Efek Bosan Daging, Kangkung Diburu, Harga Pun Melambung

BATAM, katasiber – Usai perayaan Hari Raya Idulfitri, pola konsumsi masyarakat mulai berubah.
Setelah beberapa hari menikmati hidangan bersantan dan daging, warga kini cenderung mencari makanan yang lebih ringan dan segar, seperti sayur bening.
Salah satu komoditas yang paling diburu adalah kangkung. Sayuran hijau ini dikenal kaya akan nutrisi yang kaya akan vitamin A, vitamin C, zat besi, folat, dan serat, sehingga menjadi pilihan favorit untuk menetralisir konsumsi makanan berat selama Lebaran.
Namun, tingginya minat masyarakat justru berdampak pada lonjakan harga. Di kawasan Pasar Cahaya Garden, Bengkong, Batam harga kangkung mengalami kenaikan signifikan.
Sebelum Ramadan hingga menjelang Lebaran, harga kangkung biasanya berkisar antara Rp8 ribu hingga Rp13 ribu per kilogram.
Namun pada Senin (23/3/2026), harga melonjak hingga Rp20 ribu per kilogram, bahkan diperkirakan masih berpotensi naik seiring meningkatnya permintaan.
Fenomena ini tidak lepas dari perubahan selera masyarakat pasca-Lebaran. Banyak warga yang mulai beralih ke menu sederhana dan sehat setelah beberapa hari menyantap makanan berat.
Uli, salah seorang pembeli di pasar tersebut, mengaku sengaja memasak sayur kangkung untuk keluarganya. Menurutnya, menu ini menjadi pilihan tepat setelah menikmati hidangan Lebaran.
“Beberapa hari ini kami banyak makan daging dan bersantan, jadi sekarang ingin yang segar-segar. Kangkung jadi pilihan,” ujarnya.
Meski harga sedang tinggi, Uli mengaku tetap membeli karena kebutuhan. Ia bahkan menyebut harga kangkung pernah mencapai angka lebih tinggi sebelumnya.
“Dulu pernah sampai Rp30 ribu per kilo,” tambahnya singkat.
Kenaikan harga kangkung ini menjadi gambaran dinamika pasar pasca-Lebaran, di mana perubahan pola konsumsi masyarakat turut memengaruhi harga komoditas sayuran di pasaran. (bs)


