Uncategorized

Saat Atlet Bersiap, Promosi Porprov Kepri Masih Menghilang

Oleh: Abas, Sekretaris Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Kepri

Waktu terus berjalan. Kalender menunjukkan November 2026 semakin dekat.

Namun, hingga kini gaung pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepulauan Riau 2026 yang akan digelar di Kota Tanjungpinang belum begitu terasa di tengah masyarakat. Padahal anggaran sudah sediakan negara (pemprov Kepri).

Padahal, Porprov bukan sekadar agenda olahraga biasa. Ajang multi event empat tahunan ini merupakan pesta olahraga terbesar di Provinsi Kepulauan Riau yang mempertemukan atlet-atlet terbaik dari tujuh kabupaten dan kota untuk memperebutkan prestasi sekaligus membuka jalan menuju level yang lebih tinggi.

Sayangnya, publik masih belum melihat langkah masif dari Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kepri maupun KONI Kepri dalam membangun atmosfer menuju Porprov.

Belum terlihat kampanye yang kuat, sosialisasi yang menyentuh masyarakat luas, maupun pemasangan umbul-umbul, baliho, dan media promosi yang menandakan bahwa Kepri akan menggelar hajatan olahraga terbesar tahun ini.

Yang terlihat justru para atlet dan pelatih di masing-masing cabang olahraga yang bekerja dalam senyap. Mereka berlatih keras, mempersiapkan diri, dan berjuang meningkatkan kemampuan demi meraih hasil terbaik saat Porprov berlangsung nanti.

Padahal, Porprov memiliki arti yang jauh lebih besar dari sekadar perebutan medali.

Dari ajang inilah akan lahir atlet-atlet terbaik Kepri yang dipersiapkan menghadapi Pra-PON, Pekan Olahraga Wilayah (Porwil), hingga akhirnya memperjuangkan tiket menuju PON 2028 di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Dengan kata lain, Porprov merupakan fondasi awal pembinaan olahraga prestasi Kepri.

Jika fondasinya tidak dibangun dengan serius, sulit berharap prestasi olahraga Kepri mampu bersaing di tingkat nasional.

Fakta saat ini menunjukkan bahwa prestasi Kepri di ajang nasional, khususnya Pekan Olahraga Nasional (PON), belum menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.

Jika dibandingkan dengan sejumlah provinsi lain yang sama-sama lahir dari daerah pemekaran, seperti Banten, capaian Kepri masih tertinggal dalam berbagai aspek.

Kondisi tersebut seharusnya menjadi bahan evaluasi bersama. Porprov 2026 bukan hanya tentang siapa menjadi juara umum atau siapa yang meraih medali terbanyak.

Lebih dari itu, Porprov harus menjadi momentum membangkitkan kembali semangat olahraga prestasi di Kepulauan Riau.

Karena itu, Dispora Kepri dan KONI Kepri sudah seharusnya mulai bergerak lebih agresif.

Roadshow ke kabupaten dan kota, sosialisasi ke sekolah dan kampus, publikasi melalui media massa dan media sosial, hingga pemasangan baliho dan spanduk di ruang-ruang publik perlu segera dilakukan.

Masyarakat harus mengetahui bahwa pada November mendatang akan ada pesta olahraga terbesar Kepri yang mempertemukan ratusan bahkan ribuan atlet dari sekitar 35 cabang olahraga.

Atmosfer kebanggaan daerah harus mulai dibangun dari sekarang, bukan menunggu hitungan hari menjelang pembukaan.

Tuan rumah Kota Tanjungpinang juga memiliki peran penting dalam menyukseskan Porprov. Pemerintah kota bersama seluruh elemen masyarakat perlu menciptakan suasana yang menunjukkan bahwa Tanjungpinang siap menjadi pusat olahraga Kepri selama pelaksanaan ajang tersebut.

Porprov 2026 juga akan menjadi cermin sejauh mana kepala daerah memiliki kepedulian terhadap pembangunan olahraga.

Hasil akhir perolehan medali nantinya tidak hanya menggambarkan kekuatan atlet, tetapi juga mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam melakukan pembinaan olahraga secara berkelanjutan.

Daerah yang serius membina atlet biasanya akan menuai hasil yang baik. Sebaliknya, daerah yang menjadikan olahraga sekadar pelengkap pembangunan akan sulit bersaing dalam perebutan prestasi.

Masih ada waktu untuk berbenah. Namun waktu itu tidak akan selamanya tersedia.

Jika Porprov ingin sukses sebagai ajang prestasi sekaligus pesta rakyat, maka gaungnya harus mulai terdengar dari sekarang.

Jangan sampai pesta olahraga terbesar Kepulauan Riau justru hanya diketahui oleh atlet, pelatih, dan pengurus cabang olahraga.

Porprov adalah milik masyarakat Kepri. Karena itu, sudah saatnya Dispora Kepri, KONI Kepri, dan seluruh pemangku kepentingan bergerak bersama membangun antusiasme menuju Porprov Kepri 2026.

Sebab keberhasilan sebuah pesta olahraga tidak hanya diukur dari megahnya seremoni pembukaan, tetapi juga dari seberapa besar keterlibatan dan kebanggaan masyarakat terhadap perhelatan tersebut.***

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *