Dari Air Bersih hingga Kampung Tua, Warga Lubukbaja Rasakan Hadirnya Pemerintah

BATAM – Bagi masyarakat, ukuran keberhasilan sebuah pemerintahan sering kali bukan hanya besarnya program yang diumumkan, tetapi sejauh mana manfaatnya benar-benar dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Di Kecamatan Lubukbaja, warga mengaku mulai merasakan dampak tersebut melalui berbagai program yang dijalankan Pemerintah Kota Batam di bawah kepemimpinan Wali Kota Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra.
Suasana silaturahmi bersama para Ketua RT, RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), serta tokoh masyarakat se-Kecamatan Lubukbaja di Hotel AP Premier, Senin malam, menjadi lebih dari sekadar agenda seremonial.
Pertemuan itu berubah menjadi ruang dialog yang hangat, tempat masyarakat menyampaikan aspirasi sekaligus memberikan apresiasi atas berbagai program yang telah berjalan.
Salah satu persoalan yang paling banyak mendapat perhatian adalah krisis air bersih di kawasan Tanjunguma.
Menurut tokoh masyarakat Zulkifli Ismail, respons cepat pemerintah melalui penyaluran mobil tangki air hingga percepatan pembangunan jaringan pipa menjadi bukti bahwa persoalan warga ditangani secara serius.
Tak hanya itu, perkembangan penyelesaian sertifikasi Kampung Tua seluas 22 hektare juga menjadi harapan baru bagi masyarakat.
Program yang telah lama dinantikan tersebut dinilai menunjukkan adanya komitmen pemerintah dalam memberikan kepastian hukum bagi warga yang telah lama bermukim di kawasan tersebut.
Aspirasi lain pun mengemuka, mulai dari penanganan titik rawan longsor hingga pentingnya menjaga keamanan lingkungan.
Warga menilai kehadiran langsung Amsakar dan Li Claudia di lapangan, bahkan pada malam hari, memperlihatkan keseriusan pemerintah dalam memastikan pelayanan publik berjalan dengan baik.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Amsakar menegaskan bahwa pemerintah akan terus bergerak menindaklanjuti setiap aspirasi masyarakat.
Menurutnya, seluruh perangkat daerah telah diminta bekerja cepat agar persoalan yang disampaikan melalui RT dan RW dapat segera ditangani sesuai prioritas.
Komitmen itu, kata Amsakar, juga diwujudkan melalui berbagai program yang telah berjalan, mulai dari pemberian seragam sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP negeri maupun swasta, beasiswa penuh bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu, hingga perluasan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan seperti pengemudi ojek, penambang pancung, dan pengemudi becak.
Di sisi lain, perhatian kepada para perangkat masyarakat juga terus diberikan melalui penyaluran insentif kepada lebih dari 24 ribu Ketua RT, Ketua RW, imam masjid, guru TPQ, dan unsur masyarakat lainnya yang selama ini menjadi mitra pemerintah dalam memberikan pelayanan di tingkat lingkungan.
Silaturahmi di Lubukbaja menjadi gambaran bahwa pembangunan tidak hanya diwujudkan melalui proyek fisik, tetapi juga melalui komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan masyarakat.
Ketika aspirasi didengar dan ditindaklanjuti, kepercayaan masyarakat pun tumbuh. Dari air bersih yang mulai mengalir, kepastian sertifikasi Kampung Tua, hingga perlindungan sosial yang semakin luas, warga melihat bahwa pembangunan bukan sekadar janji, melainkan proses yang terus berjalan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Batam. (bs)


