yang unggul secara akademik maupun keagamaan. (bs)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *