TANJUNGPINANG

Cari Produk Kerajinan Tanjungpinang di SIDEKRA Saja

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto (dua dari kanan) usai mempresentasikan SIDEKRA di Kantor Disperindag, Kamis (16/6/2026). f-humas

Berawal dari Tanjak yang Tak Ditemukan di Marketplace

TANJUNGPINANG – Keinginan mencari tanjak khas Tanjungpinang di marketplace justru membawa Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto, pada satu kenyataan. Produk yang muncul justru berasal dari daerah lain, sementara tanjak khas Tanjungpinang belum ditemukan.

Pengalaman tersebut menjadi awal lahirnya Sistem Informasi Digitalisasi Ekonomi dan Kerajinan Rakyat (SIDEKRA), sebuah etalase digital berbasis web yang menghimpun produk kerajinan dan ekonomi kreatif Tanjungpinang dalam satu platform resmi.

“Inovasi ini berawal saat saya mencari tanjak di marketplace. Ternyata yang muncul justru produk dari daerah lain. Dari situ kami berkoordinasi dengan Disdagin untuk membangun platform yang menghimpun para pengrajin dan produk unggulan Tanjungpinang,” kata Teguh saat mempresentasikan SIDEKRA pada Lomba Inovasi Daerah Tahun 2026 di Ruang Rapat Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang, Kamis (16/7/2026).

Menurut Teguh, Tanjungpinang memiliki banyak produk kerajinan yang kualitasnya telah diakui. Sejumlah pengrajin bahkan pernah menerima pesanan dalam jumlah besar dari berbagai instansi. Namun, pemasaran produk selama ini masih bergantung pada bazar, pameran, maupun kegiatan pemerintah sehingga penjualannya belum berlangsung secara berkesinambungan.

“Faktanya, penjualan produk unggulan daerah masih bergantung pada kegiatan pemerintah. Akibatnya, produk kita sulit bersaing dengan produk dari luar,” ujarnya.

Melalui SIDEKRA, produk kerajinan yang telah lolos kurasi Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Tanjungpinang ditampilkan dalam satu etalase digital sehingga kualitas dan keasliannya lebih terjamin. Calon pembeli dapat melihat katalog produk, mengenal profil pengrajin, kemudian terhubung langsung melalui WhatsApp untuk bertransaksi tanpa perantara.

Platform tersebut dikembangkan berbasis web sehingga dapat diakses melalui berbagai perangkat tanpa perlu mengunduh aplikasi. Kehadiran SIDEKRA diharapkan memudahkan masyarakat mencari produk khas Tanjungpinang sekaligus membantu pengrajin memperluas jangkauan pemasaran.

Saat ini sekitar 10 pengrajin telah bergabung setelah lolos proses kurasi Dekranasda. Jumlah tersebut akan terus bertambah melalui sosialisasi dan pendampingan kepada pelaku IKM dan UMKM agar semakin banyak produk lokal dipasarkan secara digital.

Selain memperluas pemasaran, SIDEKRA juga menjadi basis data pengrajin dan produk yang dapat dimanfaatkan pemerintah dalam menyusun program pembinaan dan pengembangan ekonomi kreatif sesuai kebutuhan pelaku usaha.

Teguh berharap kehadiran SIDEKRA membuat pengrajin semakin percaya diri memasarkan produknya secara digital sehingga tidak lagi hanya mengandalkan bazar atau pameran.

“Kami ingin pengrajin tidak takut memasarkan produknya secara digital. Pemerintah hadir untuk membantu membuka akses pasar sehingga produk mereka lebih mudah dikenal dan dibeli masyarakat,” pungkasnya.

Dalam sesi penilaian, tim juri mengapresiasi hadirnya SIDEKRA sebagai inovasi digital yang membuka akses pemasaran produk kerajinan lokal. Juri meyakini, jika terus dikembangkan, SIDEKRA berpotensi menjadi model yang dapat direplikasi oleh daerah lain dalam mendukung pemasaran produk lokal secara digital. (*/Abas)

Editor : Sutana

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *