Uncategorized

Endi Maulidi Nahkodai Hulubalang LAM Kepri, Mengawal Marwah Adat Melayu di Bumi Segantang Lada

Endi Maulidi Nahkodai Hulubalang LAM Kepri, Mengawal Marwah Adat Melayu di Bumi Segantang Lada.f-ist

TANJUNGPINANG – Semangat menjaga marwah adat Melayu kembali diteguhkan melalui pengukuhan Endi Maulidi sebagai Panglima Besar Hulubalang Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau periode 2026–2031 di Balai Adat Seri Indra, Taman Gurindam 12, Tanjungpinang, Senin (8/6/2026).

Prosesi pengukuhan yang berlangsung khidmat itu bukan sekadar pergantian kepemimpinan organisasi adat, tetapi menjadi simbol komitmen untuk memperkuat peran Hulubalang sebagai garda terdepan dalam menjaga kehormatan adat, budaya, dan nilai-nilai Melayu di tengah perkembangan zaman.

Di hadapan para tokoh adat, unsur Forkopimda, serta jajaran pemerintah daerah, Endi Maulidi menegaskan bahwa kepengurusannya akan fokus memperluas keberadaan Hulubalang di seluruh wilayah Kepulauan Riau.

Saat ini, kepengurusan baru terbentuk di Kabupaten Karimun, Kabupaten Bintan, dan Kota Tanjungpinang, sehingga masih ada sejumlah daerah yang menjadi prioritas pembentukan.

Baginya, pemerataan organisasi Hulubalang menjadi langkah penting agar nilai-nilai adat dapat terus dijaga dan diwariskan secara lebih luas kepada masyarakat di seluruh kabupaten dan kota.

Selain memperkuat struktur organisasi, Endi juga menaruh perhatian besar terhadap penyempurnaan program kerja agar Hulubalang tidak hanya dikenal sebagai simbol adat, tetapi hadir nyata dalam kehidupan sosial masyarakat.

Menurutnya, Hulubalang memiliki filosofi sebagai penjaga negeri yang mengedepankan kebersamaan, persatuan, dan keharmonisan. Karena itu, perannya akan terus dibangun melalui sinergi dengan pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga ketertiban serta stabilitas daerah.

Dengan jumlah anggota yang mencapai hampir 170 orang, Hulubalang LAM Kepri diharapkan menjadi mitra strategis dalam menciptakan suasana yang aman sekaligus menjaga identitas budaya Melayu yang menjadi jati diri Kepulauan Riau.

Lebih jauh, Endi menegaskan bahwa Hulubalang juga memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kehormatan adat Melayu dari berbagai bentuk tindakan yang merendahkan nilai budaya.

Apabila muncul persoalan yang berkaitan dengan penghinaan terhadap adat, penyelesaiannya akan ditempuh melalui koordinasi dengan aparat penegak hukum sesuai mekanisme yang berlaku.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pelestarian adat tidak hanya dilakukan melalui kegiatan budaya, tetapi juga melalui penghormatan terhadap hukum dan ketertiban sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat.

Pengukuhan Panglima Besar Hulubalang LAM Kepri ini turut dihadiri Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda),

Ketua Umum LAM Kepulauan Riau, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Momentum ini menjadi penanda bahwa adat Melayu tetap memiliki tempat penting dalam pembangunan Kepulauan Riau.

Di tengah arus modernisasi, Hulubalang diharapkan tidak hanya menjadi penjaga tradisi, tetapi juga menjadi perekat persatuan masyarakat serta pengawal nilai-nilai luhur yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. (bs)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *