Pariwisata Batam Bergairah di Awal 2026, Sinyal Kuat Capai Target 1,75 Juta Wisman

Batam – Sektor pariwisata di Batam kembali menunjukkan geliat positif pada awal tahun 2026.
Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang terus meningkat menjadi sinyal kuat bahwa Batam kian diminati sebagai destinasi unggulan di kawasan perbatasan Indonesia.
Data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mencatat, hingga Februari 2026 jumlah kunjungan wisman telah mencapai 257.928 orang.
Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan pulih dan bangkitnya industri pariwisata pascapandemi, sekaligus bukti efektivitas strategi promosi yang dilakukan pemerintah daerah.
Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata, mengungkapkan bahwa pada Januari 2026 jumlah kunjungan tercatat sebanyak 126.620 wisman, kemudian meningkat menjadi 131.308 kunjungan pada Februari.
Kenaikan sebesar 3,70 persen secara month to month (m-to-m) ini memperlihatkan tren pertumbuhan yang stabil.
“Jika dibandingkan Februari tahun lalu, capaian ini juga menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan,” ujarnya.
Tak hanya tumbuh secara bulanan, lonjakan juga terlihat secara tahunan. Pada Februari 2026, kunjungan wisman meningkat 25,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang hanya mencapai 104.684 kunjungan. Bahkan, secara kumulatif, kenaikan mencapai 77,63 persen—angka yang mengindikasikan akselerasi kuat sektor pariwisata Batam.
Tren positif ini semakin memperkuat optimisme pemerintah daerah dalam mengejar target 1,75 juta kunjungan wisman sepanjang tahun 2026.
Target tersebut bukan tanpa dasar, mengingat dalam beberapa tahun terakhir grafik kunjungan terus menanjak.
Pada 2023, jumlah wisman tercatat 1,19 juta kunjungan, meningkat menjadi 1,32 juta pada 2024, dan kembali naik menjadi 1,61 juta pada 2025.
Menurut Ardiwinata, capaian ini tidak terlepas dari strategi yang konsisten dijalankan, mulai dari penguatan promosi pariwisata, penyelenggaraan berbagai event berskala nasional dan internasional, hingga peningkatan aksesibilitas menuju Batam.
Sebagai salah satu pintu gerbang utama wisatawan mancanegara di Indonesia, Batam memiliki keunggulan geografis yang strategis.
Kedekatannya dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia menjadikan kota ini pilihan utama untuk wisata singkat maupun perjalanan bisnis.
Lebih jauh, pemerintah terus mendorong kolaborasi dengan pelaku industri pariwisata, termasuk hotel, agen perjalanan, hingga pengelola destinasi. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat daya tarik Batam sebagai destinasi yang kompetitif di tingkat regional.
Dengan tren pertumbuhan yang konsisten sejak awal tahun, serta dukungan konektivitas yang semakin baik dan kalender event yang kian padat, Batam optimistis mampu mempertahankan momentum positif ini.
Pariwisata bukan hanya tentang angka kunjungan, tetapi juga tentang bagaimana sebuah daerah membangun citra, menggerakkan ekonomi, dan membuka peluang bagi masyarakat. Dan di awal 2026 ini, Batam tampaknya sedang berada di jalur yang tepat menuju pencapaian tersebut. (bs)


