Dari Rafflesia Batam Centre, Akselerasi Ekonomi Dimulai dengan Literasi dan Kolaborasi
BATAM, katasiber – Suasana di kawasan Batam Centre tampak berbeda pada Senin pagi (27/4/2026).
Di deretan ruko Rafflesia, langkah kecil menuju penguatan ekonomi daerah dimulai bukan sekadar seremoni, melainkan simbol sinergi antara pemerintah dan dunia perbankan.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, meresmikan Kantor Cabang Bank Sumut Batam serta Halte Rafflesia Bank Sumut.
Peresmian ini bukan hanya membuka layanan baru, tetapi juga memperluas akses keuangan bagi masyarakat, dari pelaku usaha hingga generasi muda.
Prosesi dimulai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Kota Batam dan Bank Sumut, dilanjutkan pemotongan pita yang menandai dimulainya operasional. Namun, momen yang paling menyentuh justru hadir saat buku tabungan diserahkan secara simbolis kepada pelajar SD dan SMP.
Di sinilah pesan besar itu disampaikan bahwa masa depan ekonomi dimulai dari kebiasaan kecil: menabung.
Amsakar melihat kehadiran Bank Sumut sebagai langkah strategis yang selaras dengan geliat ekonomi Batam yang kian menguat.
Ia menyebut, pada triwulan pertama 2026, realisasi investasi Batam mencapai Rp17,5 triliun melonjak tajam dari Rp8,6 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan kepercayaan investor terhadap Batam sebagai pusat pertumbuhan baru.
Namun, bagi pemerintah kota, pertumbuhan ekonomi tidak boleh berhenti pada angka makro.
Ia harus dirasakan hingga ke lapisan masyarakat paling bawah, terutama pelaku UMKM.
Untuk itu, Pemko Batam menghadirkan program pembiayaan dengan plafon hingga Rp20 juta, di mana bunga pinjaman ditanggung pemerintah.
“Pelaku usaha cukup fokus mengembangkan usaha dan membayar pokok pinjaman. Kami ingin meringankan beban mereka,” ujar Amsakar.
Di titik inilah peran perbankan menjadi krusial. Bank Sumut diharapkan menjadi jembatan antara kebijakan dan kebutuhan masyarakat. Direktur Utama Bank Sumut, Heru Mardiansyah, menegaskan komitmen tersebut.
Ia menyebut Bank Sumut siap mendukung digitalisasi layanan daerah, termasuk sistem penerimaan pajak yang lebih transparan dan efisien.
Dengan dukungan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan, diharapkan berbagai kendala administratif seperti BI Checking dapat dicarikan solusi, sehingga akses pembiayaan semakin inklusif, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Peresmian ini pun menjadi lebih dari sekadar pembukaan kantor cabang. Ia adalah titik temu antara visi pembangunan, inklusi keuangan, dan harapan akan ekonomi yang lebih merata.
Di tengah geliat investasi dan pembangunan, Batam tampaknya sedang menata fondasi penting: memastikan bahwa pertumbuhan tidak hanya tinggi, tetapi juga menyentuh semua lapisan.
Dari sebuah halte kecil di Rafflesia, langkah besar itu perlahan dimulai. (bs)



