OLAHRAGA

Geser Batam, 20 Tahun Menanti, Tanjungpinang Akhirnya Berdiri di Puncak Popda Kepri

Geser Batam, 20 Tahun Menanti, Tanjungpinang Akhirnya Berdiri di Puncak Popda Kepri.f-ist

Karimun – Sorak-sorai menggema di arena penutupan Popda X Provinsi Kepulauan Riau di Kabupaten Karimun.

Sejumlah atlet saling berpelukan. Ada yang mengangkat bendera daerahnya tinggi-tinggi, ada pula yang tak kuasa menahan air mata.

Di tengah euforia itu, senyum paling lebar terpancar dari kontingen Kota Tanjungpinang.

Tidak ada pesta kembang api yang mewarnai berakhirnya Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) X Provinsi Kepulauan Riau di Kabupaten Karimun.

Namun, bagi kontingen Kota Tanjungpinang, momen penutupan itu menjadi perayaan yang tak akan mudah dilupakan.

Selama dua dekade, Tanjungpinang hanya menjadi penonton dominasi daerah lain.

Tahun demi tahun, para atlet pelajar berjuang membawa nama ibu kota Provinsi Kepulauan Riau, tetapi gelar juara umum selalu terasa begitu jauh.
Kini, penantian panjang itu akhirnya berakhir.

Dengan raihan 31 medali emas, 28 perak, dan 30 perunggu, Tanjungpinang resmi dinobatkan sebagai Juara Umum Popda X Kepri 2026.

Sebuah sejarah baru yang lahir dari kerja keras para atlet muda, pelatih, guru, orang tua, hingga dukungan pemerintah daerah.

Prestasi ini menjadi kali pertama Tanjungpinang meraih gelar juara umum Popda sejak ajang tersebut digelar sekitar 20 tahun lalu.

Bagi para atlet pelajar, medali yang tergantung di leher bukan sekadar logam berwarna emas, perak, atau perunggu. Di baliknya ada latihan berbulan-bulan, pengorbanan waktu belajar, hingga semangat pantang menyerah demi mengharumkan nama daerah.

Wali Kota Tanjungpinang H Lis Darmansyah mengaku bangga atas pencapaian bersejarah tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hadiah bagi seluruh masyarakat Tanjungpinang dan menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga pelajar mulai menunjukkan hasil yang nyata.

“Ini pertama kalinya kota yang kita cintai menjadi juara umum. Tentu ini menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Tanjungpinang dan para pelajar,” ujarnya.

Keberhasilan tersebut juga menunjukkan bahwa pembinaan olahraga usia dini mulai berjalan pada jalur yang tepat. Atlet-atlet muda yang tampil di Popda hari ini merupakan investasi masa depan olahraga Kepulauan Riau.

Persaingan di Popda X berlangsung ketat hingga hari terakhir. Kota Batam harus puas berada di posisi kedua dengan koleksi 23 emas, 34 perak, dan 37 perunggu. Kabupaten Bintan menempati posisi ketiga dengan 14 emas, 10 perak, dan 15 perunggu.

Di bawahnya terdapat Kabupaten Lingga dengan 8 emas, 8 perak, dan 8 perunggu, disusul tuan rumah Kabupaten Karimun yang mengumpulkan 7 emas, 4 perak, dan 17 perunggu.

Kabupaten Natuna menutup kompetisi dengan 6 emas, 3 perak, dan 11 perunggu, sementara Kabupaten Kepulauan Anambas turut mencatat sejarah dengan berhasil membawa pulang dua medali perunggu sebagai pencapaian perdana mereka di ajang Popda.

Lebih dari sekadar perebutan medali, Popda menjadi ruang lahirnya generasi atlet Kepri yang kelak diharapkan mampu bersaing pada tingkat nasional bahkan internasional.

Setiap nomor pertandingan menghadirkan cerita tentang semangat, sportivitas, dan mimpi anak-anak daerah yang ingin mengharumkan nama Kepulauan Riau.

Bagi Tanjungpinang, kemenangan ini bukanlah garis akhir. Justru inilah titik awal untuk mempertahankan tradisi prestasi, memperkuat pembinaan atlet usia pelajar, dan menyiapkan generasi emas olahraga Kepri di masa mendatang.

Setelah 20 tahun menunggu, akhirnya Tanjungpinang bisa berdiri di podium tertinggi. Sebuah pencapaian yang lahir dari kerja keras, disiplin, dan keyakinan bahwa mimpi besar selalu layak untuk diperjuangkan. (bs)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *