Komitmen Hunian Layak, Batam Raih Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026

BATAM – Di tengah pertumbuhan kota yang terus bergerak, kebutuhan akan rumah bukan sekadar persoalan memiliki bangunan untuk tempat tinggal.
Bagi sebuah kota yang berkembang seperti Batam, hunian layak dan terjangkau menjadi bagian penting dari kualitas hidup sekaligus fondasi bagi masa depan masyarakat.
Komitmen itulah yang kembali mendapat pengakuan.
Pemerintah Kota Batam menerima Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Batch II Regional Sumatera untuk kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah Tingkat Kota.
Penghargaan tersebut diterima langsung Wali Kota Batam Amsakar Achmad dalam kegiatan yang berlangsung di Hotel Radisson Batam, Rabu (12/8/2026) malam.
Bagi Pemko Batam, apresiasi tersebut bukan sekadar penghargaan. Di balik capaian itu terdapat tanggung jawab untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh tempat tinggal yang layak, terjangkau, sekaligus mendukung kehidupan yang lebih baik.
Rumah dan Masa Depan Kota
Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Muhammad Tito Karnavian mengatakan, apresiasi kepada pemerintah daerah berprestasi merupakan bentuk penghargaan sekaligus motivasi agar daerah terus meningkatkan kinerja.
“Acara ini di samping dapat memberikan motivasi kepada daerah, juga memberikan reward kepada daerah yang berprestasi,” ujar Tito.
Menurutnya, penghargaan tersebut juga menjadi sarana untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa banyak pemerintah daerah terus bekerja dan menghasilkan berbagai capaian positif.
“Dengan acara seperti ini kita menunjukkan bahwa banyak daerah yang baik dan berprestasi,” katanya.
Tito berharap penghargaan tersebut mampu memberikan dampak positif terhadap kinerja pemerintah daerah dan kepala daerah, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Batam di Antara Daerah Berprestasi
Dalam kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah Tingkat Kota, Batam tidak sendiri. Apresiasi serupa juga diberikan kepada Kota Bandar Lampung dan Kota Pekanbaru.
Untuk kategori kabupaten, apresiasi diberikan kepada Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Kerinci dan Kabupaten Way Kanan.
Sementara untuk tingkat provinsi, penghargaan diraih Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Jambi.
Capaian tersebut menempatkan Batam dalam jajaran pemerintah daerah di Regional Sumatera yang dinilai memiliki kinerja dalam mendukung implementasi program penyediaan hunian.
Bagi kota industri dan perdagangan yang terus berkembang, kebutuhan rumah akan selalu berjalan beriringan dengan pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi.
Karena itu, penyediaan hunian menjadi salah satu tantangan pembangunan yang membutuhkan kolaborasi banyak pihak.
Menjadi Penyemangat
Amsakar menyambut apresiasi tersebut sebagai kebanggaan sekaligus pemacu bagi Pemko Batam untuk bekerja lebih baik.
.
“Penghargaan ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus bekerja,” ujar Amsakar.
Menurutnya, pembangunan hunian tidak berhenti pada persoalan menyediakan tempat tinggal
. Rumah yang layak merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat sekaligus membangun masa depan Batam.
Perspektif tersebut membuat program hunian memiliki dimensi yang lebih luas. Ketika masyarakat memiliki tempat tinggal yang layak, kualitas lingkungan, kesehatan keluarga, pendidikan anak dan produktivitas masyarakat juga dapat ikut terdorong.
Karena itu, Pemko Batam berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat penyediaan hunian layak dan memastikan pembangunan berlangsung secara berkelanjutan.
“Capaian ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja. Apa yang sudah baik harus dipertahankan dan yang masih kurang harus kita perbaiki,” tegasnya.
Dari Penghargaan Menuju Pekerjaan Berikutnya
Penghargaan boleh menjadi penanda sebuah capaian, tetapi kebutuhan masyarakat terus berjalan.
Bagi Batam, apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 menjadi momentum untuk melihat kembali apa yang telah dilakukan sekaligus menyiapkan langkah berikutnya.
Kebutuhan hunian layak akan terus meningkat seiring pertumbuhan kota. Karena itu, pemerintah tidak cukup hanya mengejar jumlah rumah yang tersedia, tetapi juga perlu memastikan aspek keterjangkauan, kelayakan dan keberlanjutan pembangunan.
Amsakar menegaskan, Pemko Batam akan menjadikan penghargaan tersebut sebagai energi untuk menghadirkan inovasi dan memperkuat kolaborasi pembangunan.
Sebab pada akhirnya, keberhasilan program hunian bukan hanya diukur dari sebuah penghargaan, tetapi dari semakin banyak masyarakat Batam yang dapat pulang ke rumah yang layak, aman dan terjangkau.
Di situlah makna sebenarnya dari komitmen membangun kota: bukan hanya memperbesar Batam secara fisik, tetapi memastikan pertumbuhan kota ikut menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakatnya. (bs)


