BATAM

Merawat Harmoni di Kota Industri, DPRD Batam dan FPK Perkuat Sinergi Kebangsaan

Merawat Harmoni di Kota Industri, DPRD Batam dan FPK Perkuat Sinergi Kebangsaan.f-ist

BATAM – Batam dikenal sebagai kota yang tumbuh dari keberagaman. Berbagai suku, agama, budaya, dan latar belakang bertemu, hidup berdampingan, serta bersama-sama membangun kota yang menjadi salah satu pusat investasi terbesar di Indonesia.

Di tengah keberagaman itulah, menjaga persatuan menjadi pekerjaan yang tak pernah selesai.

Semangat itu mengemuka saat Ketua DPRD Kota Batam Haji Muhammad Kamaluddin menerima kunjungan silaturahmi Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Batam di ruang kerjanya, Kamis (2/7/2026).

Audiensi yang turut didampingi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Batam, Riama Manurung, berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban.

Pertemuan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Di balik obrolan yang mengalir, terselip pembahasan mengenai tantangan menjaga kerukunan masyarakat, memperkuat pembauran kebangsaan, hingga mendukung pembangunan Batam yang terus berkembang sebagai kota modern.

Ketua DPRD Kota Batam Haji Muhammad Kamaluddin mengapresiasi peran Forum Pembauran Kebangsaan yang selama ini menjadi ruang dialog bagi masyarakat dengan beragam latar belakang.

Menurutnya, keberadaan FPK memiliki arti penting dalam menjaga kondusivitas daerah sekaligus mempererat persaudaraan di tengah masyarakat yang majemuk.

Ia juga menyambut baik berbagai masukan yang disampaikan FPK. Bagi DPRD, aspirasi tersebut menjadi bagian penting dalam merumuskan kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

Kamaluddin menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya diukur dari pesatnya pembangunan infrastruktur atau tingginya pertumbuhan ekonomi.

Di balik kemajuan fisik, Batam membutuhkan fondasi sosial yang kokoh, yakni masyarakat yang rukun, saling menghormati, dan mampu hidup berdampingan dalam keberagaman.

Menurutnya, ketika harmoni sosial terjaga, iklim investasi akan semakin kondusif, dunia usaha berkembang, dan berbagai program pembangunan dapat berjalan lebih efektif.

Karena itu, upaya memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan toleransi harus menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

Forum Pembauran Kebangsaan sendiri selama ini aktif mendorong dialog kebangsaan, mempererat komunikasi antar-etnis, serta membangun semangat persatuan di tengah dinamika masyarakat Kota Batam yang terus bertambah dan semakin beragam.

Audiensi ditutup dengan foto bersama, menjadi simbol komitmen untuk terus memperkuat sinergi antara DPRD Kota Batam, Pemerintah Kota Batam, dan Forum Pembauran Kebangsaan.

Sebab, di kota yang dibangun oleh keberagaman seperti Batam, persatuan bukan sekadar slogan, melainkan modal utama untuk melangkah menuju kemajuan yang berkelanjutan. (bs)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *