TANJUNGPINANG

Dewi Ansar Ajak Gen Z Jadi Pelopor Deteksi Dini dan Pencegahan Kanker

Dewi Ansar Ajak Gen Z Jadi Pelopor Deteksi Dini dan Pencegahan Kanker.f-ist

TANJUNGPINANG – Upaya mencegah kanker tidak harus menunggu seseorang memasuki usia dewasa. Kesadaran untuk menjaga kesehatan, mengenali faktor risiko, hingga memahami pentingnya deteksi dini justru perlu dibangun sejak bangku sekolah.

Pesan itulah yang disampaikan Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Provinsi Kepulauan Riau, Dra. Hj. Dewi Kumalasari Ansar, M.Pd., saat membuka seminar edukasi YKI Kepri Goes To School di SMA Negeri 1 Tanjungpinang, Kamis (6/8/2026).

Mengangkat tema “Peran Gen Z dalam Mengenali dan Mencegah Kanker Sejak Dini”, kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi bagi ratusan pelajar untuk mengenal kanker lebih dekat sekaligus memahami bahwa pencegahan penyakit dapat dimulai dari kebiasaan sederhana sehari-hari.

Bukan sekadar seminar, kegiatan ini membawa pesan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Program tersebut merupakan kolaborasi Yayasan Kanker Indonesia Provinsi Kepulauan Riau bersama Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau dan Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau.

Di hadapan para pelajar, Dewi Ansar menekankan bahwa edukasi mengenai kanker tidak boleh hanya diberikan ketika seseorang sudah mengalami masalah kesehatan.

Sebaliknya, pemahaman mengenai faktor risiko, pencegahan dan deteksi dini perlu diperkenalkan sedini mungkin agar generasi muda memiliki bekal untuk menjaga kesehatan mereka sendiri.

“Kegiatan ini merupakan langkah yang sangat penting untuk memberikan edukasi dan informasi kepada generasi muda mengenai penyakit kanker serta bagaimana upaya pencegahannya sejak dini. Semakin dini seseorang memahami risiko dan cara pencegahannya, maka semakin besar peluang untuk menekan angka kejadian kanker di masa mendatang,” ujar Dewi Ansar.

Dewi Ansar melihat generasi Z memiliki karakter yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya.

Mereka tumbuh di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat.
Karakter kreatif, kritis dan adaptif terhadap perkembangan informasi tersebut, menurutnya, dapat menjadi kekuatan besar untuk menyebarluaskan pesan kesehatan.

Karena itu, para siswa tidak hanya diharapkan menjadi penerima informasi dalam kegiatan tersebut.
Mereka justru didorong menjadi agen perubahan, terutama dalam mengajak teman sebaya, keluarga dan lingkungan sekitar untuk menerapkan pola hidup sehat.

“Saya berharap adik-adik semua tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga menjadi penggerak gaya hidup sehat. Jadilah penyampai informasi yang benar kepada keluarga dan lingkungan sekitar tentang pentingnya mencegah kanker melalui pola hidup sehat,” katanya.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan di tengah derasnya informasi kesehatan yang beredar melalui media sosial.
Tidak semua informasi yang diterima masyarakat dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, generasi muda juga perlu memiliki kemampuan untuk memilah informasi kesehatan dan menyampaikannya berdasarkan sumber yang benar.

Dalam kesempatan itu, Dewi Ansar mengingatkan bahwa kanker masih menjadi salah satu penyakit yang menjadi perhatian dunia.

Namun, pada saat yang sama, sejumlah faktor risiko kanker dapat ditekan melalui penerapan pola hidup sehat dan deteksi dini.

“Melalui edukasi yang tepat, deteksi dini, dan pemeriksaan kesehatan secara berkala, banyak kasus kanker dapat dicegah maupun ditangani lebih cepat. Karena itu, pengetahuan seperti ini sangat penting dimiliki sejak usia sekolah,” jelasnya.

Ajakan tersebut kemudian diterjemahkan dalam kebiasaan sehari-hari.

Para pelajar didorong untuk mulai memperhatikan makanan yang dikonsumsi, menjaga aktivitas fisik, serta menghindari berbagai kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Dewi Ansar secara khusus mengingatkan generasi muda untuk menjauhi rokok, vape, minuman beralkohol dan penyalahgunaan narkoba.

Baginya, menjaga kesehatan sejak remaja merupakan bentuk investasi jangka panjang.

“Teruslah kenali diri, cegah, dan lakukan deteksi dini terhadap kanker demi masa depan yang lebih baik. Dengan menjaga kesehatan, kalian bukan hanya menjaga diri sendiri, tetapi juga ikut berkontribusi dalam menciptakan generasi Kepulauan Riau yang sehat, produktif, dan berkualitas,” pesannya.

Pemilihan SMA Negeri 1 Tanjungpinang sebagai salah satu lokasi pelaksanaan YKI Kepri Goes To School mendapat apresiasi dari pihak sekolah.

Kepala SMA Negeri 1 Tanjungpinang, Kariadi, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya.

Menurutnya, edukasi kesehatan seperti ini memberikan pengalaman sekaligus wawasan tambahan bagi siswa.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Kanker Indonesia Provinsi Kepulauan Riau atas kepercayaan yang diberikan kepada SMA Negeri 1 Tanjungpinang. Semoga kegiatan ini dapat menambah wawasan para siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah kanker sejak dini,” ujarnya.

Sekolah dinilai menjadi tempat yang strategis untuk menanamkan kebiasaan hidup sehat.

Pasalnya, pelajar berada pada fase pembentukan karakter dan kebiasaan yang dapat terbawa hingga mereka dewasa.

Karena itu, edukasi kesehatan yang diberikan sejak bangku sekolah diharapkan tidak berhenti ketika kegiatan selesai.

Informasi yang diperoleh para siswa dapat diteruskan kepada orang tua, saudara, teman dan lingkungan sekitar.
Tidak Hanya Seminar, Ada Pemeriksaan Gratis

Suasana kegiatan semakin menarik karena edukasi tidak hanya dilakukan melalui pemaparan materi.

Para peserta juga mendapatkan kesempatan mengikuti pemeriksaan kesehatan dan cek gula darah secara gratis..

Sejumlah narasumber turut memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai kesehatan dan kanker.
Mereka yakni Dr. Hj. Sulastri, M.Pd., dr. Dyah Marianingtum, Sp.PA., M.Kes., serta drg. Irvan Lubis, Sp.PMM.
Materi yang disampaikan mencakup pencegahan kanker, pentingnya deteksi dini serta penerapan pola hidup sehat sejak usia remaja.

Kehadiran tenaga kesehatan memberikan kesempatan bagi para siswa untuk mendapatkan informasi secara langsung sekaligus memahami pentingnya memperhatikan kondisi tubuh.

Kegiatan juga diramaikan dengan stan edukasi kesehatan, stan kosmetik dan pembagian doorprize bagi para siswa.

Namun, di balik kemeriahan tersebut, pesan utama kegiatan tetap sederhana: mencegah lebih baik daripada mengobati, dan kesadaran menjaga kesehatan harus dibangun sejak dini.
Menyiapkan Generasi Kepri yang Sehat
YKI Kepri Goes To School menjadi bagian dari upaya memperluas edukasi mengenai kanker kepada kelompok usia muda.

Generasi Z yang selama ini dikenal dekat dengan teknologi dan media sosial memiliki peluang besar menjadi penyambung informasi kesehatan yang positif.

Ketika pengetahuan tersebut dibawa ke rumah dan lingkungan pergaulan, dampaknya diharapkan tidak hanya dirasakan oleh siswa, tetapi juga oleh keluarga dan masyarakat.

Dari ruang kelas, pesan tentang kesehatan dapat bergerak lebih jauh.
Dari satu siswa, informasi dapat sampai kepada orang tua. Dari satu sekolah, kampanye hidup sehat dapat menyebar ke lingkungan masyarakat.

Inilah yang ingin dibangun melalui edukasi kanker sejak usia sekolah.
Sebab, membangun generasi yang sehat bukan pekerjaan sehari, melainkan investasi jangka panjang.

Dan ketika generasi muda mulai memahami pentingnya mengenali risiko, menjaga pola hidup serta melakukan deteksi dini, mereka tidak hanya sedang menjaga masa depan dirinya sendiri.
Mereka juga sedang mengambil bagian dalam menyiapkan generasi Kepulauan Riau yang sehat, produktif dan berkualitas. (*/bs)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *