Sekolah Rakyat Kepri Dikebut, Nyanyang Turun Langsung ke Lapangan Meski Diguyur Hujan

BINTAN – Hujan deras yang mengguyur Desa Bintan Buyu, Kabupaten Bintan, sejak Senin pagi (22/6), tak menjadi alasan untuk menunda langkah.
Di tengah jalanan yang licin dan cuaca yang kurang bersahabat, Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, tetap melangkah menuju lokasi yang direncanakan menjadi kawasan pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Kepulauan Riau.
Bagi Nyanyang, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda lapangan biasa. Di balik tetesan hujan yang membasahi lokasi, tersimpan tekad kuat untuk memastikan program pendidikan yang menjadi perhatian Pemerintah Pusat itu dapat segera terealisasi di Kepulauan Riau.
Dengan mengenakan perlengkapan sederhana dan ditemani sejumlah pejabat terkait, Nyanyang meninjau langsung kondisi lahan yang akan menjadi fondasi lahirnya Sekolah Rakyat.
Program yang digagas untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Di sela peninjauan, Nyanyang menegaskan bahwa seluruh tahapan persiapan harus dipercepat. Salah satu langkah penting yang segera dilakukan adalah koordinasi antara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kepulauan Riau dengan Kementerian PUPR guna memperoleh desain resmi bangunan Sekolah Rakyat.
Menurutnya, desain tersebut menjadi dokumen kunci yang akan menentukan kelancaran proses perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan.
“Desain resmi harus segera diperoleh agar seluruh proses teknis dapat disusun dengan cepat dan tepat. Kita tidak ingin ada waktu yang terbuang,” ujarnya.
Lebih jauh, Nyanyang menekankan bahwa proyek pembangunan Sekolah Rakyat membutuhkan sinergi yang kuat antarinstansi.
Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten Bintan, hingga kementerian terkait harus bergerak dalam satu irama agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh satu pihak, melainkan oleh kemampuan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun koordinasi yang efektif.
“Jangan berjalan sendiri-sendiri. Semua harus saling mendukung dan berkoordinasi. Waktu yang kita miliki cukup terbatas sehingga percepatan menjadi kunci utama,” tegasnya.
Semangat percepatan itu tercermin dari target yang telah disusun. Nyanyang berharap proses lelang dapat dimulai pada Oktober mendatang.
Dengan demikian, pembangunan fisik Sekolah Rakyat sudah dapat dimulai pada Februari atau Maret tahun depan.
Target tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk segera menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih inklusif bagi masyarakat yang membutuhkan.
Menurut Nyanyang, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad memberikan perhatian besar terhadap program ini.
Karena itu, seluruh persyaratan administrasi maupun teknis harus segera diselesaikan agar Kepri tidak kehilangan kesempatan memperoleh dukungan penuh dari pemerintah pusat.
Persaingan antardaerah untuk mendapatkan program pembangunan Sekolah Rakyat juga menjadi pertimbangan penting. Karena itu, kesiapan daerah menjadi faktor yang akan menentukan keberhasilan usulan tersebut.
Salah satu fokus utama saat ini adalah penyelesaian kesiapan lahan. Nyanyang meminta seluruh pihak terkait memastikan seluruh proses penyediaan lahan dapat rampung pada Juli mendatang.
Baginya, lahan yang siap akan membuka jalan bagi tahapan pembangunan berikutnya tanpa hambatan berarti.
“Kalau lahannya sudah siap, maka proses berikutnya bisa langsung berjalan. Ini yang harus kita kejar bersama,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Nyanyang juga mengajak Pemerintah Kabupaten Bintan, mulai dari Bupati, Wakil Bupati hingga Sekretaris Daerah, untuk terus memperkuat koordinasi dan komunikasi dalam menyelesaikan berbagai kebutuhan proyek.
Di tengah derasnya hujan yang mengiringi peninjauan itu, tersirat pesan kuat bahwa pembangunan tidak boleh menunggu cuaca cerah. Komitmen dan kerja nyata justru diuji ketika tantangan datang.
Sekolah Rakyat yang direncanakan berdiri di Bintan Buyu bukan sekadar bangunan fisik, melainkan harapan baru bagi anak-anak Kepulauan Riau untuk memperoleh akses pendidikan yang lebih baik.
Dan di bawah guyuran hujan pagi itu, langkah-langkah awal menuju harapan tersebut terus dipastikan berjalan tanpa jeda. (Ky)


