Pekan Kedua Piala Dunia 2026: Siapakah yang Akan Lebih Dulu Pulang Kampung?

Oleh: Buralimar, Pengamat Sepak Bola Kepri, mantan Kepala Dinas Pariwisata Kepri
BATAM, katasiber – Piala Dunia 2026 resmi memasuki pekan kedua pertandingan fase grup mulai Kamis (18/6/2026).
Setelah laga pembuka menghadirkan berbagai kejutan, kini setiap tim akan menjalani pertandingan kedua yang menjadi penentu nasib mereka di turnamen paling bergengsi di dunia tersebut.
Rangkaian pertandingan kedua akan berlangsung hingga 24 Juni 2026, saat seluruh peserta menyelesaikan dua laga awal di fase grup.
Di titik inilah persaingan mulai mengerucut. Ada tim yang semakin dekat menuju babak 32 besar, namun ada pula yang mulai berada di ambang eliminasi.
Bagi tim yang kalah pada pertandingan pertama, laga kedua ibarat partai hidup dan mati.
Kekalahan kembali hampir dipastikan membuat mereka tersingkir, meski format baru Piala Dunia 2026 masih memberikan peluang melalui jalur delapan peringkat ketiga terbaik.
Namun peluang itu tidak mudah diraih. Selain harus meraih poin, setiap tim juga dituntut menjaga selisih gol agar tetap kompetitif dibandingkan peserta dari grup lain.
Sementara itu, tim yang hanya meraih hasil imbang pada laga perdana juga belum bisa bernapas lega. Satu poin belum cukup untuk mengamankan posisi sehingga kemenangan pada pertandingan kedua menjadi target utama agar tidak bergantung pada hasil laga terakhir.
Sejumlah tim unggulan bahkan sudah mendapat tekanan sejak awal turnamen. Portugal, misalnya, gagal memenuhi ekspektasi setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Kongo DR di Houston.
Hasil tersebut menjadi peringatan keras bagi salah satu favorit juara itu karena kehilangan poin lagi bisa membuat langkah mereka semakin berat.
Di sisi lain, wakil Asia menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Korea Selatan sukses mengalahkan Republik Ceko 2-1, sementara Jepang tampil impresif dengan menahan Belanda 2-2. Kecepatan permainan dan disiplin taktik menjadi modal penting yang membuat tim-tim Asia berpotensi kembali menghadirkan kejutan.
Hasil pertandingan yang telah berlangsung pada 18 Juni juga semakin memanaskan persaingan. Kolombia tampil meyakinkan dengan mengalahkan Uzbekistan 3-1 di Mexico City. Inggris menunjukkan ketajamannya lewat kemenangan 4-2 atas Kroasia di Dallas, sedangkan Ghana mengamankan tiga poin penting setelah menundukkan Panama 1-0 di Toronto.
Memasuki rangkaian pertandingan berikutnya, perhatian akan tertuju pada duel Republik Ceko menghadapi Afrika Selatan di Atlanta, Swiss melawan Bosnia dan Herzegovina di Los Angeles, serta tuan rumah Kanada yang menjamu Qatar di Vancouver.
Hasil dari pertandingan tersebut diyakini akan mengubah peta persaingan di masing-masing grup.
Di antara tim yang berada dalam tekanan besar, Uzbekistan menjadi salah satu kandidat terkuat yang berpotensi tersingkir lebih cepat. Kekalahan 1-3 dari Kolombia membuat mereka wajib menang pada laga kedua.
Jika kembali gagal meraih poin, peluang lolos melalui jalur peringkat ketiga terbaik akan sangat tipis.
Panama juga berada dalam situasi serupa setelah kalah tipis 0-1 dari Ghana. Produktivitas lini depan yang belum maksimal menjadi pekerjaan rumah besar jika ingin menjaga asa bertahan di turnamen.
Nasib Kroasia pun tak kalah mengkhawatirkan. Kekalahan 2-4 dari Inggris memperlihatkan rapuhnya lini pertahanan mereka saat menghadapi permainan cepat lawan.
Jika kembali kehilangan poin di laga kedua, perjalanan generasi emas yang dipimpin Luka Modric bisa berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan.
Portugal juga dituntut tampil jauh lebih baik. Selain wajib menang, mereka diharapkan mampu mencatat kemenangan dengan selisih gol besar untuk memperbaiki posisi klasemen dan meningkatkan peluang lolos tanpa bergantung pada perhitungan rumit di akhir fase grup.
Sebaliknya, Inggris, Kolombia, dan Ghana kini berada dalam posisi yang lebih nyaman.
Berbekal tiga poin dari kemenangan perdana, ketiga tim tersebut hanya membutuhkan tambahan hasil positif pada laga kedua untuk membuka lebar jalan menuju babak 32 besar.
Meski demikian, perjalanan Piala Dunia 2026 masih panjang. Drama, kejutan, dan persaingan ketat dipastikan terus mewarnai setiap pertandingan. Pekan kedua menjadi momen seleksi yang sesungguhnya, saat hanya tim yang mampu menjaga konsistensi yang akan bertahan, sementara mereka yang kembali terpeleset harus bersiap mengakhiri petualangan lebih cepat dan pulang kampung. (bs)


